• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Cash vs Cashless di Kalangan Remaja, Mana yang Cocok?

by Ave Rosa
1 Januari 2025 | 23:53 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Cash vs Cashless di Kalangan Remaja, Mana yang Cocok?

Ilustrasi. Pembayaran dengan sistem cashless. Foto: Resty/Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Remaja semakin akrab dengan metode pembayaran cashless atau non-tunai seperti QRIS atau e-wallet di era yang serba digital ini. Cepat, praktis, dan serba instan menjadi daya tarik utamanya. Meskipun cashless semakin populer, uang tunai masih tetap relevan, terutama di kalangan masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi digital, seperti orang tua atau masyarakat pedesaan.

Selain itu, uang tunai membantu mengajarkan remaja untuk mengelola keuangan dengan lebih terencana, seperti membagi uang berdasarkan prioritas kebutuhan.

Dikutip dari laman Nexapp, cashless adalah pembayaran yang dilakukan tanpa uang tunai, melainkan menggunakan metode digital seperti kartu kredit, e-wallet, atau transfer bank. Tren ini semakin marak di Indonesia, terutama karena kemudahan yang ditawarkan dalam berbagai transaksi sehari-hari.

Meskipun era digital membuat transaksi pembayaran memiliki alternatif baru cashless tersebut, di kalangan siswa SMA dan mahasiswa, apa pilihan yang digunakan? Cek komentar mereka dan profesional yang bekerja di perusahaan pendukung transaksi non-tunai.

Sekar Aristya Ningrum, siswi kelas 12 MIPA, SMA Boash Bogor

Sekar Aristya Ningrum, siswi kelas 12 MIPA, SMA Boash Bogor. Foto: istimewa

Sekar Aristya Ningrum, siswi kelas 12 MIPA dari SMA Boash Bogor lebih milih transaksi pembayaran cashless atau non-tunai. Menurutnya, selain mempermudah transaksi juga lebih simple, tinggal scan lewat handphone. Ia mengatakan jika memegang uang cash lebih mudah habis dan boros.

“Ini karena pemberian uang jajan dari orang tua tidak berupa cash melainkan transfer. Sehingga aku lebih memilih bertransaksi menggunakan cashless. Aku banyak merasakan manfaatnya. Salah satunya ketika berbelanja atau melakukan transaksi lebih cepat dan mudah, tidak perlu menghitung uang ketika membayar, dan tidak perlu menunggu kembalian jadi meminimalisir waktu,” ujarnya.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Manfaat cashless baginya, selain mempermudah bertransaksi, juga bisa menghemat uang, ketimbang memegang uang cash. Namun, bukan berarti Sekar tidak membawa uang tunai. Sebisa mungkin, lanjutnya, menyisihkan uang tunai di dompet. Karena khawatir sewaktu-waktu tempat jajan yang ia temui tidak menerima cashless atau khawatir terjadi error atau ada gangguan.

“Mungkin cashless lebih aman. Karena tidak khawatir dicopet, perampokan atau hilang di jalan. Kalau untuk cash menurutku kurang aman, apalagi buat transaksi dalam jumlah besar nominal pengeluaran sulit dilacak. Jika e-wallet kan aplikasinya harus menggunakan verikasi  pin atau password,  jadi lebih aman aja, serta jejak transaksi pun tercatat semua. Jadi aman,” katanya.

Cahaya Al Falaq, siswi kelas 10, SMA Rimba Bogor

Cahaya Al Falaq, siswi kelas 10, SMA Rimba Bogor. Foto: istimewa

Cahaya mempunyai komentar yang berbeda. Siswi kelas 10 ini lebih suka bertransaksi menggunakan uang tunai. Selain karena uang jajan yang diberikan orang tua berupa uang tunai, jajanan yang dibeli oleh cahaya pun bukan jumlah transaksi yang besar. Sehingga ia merasa masih belum tertarik menggunakan transaksi cashless atau non tunai. Selain itu alasan Cahaya lebih memilih transaksi dengan cara cash untuk menghindari pemborosan,

“Bagi aku kalau e-wallet membuat aku boros. Karena jika ada dana di dalam e-wallet, aku rasanya pengennya checkout keranjang yang ada di aplikasi belanja online. Terus dari pada aku boros, sebaiknya aku menghindari hal itu,” tegasnya.

Firza Eriansyah Prasetyo, mahasiswa semester 10 Psikologi, Universitas Gunadarma Depok

Firza Eriansyah Prasetyo, mahasiswa semester 10 Psikologi, Universitas Gunadarma Depok. Foto: istimewa

Ketika belum memiliki bank sendiri dan e-wallet mahasiswa yang sedang menunggu sidang skripsi ini lebih memilih penggunaan cash. Alasannya karena jika cash ia selalu tahu sisa uang yang telah di belanjakan. Menurut Firza, penggunaan cashless atau non-tunai baru banyak terjadi di satu tahun terakhir. Sebelumnya masih jarang bertransaksi dengan cashless.

“Karena harus mengikuti perkembangan zaman era globalisasi, sekarang aku lebih sering menggunakan transaksi cashless dan e-wallet. Alasannya adalah belakangan ini kan pembayaran rata-rata menggunakan QRIS ya. Bahkan pedagang pinggiran saja sudah mulai menggunakan sistem pembayaran cashless QRIS. Selain itu adanya promo-promo dari pembayaran e-wallet,” ucapnya.

Ia menambahkan, rata-rata saat ia membayar dengan uang tunai, toko atau pedagang suka tidak ada kembalian. Sehingga harus menukarkan uang terlebih dahulu dan memerlukan waktu. Ia juga merasa kasihan karena mesti mencari kembaliannya.

“Jadi dengan adanya pembayaran cashless menurut aku membantu penjual dan pembeli saat ini. Namun, ada beberapa kekurangannya juga dan saya sempat merasakan juga seperti membutuhkan internet. Saat itu aku mau bayar, tapi lupa isi kuota. Karena di rumah menggunakan wifi. Jadinya mau ngga mau aku pakai cash. Akhirnya aku kebingungan sendiri. Dan kelemahan lain kalau kita lalai kadang suka salah input nominal harga. Jadinya kalau kelebihan dan pedagangnya ada yang curang suka tidak dibalikin,” ujarnya.

Ia mengatakan dirinya bukan pakar IT. Namun, ia tahu berdasarkan berita dan orang yang ia kenal. Banyak penipuan dan kejahatan yang dapat dimanfaatkan oleh oknum yang merugikan orang lain dengan sistem cashless tersebut. Seperti ada yang bisa meng-hack e-wallet dan m-banking, Ada yg menggunakan QRIS palsu dan ada yang kirim phising yang bisa menyedot e-wallet dan m-banking.

Nicken Mudi Pratama, Ibu rumah tangga dan Praktisi di financial and service industry

Nicken Mudi Pratama, Ibu rumah tangga dan Praktisi di financial and service industry. Foto: istimewa

Pendapat saya tentang remaja yang membayar secara cash dan cashless adalah bahwa kita perlu mengikuti perkembangan zaman dan regulasi yang ada. Namun, penggunaannya harus dilakukan dengan cermat dan mempertimbangkan risikonya. Meskipun platform seperti acquirer atau e-wallet telah dilengkapi dengan sistem keamanan, pengguna tetap perlu berhati-hati.

Sebagai contoh, dalam penggunaan cashless melalui QRIS, untuk meminimalisir risiko fraud, sebaiknya sumber dana yang digunakan dipisahkan dari sumber dana utama. Hal ini dapat membantu melindungi keuangan pengguna jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Source of fund  sumber dananya. Jangan disatukan dengan sumber dana utama. Fraud  adanya penyimpangan/penyalahgunaan. Misalnya rekening/wallet diretas.

Contohnya kasusnya :

Misalnya semua uang kita ada di rekening bank X. Lalu kita biasa pake QRIS yang ada di mobile bankingnya. Ketika keamanan QRIS itu bisa diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab, ada potensi uang tersebut digunakan oleh hacker secara keseluruhan.

Sebaiknya uang yang akan digunakan secara cashless dipisahkan dari rekening utama yang kita miliki. Remaja saat ini cenderung lebih fokus pada kemudahan yang ditawarkan metode cashless, tetapi sering mengabaikan risiko yang mungkin muncul.

Apakah cashless sudah bisa menggantikan uang tunai? Menurut saya, secara global, masih butuh waktu sebelum cashless sepenuhnya menggantikan cash. Hal ini terutama berlaku bagi orang tua dan masyarakat di pedesaan yang kesulitan atau enggan mempelajari teknologi digital.

Dari sisi negatif, penggunaan cashless bisa membuat orang kurang terkontrol dalam berbelanja karena terlalu mudah melakukan transaksi. Namun, sisi positifnya, cashless membantu mengurangi risiko kehilangan uang fisik, misalnya ketika dompet hilang.

Meskipun begitu, baik cash maupun cashless memiliki peran masing-masing, tergantung pada kebutuhan dan kebiasaan individu. Dari segi keamanan, metode cashless bisa menjadi risiko jika menjadi sasaran kejahatan digital. Karena itu, sebagian orang merasa lebih aman menggunakan uang tunai.

Selain itu, uang tunai juga bisa digunakan untuk mengajarkan cara mengelola keuangan, seperti mengalokasikan dana sesuai prioritas dan kebutuhan.

Masalah utama dalam penggunaan cashless sebenarnya adalah kepercayaan terhadap penyedia layanan. Jika edukasi tentang keamanan dan cara penggunaannya dilakukan secara luas, masyarakat, termasuk remaja, akan lebih percaya dan nyaman.

Namun, saat ini kita masih berada pada tahap pengenalan dan edukasi. Pilihan antara cash atau cashless lebih bergantung pada kebiasaan dan kenyamanan masing-masing orang. (Resty)

Tags: Cashlesse-walletKemudahan BertransaksiPembayaran non-tunai
ShareTweetSendShare
Previous Post

Resolusi Versi Remaja di 2025 Seperti Apa

Next Post

Pembaruan Aplikasi, Telegram Umumkan Sistem Verifikasi Akun Pihak Ketiga

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Pembaruan Aplikasi, Telegram Umumkan Sistem Verifikasi Akun Pihak Ketiga

Pembaruan Aplikasi, Telegram Umumkan Sistem Verifikasi Akun Pihak Ketiga

Cek Kalender Islam Berdasarkan Kemungkinan Rukyat Global, Ramadhan 1 Maret 2025?

Cek Kalender Islam Berdasarkan Kemungkinan Rukyat Global, Ramadhan 1 Maret 2025?

Discussion about this post

TERKINI

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video