Avesiar – Jakarta
Keimanan, sebagaimana dikabarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, memiliki tujuh puluh bagian. Bagian tertinggi adalah kalimat tauhid lāilāha illallāh, sedangkan bagian terendah adalah menyingkirkan duri jalanan.
Melalui hadits berikut ini, sebagaimana dilansir nu.or.id, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hendak mengisahkan seorang pria yang dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya karena telah menyingkirkan sebuah dahan berduri di jalan yang biasa dilalui banyak orang.
Beberapa hadits tentang hal tersebut yaitu :
“Saat seorang pria sedang berjalan, tiba-tiba ia mendapati sebuah dahan berduri yang menghalangi jalan. Kemudian ia menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya,” (HR. Ahmad).
“Dikisahkan ada seorang pria melewati dahan sebuah pohon di badan jalan. Ia lantas berkata, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan dahan ini agar tidak menghalangi kaum Muslimin.’ Berkat amal itu, ia dimasukkan ke surga,” (HR. Muslim).
“Aku melihat seorang pria yang mendapatkan kenikmatan di surga karena sebuah pohon yang dipotongnya di badan jalan karena akan melukai orang lain,” (HR. al-Baihaqi).
Beberapa hadits di atas mengisahkan seorang pria yang melintas di sebuah jalan. Namun ia menemukan dahan berduri yang menghalangi diri dan pengguna jalan lain. Ia kemudian memotong dahan tersebut dan menyingkirkannya dari badan badan jalan.
Tujuannya agar tidak membahayakan orang-orang yang melintas di sana, terutama sesama muslim. Maka Allah pun mengampuni dosa-dosanya dan memasukkannya ke dalam surga. Berkat amalnya itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melihatnya sedang mendapatkan kenikmatan di dalam surga.
Belajar dari kisah di atas, kita mengetahui bahwa pria itu hanya mengerjakan amal kecil, namun dibalas dengan balasan besar nan istimewa. Sungguh besar dan luasnya rahmat Allah. Karunia-Nya begitu agung. Pantas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu mengingatkan, “Singkirkanlah duri dari jalan kaum Muslimin.”
Demikian sebagaimana yang semakna dengan hadits Muslim. Di sisi lain, beliau juga memperingatkan kita agar jangan pernah mengganggu apalagi mencelakakan sesama muslim, sebagaimana yang terungkap dalam hadits berikut, “Siapa yang membahayakan kaum Muslimin, maka wajib atasnya kutukan mereka,” (HR Musa bin Ja’far).
Terdapat banyak sekali nash yang berbicara soal ini. Semua menunjukkan betapa mulianya kaum Muslimin yang mengamalkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam. Alih-alih mengotori dan merusak jalan, mereka selalu menjaga kebersihan. Pasalnya, mereka paham dan patuh terhadap anjuran rasul mereka.
Demikianlah kaum Muslimin diajarkan oleh agamanya. Seperti itu pula mereka diajarkan untuk selalu membantu sesama, tidak menyepelekan amal kecil, dan tertarik dengan rida Allah dan balasan besar-Nya. (adm)













Discussion about this post