Avesiar – Jakarta
Jadwal pelaksanaan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) terus menjadi polemik dengan adanya tarik ulur. Hingga kemarin (30/11) muncul tiga kubu yang sama-sama mengusung jadwal sendiri. Seperti dilansir jawapos.com.
Kubu pertama yang didukung sembilan kiai sepuh meminta muktamar diundur hingga akhir Januari 2022.
Kubu kedua yang didukung 27 pengurus wilayah NU (PWNU) meminta muktamar dimajukan jadi 17 Desember sesuai surat Rais Am PBNU KH Miftachul Achyar. Kini muncul kubu ketiga yang menginginkan muktamar tetap digelar sesuai jadwal, yakni 23–25 Desember 2021.
Namun, mereka meminta muktamar dilaksanakan secara daring (online). Keinginan kubu ketiga itu disampaikan para pengurus cabang istimewa NU (PCINU) sedunia.
Surat pernyataan sikap PCINU sedunia itu telah beredar di beberapa grup NU. Hingga tadi malam belum ada perwakilan PCINU sedunia yang bisa dikonfirmasi Jawa Pos mengenai pernyataan sikap tersebut.
Namun, Ketua Ittihatdul Mutakharijin Al Falah Ploso (IMAP) Ustad Syamsudin membenarkan adanya pernyataan sikap PCINU sedunia itu. Syamsudin menjelaskan, pernyataan PCINU sedunia yang mewakili 31 negara tersebut ditujukan kepada PBNU, PWNU, dan PCNU.
”Ada tiga poin yang disampaikan dalam surat itu,” katanya kepada Radar Lampung. Permintaan agar muktamar tetap diadakan sesuai jadwal, yakni 23–25 Desember 2021, berada pada poin ketiga.
Rais Syuriah PCINU Tiongkok periode 2017–2021 Imron Rosyadi Hamid juga telah membaca pernyataan sikap PCINU sedunia tersebut. ”Pernyataan sikap teman-teman itu harus diapresiasi,” katanya.
Meski demikian, dia mempertanyakan kesiapan panitia jika muktamar NU dilaksanakan secara online. ”Kalau soal SDM, saya yakin sangat banyak yang mampu. Tapi, bagaimana dengan kemungkinan kendala teknis di daerah?” ujarnya.
Apalagi, waktu pelaksanaan muktamar sudah dekat.
Imron juga menyatakan, perubahan jadwal muktamar menjadi sebuah keniscayaan setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM level 3 yang berlaku 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Namun, ada pihak yang berpendapat bahwa keputusan Konbes NU 2021 yang menyatakan muktamar diadakan pada 23 hingga 25 Desember tidak bisa diubah.
Menurut Imron, yang paling masuk akal adalah menjalankan diktum kedua hasil Konbes NU 2021. Diktum kedua itu memberikan kewenangan kepada Pengurus Besar NU (PBNU) untuk memutuskan tanggal perubahan pelaksanaan muktamar.
Imron menerangkan, surat pejabat rais am untuk menyelenggarakan muktamar dengan tenggat 17 Desember 2021 merupakan bagian dari upaya mencari kepastian pelaksanaan muktamar. Kewenangan rais am untuk mengendalikan pelaksanaan kebijakan umum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga NU pasal 58 ayat 1.
Menurut Imron, surat perintah yang ditujukan kepada panitia muktamar itu tidak berlebihan. Sebab, pasal 14 ayat 3 menempatkan syuriah sebagai pimpinan tertinggi NU. Lalu, bagaimana jalan keluarnya?
”Bermusyawarahlah, masih ada waktu. Bagaimanapun, kepemimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama itu di syuriah. Tanfidziyah hanya pelaksana,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meninjau venue untuk pembukaan muktamar di Pondok Pesantren Darussaadah, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah. Ditanya soal kepastian tanggal muktamar, Said menyatakan belum ditentukan. ”Belum ditentukan. Rapat dulu dong,” ucapnya kepada Radar Lampung.
Terkait surat rais am yang meminta muktamar dimajukan 17 Desember, Said menyatakan silakan berpendapat. ”Namanya orang berpendapat, boleh-boleh saja. Dilaksanakan 17 Desember 2021 juga siap,” tegasnya.
Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-34 NU Imam Aziz mengungkapkan, pihaknya masih menunggu keputusan PBNU. Namun, dalam rentang waktu tersebut, panitia tetap menggeber persiapan teknis. Utamanya terkait infrastruktur dan fasilitas muktamar yang sedianya dipusatkan di PP Darussaadah Lampung Tengah.
”Saat ini sedang dikebut pembangunan lokal (ruangan-ruangan, Red) untuk para muktamirin. Termasuk penginapan, toilet, sanitasi, dan sebagainya,” jelas dia kemarin.
Panitia juga mengusahakan untuk menguatkan sinyal internet nirkabel (wifi) di beberapa venue. ”Lainnya membangun aula pesantren karena nanti akan dihadiri oleh Bapak Presiden sendiri,” katanya. Imam berharap pembangunan bisa segera diselesaikan. Selain itu, acara-acara pramuktamar berjalan sebagaimana jadwal semula.
Pada 13 Desember nanti PBNU menggelar konser amal koin untuk memperkuat dukungan dana pelaksanaan muktamar. Konser tersebut rencananya digelar di Balai Sarbini, Jakarta, menghadirkan musisi kenamaan tanah air seperti grup Padi Reborn, Addie M.S., dan Seroja. (ard)











Discussion about this post