Avesiar – Jakarta
Berencana mengundurkan diri, Perdana Menteri Prancis Francois Bayrou yang akan menuju Istana Elysee pada Selasa siang (10.00 GMT) untuk mengajukan hal tersebut kepada Presiden Emmanuel Macron, lapor BFMTV, dikutip dari kantor berita TASS.
“Sekitar tengah hari,” kata saluran TV Prancis tersebut mengutip seorang pejabat yang dekat dengan Perdana Menteri Prancis. Menurutnya, Bayrou telah menyiapkan naskah permohonannya. Namun, bahkan setelah Presiden menyetujui pengunduran diri Bayrou dan pemerintahannya, para menteri akan tetap menjalankan tugas mereka hingga kepala negara menunjuk perdana menteri baru dan kabinet baru dibentuk.
Media massa La Tribune sebelumnya melaporkan bahwa Istana Elysee memperkirakan presiden akan menunjuk perdana menteri baru sebelum keberangkatannya ke pertemuan Majelis Umum PBB di New York pada 21 September.
Laporan media telah berspekulasi siapa yang mungkin menggantikan Bayrou, dengan menyebutkan bahwa politisi yang paling dekat dengan presiden, termasuk Menteri Angkatan Bersenjata Sebastien Lecornu, Menteri Kesehatan Catherine Vautrin, Menteri Kehakiman Gerald Darmanin, dan Menteri Ekonomi dan Keuangan Eric Lombard, serta Pierre Moscovici, mantan Komisioner Eropa dan presiden pertama Pengadilan Audit, dan Xavier Bertrand, presiden dewan regional Hauts-de-France, mungkin dipertimbangkan.
Marine Le Pen, ketua fraksi parlemen dari partai National Rally, mengatakan bahwa pemimpin partai, Jordan Bardella, siap menjadi perdana menteri. Hal ini setelah para pemimpin oposisi mengumumkan ambisi mereka untuk membentuk pemerintahan baru.
Bayrou gagal dalam mosi tidak percaya. Sementara Marine Tondelier, pemimpin Partai Ekologi, juga meminta Macron untuk menerima pemimpin berhaluan kiri sebelum menunjuk perdana menteri baru, dan Olivier Faure, pemimpin Partai Sosialis, secara terbuka mengatakan partainya siap membentuk pemerintahannya sendiri. (ard)











Discussion about this post