Avesiar – Jakarta
Menggapai khusyuk dalam shalat adalah salah satu idaman bagi setiap Muslim. Khusyuk adalah bersungguh-sungguh, keikhlasan hati, fokus dan berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sedangkan Ibnu Abbas, dikutip dari masjidpedesaan.or.id, Sabtu (26/2/2022), menerangkan bahwa khusyuk mempunyai arti khidmat dan penuh takut.
Khidmat dan penuh takut disini menandakan bahwa dalam sholat semua orang muslim menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara penuh, dan tidak boleh tergesa-gesa atau main-main dalam sholat.
Sholat juga menjadi pembeda antara orang mukmin (kaum yang taat) dan kuffaro. Sesuai firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an:
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (Q.S. Al-Baqarah : 45)
Terdapat cara dan tips menggapai sikap khusyuk dalam sholat. Selain beruntung dan menghadirkan hati yang ikhlas dan tenang untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala, mereka yang khusyuk juga akan mendapatkan kenikmatan ibadah yang tidak akan membebani dalam menjalankannya.
Imam Al-Ghozali dalam Kitabnya yang berjudul Bidayatul Hidayah menyampaikan beberapa tips dan cara agar ala Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam agar bisa khusyuk dalam menjalankan ibadah sholat.
Memuliakan Adab Sholat sebagai Cara Sholat Khusyuk
Apabila seorang muslim yang sudah membersihkan diri dari najis dan kotoran yang ada di pakaian, badan, serta tempat sholat, juga sudah menutup aurat dari batas pusar sampai dengkul, maka berdiri dan menghadap ke arah kiblat dengan kaki yang lurus, tapi tidak dirapatkan dan dalam sikap yang tegak.
Kemudian dapat membaca Surah An-Naas untuk berlindung diri dari godaan setan yang terkutuk.
Buang Segala Rasa Was-Was dan Bisikan Agar Dapat Sholat Khusyuk
Godaan dalam menjalankan ibadah sholat adalah pikiran dan bisikan-bisikan yang ada. Seorang muslim agar sholatnya khusyuk wajib memperhatikan kepada siapa yang akan dihadap dan bermunajat sekarang yaitu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Seorang muslim hendaknya malu dan berserah diri dengan hati yang damai dan ikhlas.
Sembahlah Allah SWT Seakan Kamu Melihat-Nya
Sadarlah para muslim bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala dapat mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di dalam dirimu dan di isi hatimu Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mengetahui semua itu. Perlu diingat bahwa Allah hanya akan menerima ibadah sholatmu sesuai kadar ketundukan, kekhusyukan, dan ketawaduan.
Agar khusyuk dan bersungguh-sungguh, sembahlah Allah dalam sholatmu yang seakan-akan kamu melihat-Nya, walaupun dirimu tidak melihat-Nya tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya Dia Melihatmu.
Persembahkan Hati Penuh Ketenangan
Jika hati dan pikiran kamu belum bisa tenang sepenuhnya, maka kamu belum mengenal mengenai keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hadirkanlah sikap yang tenang dan merasa malu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Berserahdirilah, karena sesungguhnya orang yang khusyuk dalam menjalankan sholat adalah orang yang tenang dan selalu merasa rendah di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Perbanyak Istighfar, Jika Hati Masih Lalai Terhadap-Nya
Apabila dirimu dapat khusyuk jika dilihat oleh seorang hamba yang hina, sementara dirimu tidak mengetahui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihatmu dan tidak takut pada keagungan-Nya, betapa hina dan durhaka perbuatan itu. Maka jika seorang muslim yang sadar akan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka selalu ucapkan istigfar dan merenunglah, dan terhindar hati yang lalai dan lupa saat menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena sholat itu adalah ibadah yang akan menghadap Allah secara langsung.
Kemudian Imam Al-Ghozali juga memberikan suatu nasihat, jika hatimu sudah tenang dan hadir, maka jangan lupa untuk mengucapkan seruan iqamah jika dirimu melaksanakan sholat secara munfarid atau sendirian.
Tapi, jika dirimu melaksanakan sholat dengan berjamaah bersama yang lain, hendaknya dirimu melakukan seruan adzan dan kemudian melakukan seruan iqamah.
Demikian cara sholat khusyuk yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat disebutkan oleh Imam Al-Ghozali di bukunya.
Hendaknya memang seorang mukmin harus melaksanakan sholat lima waktu secara baik dan benar serta khusyuk, karena bertujuan sebagai menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan segala kenikmatan yang diberikan kepada kita semua. Wallahua’lam. (ard)













Discussion about this post