Avesiar – Jakarta
Perilaku tidak terpuji seperti memfitnah orang lain dalam pandangan Islam sangat berbahaya. Namun, hal itu tanpa disadari menjadi bagian dari kebiasaan orang-orang tertentu yang suka apabila orang lain menjadi korban atas keburukan tersebut.
Beberapa ciri-ciri atau tanda dari tukang fitnah ataupun orang yang sering difitnah, dikutip dari berbagai sumber, bisa kita simak seperti berikut.
Ciri-ciri Tukang Fitnah
1. Gemar membicarakan kejelekan orang lain di belakang
Selain mencari tahu kesalahan orang lain, orang yang hobi memfitnah juga gemar menggunjingkan keburukan orang lain di belakang. Dia tidak masalah untuk membicarakan kelemahan orang lain, karena dia merasa itu bisa jadi kekuatannya.
2. Sudah terbiasa untuk melebih-lebihkan cerita agar terdengar lebih menarik
Melebih-lebihkan cerita sudah jadi kemampuannya. Dia tidak masalah untuk memoles cerita supaya terdengar lebih menarik dari kenyataannya. Hal ini sengaja dilakukannya supaya membuat orang lain juga tertarik mendengarkan dan ikut terpengaruh.
3. Gembira ketika melihat orang lain susah atau gagal
Orang yang suka memfitnah sesungguhnya tidak suka melihat orang lain lebih sukses daripada dirinya. Dia lebih suka menjatuhkan orang lain dan melihat orang lain juga ikut gagal.
4. Suka mencari-cari kesalahan orang lain
Mencari-cari kesalahan orang lain adalah hobinya. Siapapun orang yang sedang berhubungan dengannya dia tidak memedulikannya. Yang penting dia bisa mencari kesalahan orang tersebut. Kelemahan orang lain ini berguna sebagai senjata yang bakal digunakannya suatu hari nanti. Intinya dia hanya berfokus pada kelemahan seseorang, bukan pada kelebihannya.
5. Selalu menelan cerita mentah-mentah dan tidak mencari tahu fakta sesungguhnya
Karena berfokus pada fitnah, biasanya orang ini tidak mencari tahu dan mencocokkan dengan fakta di lapangan. Mereka tidak peduli apakah yang dikatakannya ini benar-benar sesuai fakta atau hanya bohong belaka. Fokusnya hanya menyebarkan berita ini supaya banyak orang yang tahu.
6. Menghalalkan segala cara biasa dilakukannya demi memperoleh hal yang diinginkan
Orang yang suka memfitnah orang lain itu menghalalkan segala cara demi bisa memperoleh hal yang diinginkannya. Maka dari itu, dia merasa gak keberatan meski harus memfitnah orang lain. Baginya, ini bukan merupakan tindak kejahatan yang harus dihindari.
Ciri-Ciri Orang yang Sering Difitnah
1. Tampak Lebih Waspada atau Sensitif
Karena sering menjadi sasaran fitnah, orang yang sering difitnah menjadi lebih sensitif terhadap perilaku orang-orang di sekitar. Orang ini akan lebih waspada dengan siapa berinteraksi dan sering kali merasa bahwa banyak orang berbicara di belakangnya.
2. Pendiam atau Tidak Terlalu Terbuka
Seseorang yang lebih pendiam atau tidak terlalu terbuka tentang kehidupan pribadinya sering kali menjadi sasaran fitnah karena orang lain merasa tidak mengenalinya dengan baik. Ketertutupan ini bisa menciptakan asumsi yang salah dan memudahkan rumor untuk menyebar.
3. Kekurangan Dukungan dari Lingkungan Terdekat
Orang yang tidak memiliki banyak dukungan dari keluarga, teman, atau kolega lebih rentan terhadap fitnah. Kurangnya dukungan ini membuat korban lebih sulit untuk membuktikan kebenaran atau mendapatkan perlindungan, sehingga fitnah yang menyerang cenderung lebih berdampak.
4. Tidak Menyukai Konflik atau Cenderung Menghindar
Seseorang yang menghindari konflik sering kali memilih untuk tidak membela diri secara langsung, bahkan ketika terkena fitnah. Sikap ini bisa diartikan sebagai penerimaan, yang justru membuat fitnah menjadi lebih mudah menyebar tanpa tantangan.
5. Mudah Tersudut atau Tertekan Secara Emosional
Orang yang sering difitnah sering merasa cemas, tidak nyaman, atau stres karena fitnah yang beredar. Fitnah membuatnya terjebak dalam situasi yang sulit dan mendorong untuk selalu waspada terhadap penilaian orang lain.
6. Mengalami Tekanan Psikologis
Dampak dari difitnah dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang, sehingga mungkin mengalami gejala-gejala seperti kecemasan, stres berlebihan, atau bahkan depresi akibat fitnah yang berlangsung lama.
7. Merasa Kehilangan Kepercayaan Diri
Akibat fitnah, seseorang mungkin mulai meragukan diri sendiri atau merasa tidak berharga. Fitnah yang berulang-ulang dapat merusak kepercayaan dirinya karena tekanan dari sekitar yang mempercayai rumor.
Hukuman bagi Tukang Fitnah
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an dan demikian Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadits tentang hukuman bagi orang yang suka memfitnah.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al Qur’an:
“…fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan…” (Al Qur’an, surah Al-Baqarah, ayat 191)
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah kelompok di antara kamu (juga). Janganlah kamu mengira bahwa peristiwa itu buruk bagimu, sebaliknya itu baik bagimu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Adapun orang yang mengambil peran besar di antara mereka, dia mendapat azab yang sangat berat.” (Al Qur’an, surah An-Nur, ayat 11)
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang orang fasik membawa berita maka periksa berita tersebut dengan teliti agar tidak menyebabkan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang nantinya akan menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan tersebut.” (Al Qur’an, surat Al Hujurat, ayat 6)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam beberapa hadits berikut:
“Tidak masuk surga orang yang suka menyebarkan fitnah.” (HR. Bukhari, Muslim)
“Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barang siapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya.” (HR. Abu Dawud)
“Akan terjadi fitnah, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, barang siapa yang mencari fitnah maka dia akan terkena pahitnya dan barang siapa yang menjumpai tempat berlindung maka hendaknya dia berlindung.” (HR. Bukhari, Muslim)
“Barang siapa memfitnah saudaranya (dengan tujuan mencela dan menjatuhkan kehormatannya) maka Allah akan menahannya di jembatan Jahannam sampai ia bersih dari dosanya (dengan siksaan itu).” (HR. Abu Daud)
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya kepada sahabat,
“Siapakah orang yang bangkrut?” lalu mereka berkata “orang yang tidak memiliki kekayaan”. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata “Bukan itu, orang yang bangkrut adalah orang yang tidak mempunyai amal ibadah.” Lalu sahabat bertanya kembali “Bahkan ketika orang tersebut mengerjakan shalat dan puasa?”
Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab,
“Bahkan ketika dia shalat dan puasa karena perbuatan baiknya akan diberikan kepada orang yang terzalimi, dia ghibah dan juga fitnah bahkan perbuatan buruk orang yang difitnah dan ditindas akan diberikan kepada orang yang memfitnahnya.”
Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)













Discussion about this post