Avesiar – Jakarta
Intensifnya serangan Israel ke Lebanon pada Rabu dan Kamis menyebabkan tiga posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) juga diserang. Demikian pernyataan UNIFIL, dikutip dari The New Arab, Kamis (10/10/2024).
Tembakan tank Israel Kamis pagi melukai dua pasukan penjaga perdamaian setelah mengenai menara observasi di markas besar UNIFIL di Naqoura. Tentara Israel juga menembaki posisi PBB 1-31 di Labbouneh pada hari Kamis, sementara pada hari Rabu tentara Israel menembaki posisi 1-32A di Ras Naqoura.
“Kami mengingatkan [militer Israel] dan semua aktor tentang kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB dan untuk menghormati keutuhan tempat PBB setiap saat,” tegas UNIFIL dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengeluarkan pernyataan yang menyebut insiden itu “tidak dapat ditoleransi,” menambahkan bahwa ia mengeluarkan protes kepada menteri pertahanan Israel Yoav Gallant dan duta besar Israel untuk Italia.
Pada hari Rabu Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan bahwa 600.000 orang telah mengungsi secara internal di seluruh Lebanon.
UNICEF mencatat 350.000 anak mengungsi akibat perang, dan 80 persen dari 978 tempat penampungan kolektif yang menampung para pengungsi internal Lebanon sudah penuh, tambah laporan itu.
Menurut kementerian kesehatan Lebanon, pemboman Israel telah menewaskan 2.141 orang dan melukai 10.099 lainnya.
Israel telah mengonfirmasi tewasnya 12 prajurit sejak dimulainya operasi darat pada akhir September.
Menurut UNIFIL, prajurit Israel menembaki tiga posisi yang dipegang oleh pasukan penjaga perdamaian PBB dalam 24 jam terakhir, dengan satu insiden pada hari Rabu yang melibatkan penggunaan tembakan tank Israel, yang mengakibatkan dua pasukan penjaga perdamaian terluka.
Dua warga sipil Israel juga tewas setelah roket Hizbullah menghantam kota perbatasan Kiryat Shmona dengan lebih banyak tembakan yang melukai delapan orang di Haifa.
Juru bicara parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan kepada surat kabar Asharq al-Awsat bahwa pemerintah AS tidak melakukan apa pun untuk menghentikan invasi Israel, meskipun secara terbuka mendukung gencatan senjata. (ard)













Discussion about this post