KAMU KUAT – Jakarta
Setiap siswa maupun mahasiswa pasti akrab dengan istilah uang saku. Zaman di mana kebanyakan orang membawa bekal makan siang demi kemudahan dan kebersihan, uang saku lazimnya digunakan untuk keperluan tertentu di sekolah, termasuk jajan seperlunya.
Cara orang tua memberikan uang saku pun berbeda-beda. Ada anak yang mendapatkannya setiap hari, ada pula yang menerimanya secara mingguan atau bulanan. Meski terlihat sederhana, cara pemberian uang saku ini sebenarnya memengaruhi kebiasaan kita dalam mengelola keuangan.
Jadi, mana yang lebih cocok untukmu: uang saku harian atau bulanan? Yuk, kita bahas lebih dalam agar kamu bisa menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan. Tapi sekali lagi, kebijakan tetap ada di tangan kedua orang tuamu lho.
Aulia Fitriani Kowaludin, Semester 1, Poltekkes Kemenkes Jakarta 3 Bekasi.

Mahasiswi yang biasa dipanggil dengan nama Aulia, lebih memilih uang saku harian. Karena menurut Aulia lebih mudah diatur.
“Menurut aku uang saku harian kan bisa lebih teratur dan jelas pengeluarannya untuk apa saja yang diperlukan satu hari itu. Terus semisal ada sisa, uang saku bisa untuk di tabung. Berbeda sama mingguan atau bulanan. Jika bulanan atau mingguan kita harus pintar dalam mengelolanya,” ucap Aulia Fitri.
Sebagai mahasiswa yang mencoba hidup mandiri jauh dari orang tua, Aulia mencoba mengelola uang saku hariannya dengan baik. Meski demikian, ia tidak pernah kekurangan uang saku. “Orang tua aku suka transfer uang saku tiap hari, tapi terkadang tiga hari sekali. Walau demikian sampai saat ini aku tidak pernah merasa kurang, Soalnya aku ada uang tabungan sendiri, jadi masih cukup buat keperluan mendadak. Kecuali kalau hal-hal buat organisasi yang berbayar atau yang serupa gitu aku minta ke mama,” jelasnya.
Aulia mengakui uang saku harian biasanya dikelola untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti makan, snack, perlengkapan sehari-hari dan terkadang token listrik tempat ia kost.
“Jujur aku salut melihat teman yang dikasih uang jajan bulanan. Karena menurut aku itu tidak mudah, kita harus pandai mengelola uang tersebut sampai waktunya nanti. Sedangkan aku takut sebelum waktunya sudah habis,” ujarnya Aulia jujur.
A’atifah Aida Ghaliaty, Siswi kelas 9, SMPIT Mitra Cendekia Indonesia, Tangerang Selatan

Sama seperti Aulia, Atifah lebih memilih uang saku harian. Berikut alasan yang dikemukakan Atifah. “Aku pribadi lebih memilih uang jajan harian. Karena menurut aku, kalau diperhitungkan lebih banyak uang harian ketimbang uang bulanan dan kalau uang bulanan juga aku harus ngatur uang itu supaya habisnya pas di waktu sebulan. Jadi untuk aku yang suka jajan susah kalau harus ngatur supaya sampai waktu satu bulan,” katanya.
Cara ia mengatur uang jajan harian agar cukup untuk kebutuhan sehari-hari, Atifah mungkin lebih melihat berapa uang yang ia milik, baru kemudian ia perhitungkan untuk membeli suatu produk. Atifah mengakui kadang menyisihkan uang untuk bisa digunakan untuk hari berikutnya.
“Kalau aku sangat membutuhkan barang yang lumayan harganya. Namun, untuk menabung aku masih membutuhkan motivasi. Uang saku yang biasa aku terima seringnya aku gunakan untuk jajan sehari-hari, dan aku usahakan cukup agar tidak perlu meminta lagi kepada orang tua,” paparnya kepada redaksi kanal remaja KAMU KUAT!, Senin (16/12/2024).
Sayyid Arkan Faturahman, Kelas 9, Pondok Pesantren Modern Sahid, Bogor

Untuk seorang santri yang jauh dari orang tua, uang saku merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam rangka menunjang aktivitas dipesantren yang membutuhkan transaksi. Seperti membeli kebutuhan sehari hari dan alat alat penunjang belajar.
Uang saku Arkan dibatasi nominalnya sehari maksimal pegang uang cash Rp50ribu. Di pondok ada mesin ATM dan Arkan mempunyai atm yang digunakan untuk menyimpan uang sakunya selama satu bulan kedepan.
Arkan merasa uang saku bulanan nominalnya lebih banyak dari pada harian. “Karena jumlah uang yang diberikan lebih besar dari pada harian, Jadi saya harus dapat mengatur keuangan dengan bijak. Ada saatnya juga kita tidak harus memakai uang, Jika di saat uang kita sedang tidak harus dipakai ,maka sebaiknya ditabung.
“Jujur tidak mudah mengatur keuangan selama satu bulan saya sering mengalami kesulitan, jika sebelum akhir bulan sudah mulai menipis biasanya saya memilih tidak jajan sama sekali dan berpuasa. Pernah sih kepikiran ingin bilang kepada orang tua,tapi saya mengurungkan niat saya. Dengan uang saku bulanan itu saya jadi tahu bahwa betapa sulitnya mencari uang agar saya jadi bisa sekolah. Mengatur keuangan dengan cara berhemat,” beber Arkan.
Bagaimana dengan pendapat orang tua?
Sari P, Ibu Rumah Tangga dan Dosen PTI Universitas Muhammadiyah Jakarta

Pengelolaan uang saku sangat penting bagi remaja. Karena ini adalah salah satu cara untuk mengajarkan mereka tentang tanggung jawab finansial. Dengan memiliki uang saku, mereka belajar merencanakan pengeluaran
“Saya sendiri lebih memilih pemberian uang saku mingguan atau bulanan, karena bisa mengajarkan remaja untuk lebih bijaksana dalam mengelola uang. Mereka perlu merencanakan pengeluaran untuk beberapa hari atau minggu ke depan, yang bisa membangun kebiasaan menabung. Namun, ini juga berarti mereka harus lebih disiplin dan menahan,” terang Sari.
Menurutnya, memberikan uang secara bertahap atau mingguan dapat mempermudah sang anak untuk bisa mengatur dan merencanakan keuangan dalam waktu jangka pendek. Pengelolaan keuangan dilakukan bertahap agar anak menjadi terbiasa.
“Jika pengelolaan keuangan mingguan sudah terbiasa, maka akan dilanjutkan ke waktu yang lebih panjang. Dan terapkan juga ke anak kita, jika uang saku tidak terpakai semua, saya ajarkan untuk menabung dan melakukan investasi jangka panjang agar bisa membeli barang yang dibutuhkannya kelak,” ungkapnya.
Pola pemberian uang saku bukan hanya soal jumlah dan waktu harian atau bulanan, namun momen ini sebagai kesempatan untuk belajar mengelola keuangan dan membangun kebiasaan yang baik. Hal ini memperlihatkan bagaimana kamu menggunakannya dengan bijak lho, guys. Jadi, remaja zaman sekarang juga perlu cerdas dalam mengatur keuangan atau financial awareness tentunya. (Resty)













Discussion about this post