• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Griya Harmoni

Kebun-kebun Islam di Zaman Keemasan Islam

by Ave Rosa
1 Desember 2021 | 23:48 WIB
in Griya Harmoni
Reading Time: 5 mins read
A A
Kebun-kebun Islam di Zaman Keemasan Islam

Kebun-kebun Islam (Islamic Gardens). Foto: via Muslim Heritage

Avesiar.com

Membentang antara abad ke-8 hingga abad ke-14 M, zaman Keemasan Islam sering kali dikenang dengan penuh kebanggaan. Ini adalah masa ketika Islam tersebar hingga ke berbagai wilayah di luar tanah kelahirannya. Kekhalifahan Islam berdiri dan membangun sistem politik yang kuat.

Islam menjangkau hingga ke berbagai penjuru Dunia Arab, tanah Persia, Asia Tengah, Spanyol, hingga Afrika Utara. Para sarjana Muslim menerjemahkan banyak buku ilmu pengetahuan dari bahasa Yunani, India, dan Persia ke bahasa Arab. Dari sini lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan yang maju untuk ukuran zamannya dan menjadi fondasi bagi ilmu pengetahuan modern.

Tapi, ada satu aspek lain dari Zaman Keemasan Islam yang sama menariknya, namun jarang disebut orang, yakni Kebun-kebun Islam (Islamic gardens).

Ilustrasi via suaramuhammadiyah.id

Sejak awal kelahiran Islam, ada kecenderungan di kalangan Muslim untuk tertarik pada tanam-tanaman yang hijau dan manfaat yang mereka bawa, baik keindahan, keteduhannya, serta sifat menyembuhkan dalam daun atau buahnya. Di abad-abad awal perkembangannya, Islam terutama sekali eksis di tengah penduduk yang secara geografis berada di padang pasir atau tanah kering.

Di tengah padang pasir dan tanah kering yang gersang, kebun yang hijau merupakan tempat yang dengan segera mengingatkan orang pada gambaran tentang surga yang menyenangkan. Al Qur’an menyebut tentang surga dengan ilustrasi yang mirip dengan kebun atau taman dengan unsur-unsurnya seperti pohon, buah, bunga, dan air.

Kebun yang dipenuhi tumbuhan yang rimbun, wangi bunga yang segar, gemericik air yang mengalir, angin sepoi-sepoi, semuanya memberi ketenangan pada setiap orang yang berada di tengahnya.

Tradisi membangun kebun di tengah gurun sebenarnya sudah ada sejak masa pra-Islam, namun kehadiran Islam membawa ide tentang membangun kebun ini ke level yang lebih tinggi. Penyebaran Islam secara politik mendorong lahirnya kota-kota yang lebih maju. Maju di sini bukan hanya dalam pengertian penduduk yang ramai dan perekonomian yang sangat aktif, tapi juga pembangunan infrastruktur.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Kota tidak hanya indah karena arsitektur bangunan maupun jalannya, tapi juga kebun yang dibangunnya. Untuk membangun kebun di tanah-tanah bergurun dan jarang dibasahi hujan itu diperlukan keterampilan dan terobosan di bidang pengairan dan pertanian. Perluasan kekuasaan Islam di abad-abad pertamanya ditandai oleh revolusi di bidang agrikultur, dengan salah satunya tampak dalam bidang pembuatan kebun tanaman dan buah.

Salah satu kota Muslim yang paling awal memiliki kebun adalah Baghdad di bawah Dinasti Umayyah. Di Kairo (Mesir), sultan Mamluk, Qalawun, membawa berbagai tumbuhan dari Suriah untuk ditaruh di kebun yang dibuatnya. Sebuah genre puisi baru di dunia sastra Arab bernama rawdiya (puisi kebun) bahkan lahir karena ketertarikan pada kebun ini.

Foto: via Muslim Heritage

Namun, di Spanyol masa Islam-lah kebun-kebun berkembang dengan sangat pesat, baik dari segi fungsi, jenis tanaman, peningkatan produksi, teknik irigasi, hingga pengaturan lanskap kebun. Sejarawan ahli seni dan arsitektur Islam klasik, D. Fairchild Ruggles, dalam bukunya, Gardens, Landscape, and Vision in the Palaces of Islamic Spain, menyebut bahwa para raja Muslim Spanyol adalah pelopornya. Mereka tertarik berkebun tanaman asing demi alasan keindahan, guna mendapatkan tanaman obat serta untuk menunjukkan kemampuan mereka mengoleksi benda-benda yang jarang dipunyai orang.

Emir pertama Cordoba (sebuah kota yang terletak di kawasan Andalusia) Abd al Rahman I (yang memerintah sejak tahun 756) mengumpulkan dan mencangkok tanaman eksotis untuk dikembangkan di daerah kekuasaannya. Bila penguasa lain mengirim utusan ke negeri yang jauh untuk membuka hubungan dagang, maka ia mengirim utusan untuk mendapatkan tanaman yang tidak ada di Andalusia.

Tanaman-tanaman asing ini ia taruh di perkebunan kerajaan bernama Rusafa. Kebun-kebun di Rusafa diairi dengan baik dan dikenal karena keragaman jenis tanaman yang dipunyainya.

Salah satu tanaman eksotis yang mengisi kebun Abd al Rahman I adalah pohon delima asal Suriah. Ketika pertama dibawa ke Andalusia, buahnya, walau tampak indah, tidak bisa dimakan. Salah satu pengikut Abd al Rahman I lalu bereksperimen dengan bijinya dan menanamnya di tanah Andalusia. Eksperimen menanam tanaman asing ini berhasil, dan dengan segera ditiru oleh penduduk Andalusia.

Buah Delima di dalam bahasa Inggris dikenal sebagai pomegranate, yang secara harfiah berarti ‘Apel Granada’. Nama Kota Granada, salah satu kota ternama di Spanyol Masa Islam, diambil dari nama buah delima ini, yang ditanam dalam jumlah banyak oleh penduduknya kala itu.

Di Cordoba sendiri datang berbagai tanaman dan buah dari India dan Cina, yang dibawa masuk oleh imigran maupun pedagang. Ada yang dibawa dalam bentuk biji, tapi tak sedikit juga yang dibawa dalam bentuk buah kering.

Selain buah delima Suriah, ada beberapa tanaman lain yang menjadi karakteristik Dunia Islam masa itu. Salah satunya adalah buah Ara, yang dikenal juga sebagai buah Tin, buah yang namanya diabadikan sebagai nama surah dalam Al Qur’an. Pada pertengahan abad ke-9, seorang penyair bernama Yahya al Jazal dengan diam-diam membawa biji-biji buah Tin jenis baru dalam tumpukan buku yang ia bawa dari Byzantium menuju Cordoba. Biji itu ditanam di Cordoba dan berhasil berbuah, meski tidak tumbuh di tanah asalnya.

Raja Seville pada abad ke-11, al Mu’tamid, suatu saat ditawari oleh seorang petani empat buah Melon ukuran besar. Ia sangat tertarik, lalu bertanya teknik yang dipakai petani. Sang petani rupanya memakai teknik perkebunan baru, termasuk dengan pembabatan dahan dan penopangan tanaman dengan kayu. Di sisi Dunia Islam yang lain, seorang kalifah Muwahhidun yang berkuasa di Afrika Utara, Abu Ya’qub Yusuf I, membeli beragam jenis buah, mulai dari Pir hingga Apel, dari Granada dan Guadix. Ia lalu memerintahkan agar buah-buah ini ditanam di kebun yang ada di istananya, al Buhayra.

Peradaban Islam di Spanyol dikenal berkontribusi memajukan ilmu pengetahuan lewat berbagai perpustakaan yang dibangun oleh para rajanya dan kehadiran para sarjana di berbagai bidang, mulai dari astronomi hingga filosofi. Para sarjana ini menulis banyak karya penting yang diwariskan ke zaman selanjutnya.

Namun, yang tak boleh dilupakan adalah karya-karya di bidang botani yang juga lahir dalam jumlah yang besar pada masa ini dan membawa pengaruh penting. Para botanis ini umumnya juga berprofesi sebagai dokter yang harus mengetahui dunia tanaman dalam rangka mencari dan membuat obat-obatan herbal.

Mereka menerjemahkan dan merangkum ilmu botani dari masa Yunani dengan pengetahuan agrikultur dari Iberia, plus pengamatan mereka sendiri atas tanaman yang mereka temukan. Di antara mereka ada nama  Ibn Juljul (dokternya raja Cordoba), Abulcasis (dokternya al Hakam II dan al Mansur), serta Ibnu Sina atau Avicenna yang ternama itu. (ros/dikutip dari suaramuhammadiyah. id/edited)

Tags: Islamic GardensKebun-kebun IslamKebun-kebun Islam di Zaman Keemasan IslamZaman Keemasan Islam
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ketegasan Khalifah Umar bin Khattab, Memecat Panglima Khalid dan Membela Yahudi Terdzolimi

Next Post

Resmi, Polda Metro Jaya Tak Keluarkan Izin Reuni 212 di Patung Kuda

Mungkin Anda Juga Suka :

Naudzubillah, Nasib Anak yang Dilahirkan dari Hasil Zina Menurut Islam

Naudzubillah, Nasib Anak yang Dilahirkan dari Hasil Zina Menurut Islam

6 Mei 2026

...

Bekerja di Luar Rumah Saat Masa Iddah, Simak Penjelasan Komisi Fatwa MUI

Bekerja di Luar Rumah Saat Masa Iddah, Simak Penjelasan Komisi Fatwa MUI

17 Desember 2025

...

Ikhtiar Hindarkan Fakir, Berikut Bacaan Shalawat dari Rasulullah SAW

Ikhtiar Hindarkan Fakir, Berikut Bacaan Shalawat dari Rasulullah SAW

1 Desember 2025

...

Doa Belum Terkabul Karena 6 Penghalang Ini

Doa Belum Terkabul Karena 6 Penghalang Ini

19 September 2025

...

Cara Mensucikan Lantai yang Terkena Najis Basah

Cara Mensucikan Lantai yang Terkena Najis Basah

9 Juli 2025

...

Load More
Next Post
Resmi, Polda Metro Jaya Tak Keluarkan Izin Reuni 212 di Patung Kuda

Resmi, Polda Metro Jaya Tak Keluarkan Izin Reuni 212 di Patung Kuda

Gimana Cara Cek Sertifikat Vaksinasi di PeduliLindungi?

Gimana Cara Cek Sertifikat Vaksinasi di PeduliLindungi?

Discussion about this post

TERKINI

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video