Avesiar – Jakarta
Kucing adalah salah satu hewan berbulu yang sering dipelihara di rumah tangga. Hewan yang termasuk mudah dijinakkan ini sering menjadi teman dan juga kesenangan tersendiri bagi pemeliharanya.
Kucing bisa menjadi adalah sahabat yang baik dan dapat mengurangi stres pemeliharanya ketika berinteraksi dengannya. Meskipun sebagian orang menganggap hewan berbulu yang menggemaskan ini sebagai bagian dari keluarga, tidak semua orang menyukai bau kucing atau bulu-bulu yang ditinggalkannya.
Oleh sebab itu, pemeliharanya harus tetap bisa menjadi kebersihan dan sanitasi rumah. Karena selain bulunya yang sering rontok dan menempel di media seperti barang-barang berbahan kain, kotoran kucing juga berbau dan menimbulkan najis jika menempel pada lantai atau tempat shalat, serta perlengkapan shalat bagi Muslim.
Meskipun demikian, dikutip dari laman gbr.solid-realty, kucing memiliki reputasi yang baik dalam hal kebersihan. Studi yang dilakukan oleh Western University of Health Science memperhitungkan fakta bahwa kucing yang sehat akan menghabiskan hingga 50 persen dari harinya untuk membersihkan diri mereka.
Kucing mungkin lebih bersih daripada beberapa hewan lain, kulit dan kotorannya bisa menjadi rumah bagi berbagai bakteri dan parasit. Kucing jantan yang tidak dikebiri cenderung menyemprotkan urin di luar kotak pasir untuk menandai wilayah mereka.
Beberapa hal yang harus Anda lakukan adalah:
• Beli beberapa rak kucing, pohon, atau tempat bertengger untuk menciptakan ruang vertikal
• Berikan kucing kamu gua kucing tempat mereka bisa merangkak dan bersembunyi
• Miliki lebih dari satu kotak pasir dan jaga agar tetap segar
• Pasang tiang garukan di tempat favorit mereka di dalam ruangan
Jaga sanitasi dan kebersihan rumah dengan menerapkan beberapa tips berikut:
1. Jaga kotak pasir dengan benar
Kotak pasir yang terpelihara dengan baik adalah kunci untuk menghilangkan bau kotoran kucing yang tidak sedap. Anda harus menyendok kotak setidaknya sekali sehari dan mengganti pasir kotoran kucing seluruhnya sesuai anjuran dokter hewan. Saat memperbarui sampah, pastikan untuk menggosok kotak dengan air dan deterjen piring. Lokasi kotak juga sangat penting ya!
2. Vakum dan debu secara teratur
Jika Anda ingin menahan kotoran dan bulu kucing, Anda harus memiliki strategi membersihkan debu dan menyedot debu yang baik. Mendapatkan penyedot debu berkualitas tinggi adalah cara terbaik untuk mengurangi alergen, debu, dan bulu kucing. Pastikan untuk menyedot bulu dan debu di rumah Anda secara berkala dan rutin.
3. Sikat kucing secara teratur
Rambut mereka kemungkinan akan berakhir di mana-mana di sekitar rumah Anda. Di karpet, furnitur, dan gorden Anda, dan di semua pakaian. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan menyikat kucing kamu secara teratur. Dengan cara ini, Anda akan memiliki lebih sedikit rambut di lantai dan sofa dan kamu akan mengurangi jumlah hairballs yang dikeluarkan kucing.
4. Sapu dan Pel Lantai Rumah Secara Rutin
Untuk mencegah bau dan kemungkinan najis, sapu dan pel dengan air lantai rumah Anda hingga Anda yakin sudah bersih. Lakukan rutin setiap hari dan sesuai kebutuhan, karena bisa jadi bekas kotorannya menempel di lantai ketika kucing bermain setelah membuang kotoran dan kencing.
5. Gunakan produk penghilang bau
Trik untuk menutupi bau yang pertama adalah dengan menentukan dari mana asal bau tersebut. Meskipun kotoran kucing sudah hilang, ada ketakutan akan bau yang tertinggal yang tidak bisa kamu lihat, tetapi kamu pasti bisa menciumnya.
(put)













Discussion about this post