Avesiar – Jakarta
Salah satu kewajiban seorang Muslim kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tidak bisa ditinggalkan dan tidak bisa diganti sebagaimana ibadah lain seperti puasa Ramadhan adalah shalat. Meninggalkan shalat adalah perkara yang diharamkan dalam Islam. Oleh karena itu, janganlah tinggalkan shalat 5 waktu sesibuk apapun seorang Muslim.
Untuk mengetahui dan memahami lebih lengkap tentang kewajiban shalat 5 waktu, berikut ulasan lengkap dikutip dari beberapa sumber.
Shalat lima waktu adalah shalat yang hukumnya fardhu ‘ain dan dikerjakan pada waktu tertentu, sebanyak lima kali sehari. Shalat lima waktu merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Allah menurunkan perintah shalat lima waktu ketika peristiwa Isra Mikraj.
Shalat ini hukumnya fardu ain (wajib), yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah baligh, kecuali berhalangan karena sakit keras, gangguan kejiwaan, haid, dan sebagainya.
Jika sakit atau disabilitas yang membatasi umat menjalankan shalat sebagaimana mestinya, maka mereka diperbolehkan melakukan shalat dalam posisi duduk atau berbaring semampu mereka.
Awalnya, umat Islam hanya diperintahkan untuk melakukan shalat dua kali dalam sehari, yaitu shalat Fajr (subuh) dan shalat Isya (malam). Namun, seiring berjalannya waktu, perintah shalat lima waktu disempurnakan melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.
Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan spiritual yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, di mana beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem, kemudian naik ke langit untuk bertemu dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dalam peristiwa yang terjadi pada malam hari itu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan perintah langsung kepada Nabi Muhammad untuk melaksanakan shalat lima waktu. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Isra’ ayat 1:
“Maha suci Allah yang telah mengisra’kan (memperjalankan) hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang kami berkahi sekelilingnya, untuk kami tunjukkan kepadanya tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan) Kami. Sesungguhnya (Allah) Maha Mendengar dan Melihat.” (QS Al-Isra’: 1).
Akhirnya, jumlah shalat diperintahkan menjadi lima kali sehari, namun pahala yang diterima setara dengan lima puluh kali shalat. Inilah yang menjadi dasar pelaksanaan shalat lima waktu dalam Islam, yaitu shalat Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.
Setelah peristiwa Isra’ Mi’raj, shalat lima waktu menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Meskipun terdapat tantangan dan ujian bagi umat Islam dalam menjalankan kewajiban ini, pelaksanaan shalat lima waktu tetap menjadi simbol ketundukan dan kepatuhan seorang Muslim kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu adalah suatu kewajiban dalam waktu-waktu tertentu bagi orang-orang mukmin.” (QS An-nisa: 103)
Selain itu, shalat bukan hanya sekadar ibadah ritual, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mendapatkan ketenangan batin, dan memperkuat ikatan ukhuwah sesama Muslim.
Ibadah shalat juga menjadi penentu dari semua amal di hari akhir kelak. Singkatnya, seseorang yang istiqamah mengerjakan shalat fardhu, maka semakin mudah meniti jalan ke surga.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Pertama kali yang akan dihisab atas seorang hamba Allah di hari kiamat adalah shalat. Apabila ia baik, niscaya baik semua amalnya. Dan apabila ia buruk niscaya buruk semua amalnya.” (Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitab Al-Ausath dan Dilya’ dalam kitab Al-Mukhtarah dari sahabat Anaa ra dengan isnad hasan).
“Sesungguhnya pertama kali yang akan dihisab atas seorang hamba Allah di hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka ia beruntung dan selamat. Dan apabila shalatnya buruk, maka pasti celaka dan rugi.” (Diriwayatkan Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra (redaksi Tirmidzi dengan isnad yang hasan))
Hukum Shalat 5 Waktu
Hukum shalat 5 waktu adalah wajib bagi setiap muslim yang telah baligh dan berakal. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah: 43).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menegaskan bahwa sholat 5 waktu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman:
“Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (QS. An-Nisa: 103).
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, dan puasa Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim).
Barangsiapa yang meninggalkan sholat 5 waktu tanpa alasan yang syar’i, maka ia telah berdosa besar dan terancam azab Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah).
Waktu Shalat 5 Waktu
Waktu sholat 5 waktu telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesuai dengan pergerakan matahari. Berikut adalah penjelasan tentang waktu sholat 5 waktu dan jumlah raka’atnya:
•Waktu sholat Subuh
Dimulai dari terbitnya fajar sampai matahari hampir terbit. Jumlah raka’atnya adalah 2 raka’at.
•Waktu sholat Dzuhur
Dimulai dari tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit sampai bayangan sesuatu yang ada di bawahnya hampir sama panjangnya. Jumlah raka’atnya adalah 4 raka’at.
•Waktu sholat Ashar
Dimulai dari bayangan suatu benda sama panjangnya dengan benda itu sendiri sampai matahari hampir terbenam atau cahaya matahari belum berwarna kuning. Jumlah raka’atnya adalah 4 raka’at.
•Waktu sholat Maghrib
Dimulai dari matahari terbenam sampai mega merah hampir hilang. Jumlah raka’atnya adalah 3 raka’at.
•Waktu sholat Isya
Dimulai dari hilangnya mega merah sampai fajar shadiq hampir terbit. Jumlah raka’atnya adalah 4 raka’at.
Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)











Discussion about this post