Kamu Kuat – Jakarta
Ulangan Harian, UTS (Ujian Tengah Semester), UAS (Ujian Akhir Semester). Setiap siswa dan mahasiswa pasti tidak asing dengan istilah ini. Ketika menjelang ujian akan berlangsung ada beberapa metode yang dilakukan oleh para pelajar.
Salah satunya, ada yang sudah siap belajar jauh-jauh hari dengan cara mengulang pembahasan yang dipaparkan di sekolah atau di kampus.
Namun, ada juga yang menggunakan metode SKS atau yang sering dijadikan diplesetkan menjadi “Sistem Kebut Semalam”, yaitu metode belajar hanya ketika ada ujian saja.
Seperti yang disampaikan oleh Rakasyah Damario, siswa kelas 12 di SMAN 108 Jakarta, “Kalau aku, jujur belajar cuma pas ujian aja sih dan ga ada persiapan khusus ketika menghadapi ujian,” ungkapnya.

Berbeda halnya dengan Ailsha Mahasiswa semester akhir jurusan sastra jerman di UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Ailsha merasa dengan me-review materi yang disampaikan dosen setiap hari memudahkan ketika meghadapi ujian. “Jadi ketika UTS atau UAS ngga terlalu ngoyo belajarnya,” ujar gadis berhijab itu.

Sedangkan Rasky, Mahasiswa semester 5 di UIN (Universitas Islam Negeri) Jakarta berbeda lagi. “Sebagai anak jurnalistik, kebanyakan UTS kami itu umumnya berbentuk project bukan ujian tertulis. Nah ketika menghadapi UTS, sejujurnya aku kebanyakan berdiskusi dengan teman-temanku dalam mengeksekusi UTS-nya. Dan kami mengerjakannya dari jauh-jauh hari biar pas mendekati hari tinggal finishing,” ujarnya.

Lingkungan serta cara yang menyenangkan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi serta hasil belajar. Ketika siswa atau pelajar merasa nyaman dan termotivasi, mereka lebih mudah menyerap apa yang sedang mereka pelajari.
“Kalau aku cara belajar biar konsentrasi itu harus di lingkungan yang lebih sunyi gitu sih, sama di dalem ruangan. Aku juga sambil dengerin lagu pake earphone atau earbuds gitu biar ga keganggu. Efektif juga kalau sama temen kadang, tapi itu di sekolah” ujar Raka lagi.
Sedangkan bagi Rasky, lingkungan belajar sangat Berpengaruh sekali. Ia lebih suka belajar bersama dengan teman-teman. “Karena dengan adanya teman-teman aku di kuliah sangat menentukan keaktifan aku selama berkuliah dan sebagai pengingat/alarm tugas satu sama lain. Dan adanya mereka juga memperluas pengalaman dan pemikiran aku dalam kuliah, jadi tidak hanya stuck dengan pemikiranku sendiri, tapi bisa berbagi dengan yang lain,” bebernya.
So, kalau kamu sendiri seperti apa, Guys?
Jika sebelumnya ulasan tentang aneka ujian tadi bersumber dari siswa dan mahasiswa, komentar guru satu ini cukup menarik untuk disimak.
KATA GURU
Menurut Ahmad Zaki Fauzi, S.Pd, Guru PAI dan Bahasa Indonesia, di SMP IT Insan Harapan, Tangerang Selatan, agar siswa tenang dan fokus saat menghadapi ujian, sebaiknya siswa bisa mempersiapkan diri sejak jauh hari dengan metode belajar yang efektif.
Ada banyak cara untuk melakukannya. Misalnya, dengan cara belakar bersama dengan teman-temannya, siswa bisa berdiskusi dan memecahkan masalah. Siswa juga bisa minta waktu tambahan belajar bersama guru di sekolah atau bertanya soal yang belum dimengerti di sekolah.
“Dan jangan lupa untuk berisitirahat yang cukup. Otak kita butuh istirahat yang cukup dengan tidur idealnya 8 jam. Jadi tidak disarankan memasukkan semua materi dalam satu malam alias sistem kebut semalam ya,” pesannya.
Bagaimana memotivasi siswa?
Zaki mengatakan bahwa, hal itu bisa dilakukan dengan mengajak bicara siswa dari hati ke hati. “Libatkan mereka dalam setiap proses pembelajarannya. Fokus kepada usaha mereka, hargai usaha mereka, beri apresiasi jika mereka selesai mengerjakan tugas, dan jangan terlalu menekan pada hasil yang mungkin sulit digapai oleh masing-masing individu,” bebernya.
Terakhir, kata dia, ajak mereka untuk bertanggung jawab terhadap masa depan mereka. (rst)











Discussion about this post