Avesiar – Sidoarjo
Oleh: Amri Husniati, Emak-emak Pemburu Tiket Murah
(Ditulis dengan gaya Jawa Timuran)
……………………………….
Kalau ditanya, pilih mana antara beli mobil atau jalan-jalan? Saya dan anak-anak bakal kompak menjawab: mbolang dong….
Itu sebabnya saya tak menyesal, sudah kerja seperempat abad, eh garasi masih juga kosong. Yang nangkring kok sepeda motor saja. Ada tiga. Itupun yang satu wis bobrok. Wkwkwk….Duitnya ke mana saja Mak….
Aliran dana saya gampang banget kok ditelusuri. Gak kayak korupsi bansos saat pandemi ini. Yang alirannya dikaburkan, dibikin ruwet. Tinggal nunggu masuk peti es tumpukan paling bawah.
Semasa kerja, begitu dapat transferan bonus dari kantor, alokasi sebagian jelas untuk traveling.
Kami paling gak tahan godaan tiket promo. Entah info itu dari media cetak maupun online, begitu ada tiket diobral… Anak-anak saya sudah heboh. Apalagi emaknya. Rela begadang bermalam-malam demi hunting tiket murah gila di internet.
Hasilnya. Di awal Januari tahun lalu, kami bisa mabur ke Jeju, Korea Selatan. Hanya Rp1,9 juta per orang. Itu sudah PP. Mosok yo golek tiket budal thok… Lha mulih e yok opo. Atene mlaku tah. Iso sengkleh tenan.
Jelas lunjak-lunjak dong berhasil mengantongi tiket ke negeri drakor dengan nominal segitu. Dikalikan empat orang, Rp8 juta masih susuk.

Bayangin, kalau ikut rombongan travel, mana cukup duit segitu. Minimal nyiapin 10 juta per orang. Untuk empat orang…wis ketok moto kan berapa duit sendiri.
Lha, untuk akomodasi apa gak dihitung Mak? Begini gaes… Kami ini penganut aliran bonek mbolang mania. Gak tidur di hotel berbintang lima gak patheken. Gak makan di restoran terkenal gak masalah. Yang penting bisa menikmati belahan bumi lain.
Untuk merebahkan badan, cukup di guest house atau hostel. Yang jelas harganya lebih ramah dibandingkan hotel berbintang. Soal kenyamanan tetap jadi pertimbangan meski stay di penginapan murah meriah.
Pertimbangan utama, lokasi penginapan mudah dijangkau transportasi umum. Entah dekat shelter bus, dekat stasiun subway atau MRT.
Penginapan murah apa iya bersih. Aman… Alhamdulillah. So far, yang kami rasakan asyik-asyik saja. Waktu di Jeju, kami malah dapat guest house syar’i. Jeju Masil Guesthouse. Strategis banget lokasinya. Hanya sekitar 200 meter dari terminal antar kota Jeju.
Yang menginap di situ mayoritas orang Malaysia dan Indonesia. Jadi, meski sekamar ditempati ramai-ramai, kamarnya tetap dibedakan. Laki-laki sendiri, perempuan sendiri.
Dapurnya pun tak hanya rapi dan bersih. Tapi, dijamin kesuciannya. Bahan makanan yang tersedia Insya Allah halal, alat-alat masak juga enggak dipergunakan untuk memasak makanan haram. Larangan keras memasak daging babi. Sekalipun tamunya itu orang Korea sendiri.
(Bersambung)













Discussion about this post