• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Psikologi

Kejamnya Fitnah, Hukumnya Menurut Islam, dan Mengetahui Karakter Pembuat Fitnah

by Avesiar
27 Juli 2026 | 22:43 WIB
in Psikologi
Reading Time: 7 mins read
A A
Kejamnya Fitnah, Hukumnya Menurut Islam, dan Mengetahui Karakter Pembuat Fitnah

Ilustrasi. Foto: Freepik

Avesiar – Jakarta

Fitnah dalam Islam adalah perbuatan yang lebih kejam dari pembunuhan. Karena itulah perbuatan tersebut dalam Islam sangat dilarang. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasan firnah, hukum, dan dampaknya bagi kehidupan bermasyarakat.

Apa hukum fitnah menurut agama Islam? Fitnah adalah salah satu dosa terbesar. Fitnah adalah perbuatan menuduh seseorang telah melakukan sesuatu padahal orang tersebut tidak melakukannya.

Fitnah merupakan perbuatan yang sangat tercela karena bisa merusak nama baik diri sendiri, merusak nama baik orang lain, dan menimbulkan perpecahan. Fitnah juga bisa menimbulkan banyak penyakit hati, seperti: syirik, angkuh, kikir, dan kesengsaraan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al Quran bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Ini karena fitnah bisa menimbulkan dampak buruk yang besar seperti mengusir orang dari lingkungan tempat tinggalnya, merampas harta dan kebebasan orang lain, dan merusak persaudaraan antar sesama umat islam.

“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 191)

Dosa Melakukan Fitnah

Karena fitnah adalah dosa yang serius dan lebih serius daripada pembunuhan, siapa pun yang melakukan dosa ini menghadapi konsekuensi yang sangat serius. Karena besarnya dosa fitnah, pelakunya dianggap kafir dan akan mendapat hukuman berat di Neraka Jahannam.

Bacaan Terkait :

Mengenali Ciri-ciri Tukang Fitnah dan Orang yang Sering Difitnah serta Hukumnya

Dosa dan Bahaya Fitnah yang Disebutkan dalam Al Qur’an serta Hadits

Load More

Selain pelaku masuk Neraka, fitnah juga menghalangi pelaku menerima syafaat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam. Yang lebih menyedihkan adalah orang yang memfitnah itu sama terkutuknya dengan setan. Mengapa? Karena setan juga sangat menyukai dusta dan menyesatkan orang lain dari jalan Allah. Sama seperti orang yang memfitnah karena juga berbohong dan membuat orang lain membenci orang lain.

Terakhir, fitnah menghalangi pelakunya masuk surga. Mengapa? Karena ketika amal dan dosa ditimbang di akhirat, maka fitnah harus mempertanggung jawabkan fitnahnya untuk membalas fitnah atas kebaikan yang dilakukan di dunia ini. Ketika semua perbuatan baik selesai, dosa pemfitnah dipindahkan ke orang yang memfitnah, dan bobot dosa bertambah.

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Jangan sakiti saudaramu sesama muslim dengan menyebarkan kabar buruk. “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS.33:58)

Dosa besar dan akan ditimpa laknat Allah, akibat dari lidah selain fitnah ialah namimah (menghasut), yakni menyampaikan pembicaraan seseorang kepada orang lain dengan tujuan menciptakan perselisihan dan fitnah.

Fitnah dan namimah menjauhkan dirinya dari surga. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam:

“Tidak masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu jauhilah sifat menghasut ini Orang penghasut perilakunya sering tidak terkendali. Dia bisa terjebak dalam tindakan merusak nama baik, mendiskreditkan, dan menghinakan orang yang dihasut.

Dengan cara itu ia membayangkan akan merusak citra, kredibilitas, dan daya tarik orang yang didengkinya. Dan sebaliknya, mengangkat citra, nama baik dan kredibilitas pihaknya. Namun kehendak Allah tidaklah demikian. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

“Dari Jabir dan Abu Ayyub Al-Anshari, mereka mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorang pun yang menghinakan seorang muslim di satu tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan menghinakan orang (yang menghina) itu di tempat yang ia inginkan pertolongan-Nya. Dan tidak seorang pun yang membela seorang muslim di tempat yang padanya ia dinodai harga dirinya dan dirusak kehormatannya melainkan Allah akan membela orang (yang membela) itu di tempat yang ia menginginkan pembelaan-Nya.” (Ahmad, Abu Dawud, Ath-Thabrani)

Ketika seseorang melampiaskan kebencian dan kedengkian dengan melakukan propaganda busuk, hasutan, jangan berangan bahwa semua orang akan terpengaruh olehnya.

Yang terpengaruh hanyalah orang-orang yang tidak membuka mata terhadap realitas, tidak dapat berpikir objektif, atau memang sudah “satu frekuensi” dengan si pendengki. Akan tetapi banyak pula yang mencoba melakukan tabayyun, cari informasi pembanding, dan berusaha berpikir objektif.

Semakin hebat gempuran kedengkian dan kebencian itu, bagi orang yang berpikir objektif justru akan semakin tahu kebusukan hati si pendengki. Orang yang memiliki hati nurani ternyata tidak senang dengan fitnah, isu murahan, atau intrik-intrik pecundang.

Simak karakter seorang pemfitnah bisa dikenali dari beberapa ciri khas :

1. Suka Menyebarkan Kebohongan

  • Pemfitnah sering kali menyebarkan informasi yang tidak benar atau dilebih-lebihkan untuk merusak reputasi seseorang.
  • Mereka tidak peduli apakah informasi itu benar atau salah, asalkan bisa menjelekkan targetnya.

2. Berbicara Tanpa Bukti yang Jelas

  • Mereka sering menuduh orang lain tanpa dasar yang kuat.
  • Jika ditanya bukti, mereka menghindar atau malah mengarang cerita baru.

3. Memiliki Motif Terselubung

  • Fitnah biasanya digunakan untuk menjatuhkan seseorang demi kepentingan pribadi, iri hati, atau balas dendam.
  • Bisa juga dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari kesalahan sendiri dengan menjelekkan orang lain.

4. Suka Memutarbalikkan Fakta

  • Mereka bisa mengubah cerita agar tampak seolah-olah korban fitnah yang bersalah.
  • Bisa jadi mereka mengambil sebagian kecil kebenaran lalu mencampurnya dengan kebohongan agar lebih meyakinkan.

5. Menyebarkan Isu di Belakang Korban

  • Pemfitnah jarang berani berkonfrontasi langsung dengan orang yang difitnah.
  • Mereka lebih suka menyebarkan gosip di belakang korban agar sulit untuk diklarifikasi.

6. Memprovokasi Orang Lain

  • Mereka bisa mengajak orang lain untuk ikut membenci atau meragukan korban.
  • Dengan cara ini, fitnah menjadi lebih besar dan sulit dihentikan.

7. Tidak Peduli dengan Dampak Fitnah

  • Mereka tidak peduli apakah fitnah yang disebarkan dapat merusak hidup seseorang.
  • Bahkan jika korban mengalami masalah besar, mereka tetap merasa tidak bersalah.

Cara Menghadapi Pemfitnah, tetap Tenang, Jangan terpancing emosi karena itu yang mereka inginkan. Berusaha mencari bukti kebenaran. Jika memungkinkan, tunjukkan fakta untuk membantah fitnah. Jangan Ikut Menyebarkan, hindari menyebarkan isu lebih lanjut meskipun hanya untuk membela diri. Jika fitnah sudah merugikan secara hukum, bisa melaporkan ke pihak berwenang.

Akibat Bagi Si Pembuat Fitnah

1. Kehilangan Kepercayaan dari Orang Lain

  • Orang yang sering memfitnah lama-lama akan kehilangan kredibilitas.
  • Ketika ketahuan berbohong, orang-orang akan sulit mempercayainya lagi.

2. Masalah Sosial

  • Bisa dijauhi oleh teman, keluarga, atau kolega karena dianggap tidak bisa dipercaya.
  • Bisa terjebak dalam lingkaran kebohongan, harus terus berbohong untuk menutupi fitnah sebelumnya.

3. Konsekuensi Hukum

  • Dalam banyak negara, fitnah termasuk pelanggaran hukum yang bisa berujung pada tuntutan perdata atau pidana.
  • Bisa dikenakan denda atau hukuman penjara jika terbukti bersalah.

4. Akibat Karma atau Balasan

  • Apa yang dilakukan kepada orang lain bisa berbalik pada diri sendiri.
  • Bisa saja suatu hari si pemfitnah menjadi korban fitnah juga.

5. Gangguan Mental dan Batin

  • Hidup dengan kebohongan bisa membuat seseorang merasa cemas dan takut ketahuan.
  • Jika masih punya hati nurani, rasa bersalah bisa menghantui mereka.

(put)

Tags: Bahaya FitnahGanjaran Bagi Tukang FitnahGanjaran Tukang FitnahHukum Fitnah Menurut IslamKarakter Tukang FitnahKejamnya Fitnah
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mahkamah Konstitusi Putus Uji Materi Biaya Pendidikan yang Diajukan Empat Mahasiswa UT

Next Post

Trump Tidak Ingin Direcoki Netanyahu Soal Potensi Penjualan Jet Tempur F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka :

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

4 Oktober 2026

...

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

Ciri-ciri Tukang Hasud dan Adu Domba yang Harus Diwaspadai dengan Bijak

22 September 2026

...

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

Jiwa dan Hati yang Luka Namun Tidak Berdarah, Dengki atau Hasad Menurut Terminologi dan Syariat

21 September 2026

...

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

Memberikan Arahan yang Jujur Berorientasi Kebaikan adalah Hak Seorang Muslim atas Saudaranya

19 September 2026

...

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

4 September 2026

...

Load More
Next Post
Trump Tidak Ingin Direcoki Netanyahu Soal Potensi Penjualan Jet Tempur F-35 ke Turki

Trump Tidak Ingin Direcoki Netanyahu Soal Potensi Penjualan Jet Tempur F-35 ke Turki

Gempa 6,8 SR di Jepang dengan 60 Kali Susulan, 100 Orang Terluka, Terjebak, dan Diduga Tewas di Pusat Perbelanjaan

Gempa 6,8 SR di Jepang dengan 60 Kali Susulan, 100 Orang Terluka, Terjebak, dan Diduga Tewas di Pusat Perbelanjaan

Discussion about this post

TERKINI

Isi Surat Pujian Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Kepada Kepolisian Atas Penjagaan Keamanan Iran

9 Oktober 2026

Platform Mulai Berbenah, Komdigi Juga Fokus Lindungi Anak dari Risiko AI

9 Oktober 2026

Iran Tetap Menegaskan Keberadaannya Atas Selat Hormuz, Kapal Tanker Diserang di Lepas Pantai Qatar

8 Oktober 2026

Hukum Honorarium Pengacara atau Advokat Sesuai Pembelaaannya

8 Oktober 2026

Beban Biaya Jemaah Haji Turun Rp3,4 Juta, Pemerintah-DPR Sepakati BPIH 2027

7 Oktober 2026

Laporan Kongres Sebut Kerugian Militer Besar dari AS Atas Perang yang Dipaksakan Terhadap Iran

7 Oktober 2026

Tentara dan Warga Israel Terganggu Kejiwaannya Sejak Perang Gaza, Hampir Satu Juta Telpon ke Layanan Kejiwaan

6 Oktober 2026

Lima Emas, 11 Perak, dan 23 Perunggu, Jadi Oleh-oleh Membanggakan Kontingen Indonesia dari Asian Games Aichi-Nagoya

6 Oktober 2026

Berkilaunya 7 Jenderal di HUT ke-81 TNI Ketika Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera

5 Oktober 2026

Ada Indikasi AS dan Israel Kembali Menyerang, Jenderal Iran Ancam Akan Balas Lebih Keras Termasuk ke Sekutunya

5 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video