Avesiar – Jakarta
Israel menyerang Qatar dengan dalih untuk membunuh para pejabat Hamas, Selasa (9/9/2025), pada pukul 16.00 waktu setempat, ketika negosiasi gencatan senjata Gaza sedang berlangsung.
Serangan menargetkan gedung-gedung di kawasan ramai tersebut, dikutip dari The New Arab, menewaskan enam orang, lima di antaranya terkait dengan Hamas dan satu orang petugas keamanan Qatar.
Hal ini membuat tim hukum Qatar, yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mohammed bin Mubarak Al-Khulaifi, telah memulai proses hukum setelah serangan Israel pada hari Selasa itu. Tidak hanya itu, Qatar pada hari Rabu juga mengirimkan surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, terkait agresi Israel.
Surat tersebut, menurut Kantor Berita Qatar (QNA), disampaikan oleh Sheikha Alya Ahmed bin Said al-Thani, perwakilan tetap negara Qatar untuk PBB. Qatar sejak itu meminta agar surat tersebut diedarkan kepada anggota Dewan Keamanan dan diterbitkan sebagai dokumen resmi.
Negara tersebut mengecam keras yang dianggap sebagai serangan kriminal yang merupakan pelanggaran berat terhadap semua hukum dan norma internasional dan merupakan ancaman serius terhadap keamanan dan keselamatan warga Qatar serta penduduk di wilayahnya.
Sementara itu, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abudlrahman al-Thani, menyebut serangan Israel di Doha sebagai serangan “berbahaya” dan “tindakan jahat”.
“Negara Qatar berhak untuk menanggapi serangan Israel, dan akan menindak tegas setiap pelanggaran atau agresi sembrono yang mengancam keamanannya dan stabilitas kawasan,” kata al-Thani dalam konferensi pers
Disebutkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Qatar sebelumnya mengumumkan bahwa seorang anggota Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Badr Saad Mohammed al-Humaidi al-Dosari, dinyatakan tewas setelah serangan tersebut.
Dari pihak Hamas, diduga Khalil al-Hayya, putra Khalil al-Hayya, kepala biro politik Hamas, juga tewas dalam serangan tersebut dan dalam sebuah pernyataan, Hamas menyebutkan sejumlah orang yang tewas dalam serangan tersebut, termasuk Jihad Labad, Abdullah Abdul Wahid, Moemen Hassouna, dan Ahmed al-Mamluk.
Sementara, beberapa personel keamanan juga terluka saat bertugas selama serangan tersebut. Serangan itu membuat kabinet Qatar akan membahas kembali agresi Israel itu. (ard)













Discussion about this post