Avesiar – Jakarta
Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP), sebuah program Laznas Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) yang merupakan mitra strategis Bank Syariah Indonesia (BSI), melahirkan beberapa wiarusahawan muda yang berasal dari berbagai daerah. Salah satunya wirausahawan menu bebek berlabel “Bebek Terpesona” Afifatul Qurana.
Ifa panggilan akrabnya merupakan pebisnis makanan dengan branding Bebek Terpesona. Dari program ISDP dirinya mengaku mendapatkan ilmu dan pengalaman tidak hanya di bidang bisnis tapi juga proses menjadi entrepreneur yang memberikan banyak manfaat.
“Dari ISDP saya dibimbing secara mental dan spiritual termasuk bagaimana cara menjadi pemimpin yang bertanggung jawab bagi sekitar,” kata Ifa, dalam siaran pers yang dikirim Humas BSI ke redaksi Avesiar.com, Ahad (11/4/2022).
Berkat pendampingan ISDP, saat ini Bebek Terpesona telah mempunyai dua cabang yang pertama adalah cabang pusat di Bangkalan dan kedua adalah cabang di Surabaya. Ifa menjelaskan saat ini menu yang paling laku adalah sambal pencit khas madura.
Dengan menu dan inovasi produk dan layanan diharapkan Bebek Terpesona bisa terus mengalami peningkatan penjualan dan menjadi pilihan masyarakat. Ifa berharap ke depan bisa terus membuka cabang di luar Bangkalan dan Madura dan bisa membuka sistem waralaba atau franchise.
Bisnis Bebek, menurut Ifa mempunyai potensi cukup besar, karena menurut riset, sebagian besar masyarakat menyukai menu makanan berbasis bebek.
Bisnis Bebek dipilih karena dari beberapa keluarga Ifa di Madura, sebagian besar memang suka makanan berbasis bebek. Selain itu, memang Ifa menjelaskan bahwa dirinya memang suka berpetualang di bidang kuliner. Akhirnya dirinya memutuskan untuk memulai usaha bebek.
Nama Bebek Terpesona terinspirasi dari awal 2021 ketika lagu Terpesona dipopulerkan oleh artis Bulan Sutena. “Awal merintis bisnis ini bersamaan dengan viralnya sound tiktok terpesona oleh Bulan Sutena,” katanya.
Setelah mendapatkan nama, dirinya terus meningkatkan penjualan di outlet pertamanya di Bangkalan. Dalam menjalankan bisnis, dia mengakui tidak selamanya lancar.
Ifa mengatakan, selama dua bulan penjualan Bebek Terpesona sempat tidak mengalami peningkatan. Untung pada saat itu, dirinya terinspirasi untuk mempromosikan usahanya dengan menggunakan media sosial baik Whatsapp, Tiktok sampai Instagram.
Tak berhenti di situ, dirinya juga menggunakan jasa Key Opinion Leader (KOL), influencer, dan food vlogger untuk mempromosikan makanannya. Dari situlah Ifa menjelaskan, penjualan mulai mengalami kenaikan hingga sekarang bisa membuka cabang di Surabaya. (dwi)













Discussion about this post