• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Ketika Rasulullah Menghukum Tidak Mengajak Bicara Kaab bin Malik Selama 50 Hari

by Ave Rosa
14 Agustus 2022 | 23:22 WIB
in Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Reading Time: 4 mins read
A A
Ketika Rasulullah Menghukum Tidak Mengajak Bicara Kaab bin Malik Selama 50 Hari

Ilustrasi. Foto: dok. Avesiar.com

Avesiar – Jakarta

Kisah tentang bagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghukum sahabat yang bersalah atau alpa terjadi pada saat Perang Tabuk.

Perang ini adalah salah satu perang kenamaan di masa Rasulullah, terjadi pada tahun kesembilan Hijriah, tepatnya pada bulan Rajab. Berdasarkan beberapa riwayat, seperti dalam kitab Sirah Nabawiyyah karya Ibnu Hisyam, perang ini merupakan perang yang berat karena cuaca yang kering, keadaan paceklik, serta lokasi peperangan yang jauh. Kisah berikut disarikan dari keterangan kitab tersebut.

Di antara rombongan umat Islam itu, tersebutlah Kaab bin Malik yang tidak ikut serta dalam keberangkatan menuju Perang Tabuk. Sebelumnya, Kaab bin Malik dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang terpercaya, golongan orang-orang yang pertama masuk Islam, dan selalu mengikuti perang bersama Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Orang-orang tidak meragukan keimanannya.

Namun sayangnya, pada perang Tabuk ini, Kaab bin Malik ketinggalan rombongan sebab keterlambatannya dalam menyiapkan perbekalan. Saat Kaab masih bingung dalam persiapan menuju medan perang Tabuk, ternyata Nabi dan sahabat lain sudah bergegas menuju medan peperangan.

Kaab bin Malik pun gelisah karena keterlambatannya ini. Ia mengetahui bahwa ketika ada umat Islam yang mangkir dari perang, dan bukan disebabkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut adalah termasuk dosa yang besar.

Dalam kegelisahannya itu, ketika keluar rumah, ia menemui bahwa yang masih berada di sekitar lingkungannya adalah orang-orang yang bermaksud mangkir dari peperangan – konon disebut kaum yang munafik – dan orang-orang lemah yang tidak mampu berperang.

Di sisi lain, seusai perang, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam baru menyadari bahwa Kaab bin Malik tidak ikut serta dalam perang Tabuk itu. Baginda Shallallahu Alaihi Wasallam menanyakan pada para sahabat,

Bacaan Terkait :

Khusyuknya Abdul Kholiq, Dosen PTIQ Juara Hafidz Qur’an, Pengurus NU Depok, Dai dan Assesor Nasional

Gelar 104 Pertandingan Terdiri dari 48 Tim dan 12 Grup di 16 Kota 16 Stadion serta Harga Tiket

Budiyanto Darmastono “The Pioneer Minded”, Bos Kurir SAP Ekspres yang Terapkan IT Terdepan untuk COD

Memahami Tarekat atau Thoriqoh, Terminologi, Pengertian, dan Para Tokohnya

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

Load More

“Ke manakah Kaab bin Malik?”

Kemudian ada yang mengatakan, konon seorang sahabat dari Bani Salimah, mempertanyakan jangan-jangan Kaab ini mementingkan dirinya sendiri. Tapi langsung ia didamprat oleh sahabat Muadz bin Jabal ra.

“Perkataanmu buruk sekali! Tidak pantas kau katakan itu atas Kaab bin Malik!”

Kaab menjadi resah saat ia tahu bahwa ia tertinggal dan absen dari perang. Hal yang ia resahkan, adalah bagaimana ia akan berujar pada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tentang keadaan yang menimpanya. Sempat ada hasrat berbohong, tapi ia urungkan.

Setibanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di Madinah, lalu menunaikan shalat sebagaimana beliau amalkan seusai perang, orang-orang yang tidak mengikuti perang mendatangi beliau Shallallahu Alaihi Wasallam dan menyampaikan alasan-alasan mereka.

Disebutkan kurang lebih delapan puluh orang. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menerima alasan mereka, dan mengatakan bahwa beliau menyerahkan urusan kebenaran dalam hati mereka dengan Allah. Kaab bin Malik pun menjadi rikuh.

Ia beranikan diri mendatangi Nabi, lantas berkata dengan jujur.

“Sejujurnya Nabi, tidak ada yang menghalangi saya untuk mengikuti perang. Saya rela mendapat hukuman atas kesalahan yang telah saya perbuat. Daripada saya mendapat murka Allah atas alasan-alasan yang saya perbuat, lebih baik saya mendapat hukuman darimu, Nabi.”

Mendengar pengakuan yang tulus itu, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menerimanya. Namun karena beliau tahu bahwa kesalahan yang diperbuat Kaab bin Malik adalah kesalahan yang besar, maka beliau Shallallahu Alaihi Wasallam memutuskan untuk menunggu jawaban dari Allah.

Rupanya selain Kaab bin Malik, ada dua sahabat lainnya yang mengalami hal serupa, dengan alasan yang sama dengan Kaab bin Malik.

Beberapa hari kemudian, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan para sahabat untuk tidak mengajak bicara Kaab bin Malik dan dua sahabat lainnya itu sebagai bentuk hukuman. Tentu saja bagi mereka bertiga, hal itu terasa menyesakkan perasaan.

Dalam riwayat, Kaab bin Malik berusaha bertingkah biasa, namun bagaimanapun ia merasakan tekanan yang berat saat diabaikan oleh sahabat-sahabat lainnya.

Ia sempat berjumpa seorang sahabat, lantas bertanya, “Tidak tahukah engkau bahwa aku ini sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya?”

Sahabat itu menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui tentang hal itu.”

Kaab bin Malik semakin kesulitan. Kemudian pada hari keempat puluh, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menambahkan bahwa Kaab bin Malik dan dua sahabat lainnya yang tidak ikut perang tersebut diminta untuk tidak mendekati istri-istri mereka.

Tak terasa, hukuman itu terjadi sampai lima puluh hari. Pada hari kelima puluh itu, Kaab bin Malik melakukan shalat sebelum fajar, lantas mengadukan masalahnya kepada Allah.

“Kaab!” Terdengar suara Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memanggil. Kaab bin Malik terkejut.

“Sungguh, ampunan Allah sudah tiba untuk kalian bertiga!” terang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berseri-seri.

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tiga ayat dari surat At Taubah, yaitu ayat 117 sampai 119 yang menjelaskan tentang ampunan Allah untuk mereka bertiga.

Kaab merasakah bahagia, yang dalam riwayat disebutkan bahwa ia tak pernah sebahagia itu sejak dilahirkan ibunya. Kejujurannya berbuah manis, meski ia harus menanggung konsekuensi atas alasan yang ia sampaikan akibat keterlambatannya mengikuti perang.

Dan memang diriwayatkan bahwa alasan keteledoran mereka itu, bukanlah bermaksud untuk berpaling dari kewajiban perang, sehingga Allah mengampuni mereka bertiga.

Jujur mengakui kesalahan atau kealpaan memang berdampak pahit. Namun, hal tersebut adalah sikap berani mempertanggungjawabkan kesalahan. Seperti yang dicontohkan Kaab bin Malik dan dua sahabat tersebut. (adm/dikutip dari merdeka. com)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gereja Ortodoks Koptik di Giza Mesir Kebakaran, Sedikitnya 41 Meninggal dan 55 Terluka

Next Post

Orang Miskin di Filipina Naik Menjadi Hampir 20 Juta Sejak Pandemi

Mungkin Anda Juga Suka :

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

9 April 2026

...

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

25 Maret 2026

...

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

4 November 2025

...

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

3 September 2025

...

Larangan Mengganggu Tetangga yang Disabdakan Rasulullah SAW dari  Berbagai Hadits

Larangan Mengganggu Tetangga yang Disabdakan Rasulullah SAW dari  Berbagai Hadits

28 April 2025

...

Load More
Next Post
Orang Miskin di Filipina Naik Menjadi Hampir 20 Juta Sejak Pandemi

Orang Miskin di Filipina Naik Menjadi Hampir 20 Juta Sejak Pandemi

Syaratnya Mudah, Dibuka Rekrutmen 6179 Pendamping Proses Produk Halal 

Syaratnya Mudah, Dibuka Rekrutmen 6179 Pendamping Proses Produk Halal 

Discussion about this post

TERKINI

Khusyuknya Abdul Kholiq, Dosen PTIQ Juara Hafidz Qur’an, Pengurus NU Depok, Dai dan Assesor Nasional

4 Juni 2026

Gelar 104 Pertandingan Terdiri dari 48 Tim dan 12 Grup di 16 Kota 16 Stadion serta Harga Tiket

3 Juni 2026

Budiyanto Darmastono “The Pioneer Minded”, Bos Kurir SAP Ekspres yang Terapkan IT Terdepan untuk COD

3 Juni 2026

Memahami Tarekat atau Thoriqoh, Terminologi, Pengertian, dan Para Tokohnya

2 Juni 2026

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video