Avesiar – Jakarta
Dari sekian banyak perang yang dipimpin oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam membela Islam sebagai Agama yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, terdapat sebuah perang pertama terbesar.
Dalam perang pertama terbesar beserta kemenangan yang diraih ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengirimkan 5000 malaikat yang memakai tanda, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an surah Ali Imran ayat 125, untuk membantu kaum Muslimin yang hanya berjumlah sekitar 313 – 314 orang.
Dikutip dari sejarahlengkap.com ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya perang badar di antaranya yaitu:
1. Kebencian Abu Jahal
Nabi Muhammad lahir dari keluarga Bani Hasyim dan suku Quraisy. Perjalanan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sejak menerima wahyu di usia 40 tahun kemudian dilindungi oleh pamannya, pemimpin Bani Hasyim dan suku Quraisy yaitu Abu Thalib.
Setelah kematian Abu Thalib pada tahun 619 M, sayangnya kepemimpinan Bani Hasyim diteruskan kepada Amr bin Hisyam atau Abu Jahal yang merupakan salah satu musuh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Kemunculan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan kegiatan berdakwahnya telah mengancam posisi Abu Jahal sebagai penguasa Mekah, begitu juga dengan sisa kaum Quraisy lainnya yang melihat kaum Muslimin sebagai penjahat yang mengancam lingkungan dan kewibawaan mereka.
2. Umat Islam Ditindas
Perlakuan buruk terhadap kaum muslim tidak hanya berlangsung di kota Mekkah saja namun kaum kafir Quraisy juga menekan kaum Muslimin hingga ke Madinah. Kaum Quraisy melakukan teror yang sama dengan menyerang dan menguasai harta benda kaum Muslimin karena takut banyak hasil perdagangan yang akan berpindah kepada kaum Muslimin.
Bahkan kaum Quraisy yang memeluk agama Islam menerima akibat dikeluarkan dari sukunya, yang mana hal tersebut merupakan suatu penghinaan yang amat serius bagi seseorang pada masa itu sehingga sanggup menjadi pemicu atau penyebab perang Badar Kubra.
3. Perampasan Harta Benda dan Pengusiran Kaum Muslim
Sejak Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam gencar melakukan dakwahnya, orang-orang musyrik Mekah sudah melancarkan peperangan dengan menghalalkan darah kaum muhajirin dan juga merebut paksa kekayaan mereka.
Hilangnya perlindungan dari Abu Thalib juga turut meningkatkan kekerasan terhadap kaum Muslimin di Mekkah. Teror inilah yang memaksa umat Islam untuk hijrah ke Madinah pada tahun 622 M. Namun karena mereka meninggalkan harta bendanya untuk hijrah, akibatnya harta benda tersebut menjadi sasaran perampasan kaum kafir Quraisy.
Bagi umat Islam, perang Badar merupakan peristiwa besar. Sebab, peristiwa merupakan pertempuran besar pertama umat Islam melawan musuh. Dengan pertolongan Allah, kaum Muslimin menang, meski kalah jumlah.
Saking hebatnya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai menamainya sebagai Yaum Al Furqan (hari pembeda) karena pada hari itu dibedakanlah mana yang haq dan batil. Saat itu pula Allah menurunkan pertolongan besar untuk kaum Muslimin dan memenangkan mereka atas musuh-musuhnya.
Waktu Terjadinya Perang Badar Kubra

Perang Badar Kubra terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun kedua Hijriah. Sebab dari terjadinya perang ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. menugaskan beberapa orang sahabat untuk menghadang kafilah Quraisy yang kembali dari Syria menuju Makkah. Saat itu kafilah membawa harta kekayaan penduduk Mekah yang melimpah. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam tidak bertujuan melakukan peperangan.
Namun, kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan tersebut berhasil lolos, setelah berhasil mengirim utusan ke Quraisy, yaitu meminta mereka untuk melindungi kafilah. Kufar Quraisy mengerahkan sekitar 1.000 prajurit, 600 di antaranya mengenakan baju besi, 100 kuda beralas baju besi selain baju besi pasukan kavaleri, dan 700 unta. Mereka juga menyertakan penyanyi yang bertugas manabuh rebana dan menyanyikan lagu hinaan terhadap prajurit Muslim.
Sedangkan prajurit Muslim berjumlah 313 atau 314. Sebagian besar dari kalangan Anshar, dengan menyertakan 70 unta, dan hanya dua atau tiga ekor kuda. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menggilir rombongan yang sedikit ini menaiki seekor unta selang beberapa waktu sekali.
Sebelum masuk ke medan perang, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam meminta masukan dari para sahabat, terutama kaum Anshar, untuk memulai pertempuran. Kaum Muhajirin memberi saran pada Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam untuk memulai perang. Mereka berkata dengan baik.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersama pasukannya lalu berjalan sampai sumber air terdekat dari Badar dan berhenti di sana. Al-Habbab bin Al-Mundzir berkata,
“Wahai Rasulullah, apakah ini wahyu yang Allah turunkan kepadamu agar engkau jangan maju dan mundur darinya (berdiam di tempat), atau sekadar pendapat, siasat perang, dan strategi?” Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, “Tidak, ini adalah sekadar pendapat, siasat perang, dan strategi.”
Al-Habbab bin Al-Mundzir memberi masukan agar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam (beserta pasukan) berjalan ke tempat lain yang lebih strategis dan lebih memungkinkan bagi kaum Muslimin untuk memutus sumber mata air Badar dari kaum kafir. Setelah itu, Rasulullah bersama sahabat bangkit menuju tempat yang ditunjukkan Al-Habbab. Mereka bermukim di sana.
Sa’d bin Mu’adz kemudian menyarankan agar didirikan arisy (sejenis tenda) bagi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di belakang barisan pasukan Muslim. Apabila Allah meluhurkan mereka maka hal inilah yang beliau inginkan. Bila tidak, beliau duduk di atas kendaraan dan bertemu dengan orang-orang di Madinah.
Ketika dua pasukan tempur itu akan bertempur, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam segera menyiapkan barisan Muslimin sambil mendorong mereka untuk bertempur dan menanamkan kecintaan mati syahid.
Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Demi Dzat yang diriku ada pada genggaman-Nya, pada hari ini, tidak seorang pun berjuang melawan mereka (kafir Quraisy), lalu ia gugur dalam kondisi sabar dan mengharap rida Allah serta pantang mundur, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga.”
Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kembali ke tenda bersama Abu Bakar. Sedang Sa’d bin Mu’adz mengawal beliau dengan pedang terhunus. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mulai berdoa.
Di antara doanya, “Ya Allah, aku mengingatkan kekuasaan dan janji-Mu; Ya Allah, jika Engkau binasakan golongan ini (kaum mukmin yang bertempur), Engkau tidak akan disembah di bumi.”
Nabi bersujud begitu lama, sampai Abu Bakar berkata, “Cukup Rasulullah, sungguh Allah akan memenuhi janji-Nya.” Tak lama kemudian, pertempuran berjalan dengan panasnya dan berakhir dengan kemenangan di pihak kaum Muslimin.
Dari pihak musyrikin terbunuh sekitar 70 orang. Di antara korban itu terdapat para pembesar Quraisy, seperti Abu Jahal dan 70 orang lainnya menjadi tawanan perang. Rasulullah memerintahkan untuk menguburkan seluruh prajurit yang gugur, lalu beliau kembali ke Madinah.
Semangat jihad yang membara di bulan Ramadan membuat pasukan Islam berhasil menewaskan tiga pimpinan perang dari kaum Quraisy, yakni Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah.
Beberapa sahabat memberi saran perihal tawanan perang Umar menyarankan agar seluruh tawanan perang dibunuh. Sedang Abu Bakar berpendapat supaya mereka dibebaskan dengan membayar tebusan. Rasulullah menerima saran Abu Bakar. Akhirnya, kaum musyrik harus menebus tawanan mereka dengan sejumlah uang.
Pertempuran Badar disinggung lewat beberapa ayat di dalam Al Qur’an Surah Ali Imran:
QS 3: 123 : “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.”
QS 3: 124 : “(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: ” Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
QS 3: 125 : “Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.”
QS 3: 126: “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa.”
Demikianlah sejarah singkat mengenai Perang Badar Kubra, sebuah perang besar pertama umat Islam yang juga meraih kemenangan gemilang bagi kaum Muslimin. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam. (ros/dari berbagai sumber)











Discussion about this post