Avesiar – Jakarta
Setiap anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Islam menegaskan kewajiban tersebut di dalam Al Qur’an dan hadist. Sebagai manusia yang sangat besar jasa-jasanya dalam kehidupan seorang anak, orang tua dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Dilansir laman Nahdlatul Ulama, Kamis (3/7/2025), dalam materi Khutbah Jum’at, ditulis bahwa tidaklah mengherankan bahwa Allah mengaitkan ridha-Nya dengan ridha kedua orang tua. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada murka kedua orang tua.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, dan dinilai sahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
Hadist tersebut menjelaskan bahwa jika kita mengharap ridho Allah salah satu yang mesti kita perhatikan sungguh-sungguh adalah membuat orang tua kita ridho. Sekaligus hadits ini menekankan untuk tidak meremehkan hak-hak orang tua kita, sebab hal tersebut bisa menjadi petaka dan bencana bagi seorang anak, karena durhaka dan mengecewakan kepada orang tua bisa memicu murka Allah Ta’ala. Naudzubillah min dzalik.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS al-Isra’: 23)
Mengenai ayat tersebut ada kesamaan dengan sebuah riwayat yang ditampilkan oleh Imam Abu Laits As-Samarkandi dalam kitab beliau Tanbihul Ghafilin halaman 124:
“Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Jika Allah mengetahui sesuatu dari durhaka yang lebih rendah daripada ‘uff’ (kata-kata kasar), niscaya Allah akan melarangnya. Maka hendaklah orang yang durhaka melakukan apa saja yang dia inginkan, karena dia tidak akan masuk surga. Dan hendaklah orang yang berbakti melakukan apa saja yang dia inginkan, karena dia tidak akan masuk neraka.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sabdanya menegaskan betapa besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Beliau menyatakan bahwa seandainya Allah mengetahui bentuk durhaka yang lebih ringan daripada sekadar mengucapkan kata “ah” atau berkata kasar kepada orang tua, niscaya Allah akan melarangnya.
Durhaka kepada orang tua merupakan perbuatan yang sangat tercela, yang dapat mendatangkan murka Allah dan menghalangi seseorang untuk masuk surga.
Sedangkan orang yang berbakti kepada kedua orang tua digambarkan sebagai mereka yang akan memperoleh kebaikan dan pahala yang besar, serta terhindar dari siksa neraka, meskipun mereka pernah melakukan kesalahan atau dosa lainnya.
Bakti kepada orang tua memiliki pengaruh positif yang luar biasa dalam kehidupan seseorang, bahkan dapat menjadi jalan untuk memperoleh ampunan dan rahmat Allah Ta’ala.
Beberapa sahabat meriwayatkan, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Kurangnya doa untuk kedua orang tua dapat menyempitkan kehidupan seorang anak.” Kemudian, seseorang bertanya kepada sahabat tersebut, “Apakah seorang anak masih dapat membuat orang tuanya ridha setelah mereka meninggal dunia?” Sahabat itu menjawab, “Tentu, seorang anak dapat membuat orang tuanya ridha melalui tiga cara. Pertama, menjadi anak yang saleh, karena tidak ada yang lebih dicintai oleh orang tua selain kesalehan anaknya. Kedua, menjaga silaturahmi dengan kerabat dan sahabat orang tua. Ketiga, mendoakan serta memohonkan ampunan bagi kedua orang tua dan bersedekah atas nama mereka.”
Itulah penjelasan yang terdapat dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abu Laits As-Samarkandi, halaman 129. (adm)













Discussion about this post