• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Real Food vs Fast Food, Antara Rasa dan Dilema

by Ave Rosa
17 Desember 2024 | 23:33 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Real Food vs Fast Food, Antara Rasa dan Dilema

Ilustrasi. Foto: Freepik

KAMU KUAT – Jakarta

Jika diminta memilih antara sayur sop dan pizza mana yang akan kamu pilih? Di tengah kesibukan dan gaya hidup remaja yang serba cepat, pilihan antara fast food dan real food sering jadi dilema. Tapi, mana yang sebenarnya lebih baik untuk tubuh dan energi kamu sehari-hari?

Fast food adalah makanan cepat saji yang biasanya tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Contohnya seperti burger, ayam goreng, pizza, atau kentang goreng. Fast food terkenal karena praktis, cepat disajikan, dan rasanya yang gurih. Tapi sayangnya, fast food sering dikaitkan dengan masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Sedangkan real food yaitu makanan alami atau olahan minimal yang biasanya dimasak dari bahan segar. Contohnya adalah sayur-sayuran, buah-buahan, daging segar, ikan, nasi, dan kacang-kacangan. Real food kaya akan nutrisi dan lebih sehat untuk tubuh.

Dikutip dari laman Medicastore, Selasa (17/12/2024), fast food atau nama lainnya adalah makanan cepat saji merupakan jenis makanan yang disajikan dalam waktu cepat. Real food adalah jenis makanan yang minim mengalami proses pengolahan industri dan tanpa tambahan zat kimia yang dapat mengurangi hingga menghilangkan nutrisi alami dalam makanan. Dengan kata lain real food adalah makanan yang lebih alami daripada fast food.

Dalam kehidupan remaja yang serba cepat, pilihan makanan seringkali didasarkan pada praktis dan murah. Dua pilihan yang paling sering muncul adalah fast food dan real food. Keduanya punya daya tarik masing-masing, tapi apa sebenarnya perbedaannya? Mana yang lebih baik untuk kamu?

Yuk, kita bahas bersama teman-teman kanal remaja kanal KAMU KUAT! dari beberapa sekolah dan kampus berikut.

Endhita Tertia, kelas 7,  SMPI Al azhar 25 Tangerang Selatan

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More
Endhita Tertia, kelas 7,  SMPI Al azhar 25 Tangerang Selatan. Foto: istimewa

“Yang aku tahu real food itu yang diolah langsung sesuai bentuk aslinya. Fast food makanan siap saji. Sebenernya sih kalau dari rasa, sekali kali aku suka beli fast food. Seminggu atau sebulan sekali seperti mie instan. kalau sehari-hari aku biasanya makan makanan yang ada di rumah, yang dimasak sama ibu karena lebih banyak gizinya. Sedangkan fast food  yang aku tahu suka banyak pengawetnya dan rata rata kurang sehat,” kata Endhita.

Ia dan keluarga sebisa mungkin menghindari fast food, karena dalam keluarga Endhita sejak kecil sudah diajarkan makanan makanan yang sehat. Karena itu, mereka kami merasakan manfaatnya seperti jarang sakit, jarang ke dokter.

“Tapi memang fast food sangat menggoda karena praktis, cepat dan rasanya enak. Untuk dampak dari dari fast food saya tahu banyak dari media sosial, di mana  dampak negatif dari makanan fast food serem serem seperti kanker, cuci darah, dan banyak penyakit seram lainnya,” ucapnya.

Rifqa Aliya Febriyanti , Semester 5, Kampus  Binus Bandung

Rifqa Aliya Febriyanti , Semester 5, Kampus  Binus Bandung. Foto: istimewa

Gadis ini mengakui lebih menyukai fast food karena sebagai anak kos lebih simple. Terlebih ia kuliah tiap hari dan selalu. Sehingga tidak ada waktu mengolah makanan real food. Rifqa mengatakan ia  biasanya makan real food saat sedang diet atau ketika sedang sering ke gym atau olah raga.

“Menurut aku fast food sudah menjadi bagian dari gaya hidup remaja, secara fast food biasanya lebih simple karena remaja suka dengan hal yang serba cepet. Dan biasanya remaja kalau jalan-jalan ke mall  yang dicari makanan cepat saji.

Bagi Rifqa, agar real food lebih menarik untuk remaja mungkin dengan  cara dipromosikan melalui konten menarik di sosial media sehingga bisa menjadi trend. “Soalnya anak anak muda sekarang suka fomo kalau ada trend baru. Dari situ bisa mulai dibiasakan. Seperti gym juga sempet jadi trend. Kan orang orang tiba-tiba pada nge-gym gara-gara banyak konten kreator yang bikin konten tentang gym,” ujarnya menyarankan.

Kayana Syahda P. E, kelas 12, SMAN 1 Ciomas Bogor

Kayana Syahda P. E, kelas 12, SMAN 1 Ciomas Bogor. Foto: istimewa

“Kalau aku lebih suka real food dan lagi mau melatih diri untuk lebih banyak makan makanan real food. alesannya karena opsi real food itu lebih sehat, lebih mudah dicerna untuk tubuh, dan mudah dijumpai di masakan rumah. Walaupun begitu, sebenernya aku juga masih sering makan fast food. Karena kadang kita lagi terburu-buru dan butuh sesuatu yang cepat saji, pasti ke fast food atau karena pure lagi pengen makan fast food,” ucap Kayana.

Menurut dia, memang tidak bisa dipungkiri fast food terasa lebih enak dibanding real food. Namun, jika dipikir-pikir, lanjutnya, ia masih akan tetep jawab real food, karena baik untuk tubuh kita di jangka panjang.

“Sebenernya real food tuh gak boring, banyak variasinya dan bisa dikreasikan sesuai yang kita mau. Aku makan fast food kayaknya bisa dua sampai tiga kali dalam seminggu karena kadang kalau di rumah engga masak, kita cari makanan fast food yang praktis, Tapi sekarang aku mencoba membatasi sepertinya nggak, karena aku sedang mencoba intuitive eating jadi sebisa mungkin aku makan apa yang aku mau,” paparnya.

Kanaya pernah merasakan efek dari fast food setiap habis makan fast food. Terutama jika berturut-turut, badan terasa tidak enak, tidak segar, dan bloating (kembung, red). Bahkan ia mengakui lebih cepat naik berat badan jika kebanyakan makan fast food.

“Sedangkan efek makan real food, kayak waktu itu tuh aku lagi nyoba clean eating, berasa banget perbedaannya. Badan kerasa ada energinya, mood bagus terus, sistem pencernaan aku juga membaik,” ungkapnya.

Apa kata Dokter?

dr. Athia Khairunnisa, Dokter Umum

dr. Athia Khairunnisa, Dokter Umum. Foto: istimewa

Fast Food atau makanan cepat saji sesuai dengan namanya, menurut dokterAthia Khairunnisa, adalah makanan yang bisa disajikan dalam waktu yang singkat atau cepat. Contoh fast food di antaranya adalah kentang goreng, nugget, sosis, ayam goreng tepung, pizza, donat, dan hamburger.

Sedangkan real food atau makanan asli, lanjutnya, adalah makanan yang masih utuh, tidak banyak diolah/minim proses dan bebas dari bahan kimia tambahan. Suatu makanan bisa disebut sebagai real food jika tidak mengandung bahan pengawet, pewarna buatan, pemanis sintetis, perasa sintetis dan diproses/dimasak seminimal mungkin. Contoh real food, kata dokter Athia, di antaranya adalah buah-buahan, sayuran, daging, telur, ikan, biji – bijian, kacang-kacangan, serta 100 persen susu segar.

“Dalam hal kandungan nutrisinya, fast food mengandung banyak kalori, lemak, gula dan garam serta rendah nutrisi. Jenis makanan ini hampir tidak mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Karena tinggi kandungan kalori, lemak, gula dan garam maka terlalu sering mengonsumsi Fast Food berisiko tinggi mengalami obesitas / kegemukan dan gangguan kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus dan penyakit jantung,” ujarnya kepada wartawan KAMU KUAT!, Selasa (17/12/2024).

Fast food, lanjutnya, juga rendah serat. Bahkan tanpa serat sehingga dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan seperti sembelit. Selain itu sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi fast food secara berlebihan dapat menurunkan tingkat kesuburan baik pada pria maupun wanita.

Sebaliknya real food, imbuhnya, kaya akan berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serat dan antioksidan, rendah lemak trans serta rendah kadar gula maupun garam. Hal ini karena real food minim proses pengolahan dan tidak ada tambahan bahan kimia. Konsumsi jenis real food memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar daripada fast food, di antaranya adalah menjaga berat badan ideal, meningkatkan energi, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, menjaga kesehatan saluran cerna serta mencegah terjadinya penyakit kronis seperti obesitas/kegemukan, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus maupun penyakit jantung.

“Makanan cepat saji atau fast food tidak disarankan dikonsumsi sehari-hari melainkan harus dibatasi. Maka pilihlah konsumsi real food yang lebih sehat dan bergizi agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan di kemudian hari,” pungkas dokter Athia.

Baik fast food maupun real food punya tempat dalam hidup remaja. Namun, untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, real food adalah pilihan terbaik yang bisa kamu prioritaskan. Ingat, tubuh kamu berhak mendapatkan asupan terbaik agar bisa beraktivitas maksimal setiap hari lho sahabat KAMU KUAT!

Jadi, mulai sekarang, yuk lebih bijak memilih makanan. Kamu ingin sehat, bertenaga, dan penuh semangat, kan? Pilih real food untuk menjadi remaja kuat dan hebat. (Resty)

Tags: Fast FoodGizi RemajaMakanan BergiziMakanan SampahReal Food
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ave Rosa A Djalil’s Quote – Komentar Orang

Next Post

Gempa 7,3 SR Guncang Vanuatu, Korban Tewas Sementara 6 Orang

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Gempa 7,3 SR Guncang Vanuatu, Korban Tewas Sementara 6 Orang

Gempa 7,3 SR Guncang Vanuatu, Korban Tewas Sementara 6 Orang

Ave Rosa A Djalil’s Quote – Seorang Suami

Ave Rosa A Djalil’s Quote – Seorang Suami

Discussion about this post

TERKINI

Iran yang Diundang FIFA ke Markas Besar Diskusi Piala Dunia Terpaksa Absen Akibat Dihina Imigrasi Kanada

7 Mei 2026

Naudzubillah, Nasib Anak yang Dilahirkan dari Hasil Zina Menurut Islam

6 Mei 2026

Mampu Menjangkau 6000 Kilometer, Turki Pamerkan ‘Yildirimhan’ Rudal Balistik Antarbenua

6 Mei 2026

Apa yang Disebut Narcissistic Collapse atau ‘Keruntuhan Narsistik’ dan Cara Melindungi Diri Anda

5 Mei 2026

Kewajiban Bersikap Adil Menurut Islam Merujuk pada Al Qur’an dan Hadits

5 Mei 2026

Kuba Menyebut AS Sedang Cari Alasan untuk Lancarkan Intervensi Militer ke Negara Mereka

4 Mei 2026

Menyayat Hati, 8.000 Jenazah Masih Terperangkap di Puing-puing Reruntuhan di Gaza di Tengah 72.000 Jiwa Korban Genosida Israel

3 Mei 2026

Mencermati Hukum Shalat Fardhu di Akhir Waktu Beralasan Menjaga Wudhu

3 Mei 2026

Mengklaim Perang Telah Berakhir, Lebih Baik Tidak Membuat Kesepakatan Sama Sekali dengan Iran

2 Mei 2026

Jadwal Rencana Keberangkatan Jemaah Haji 1447 H, Puncak, dan Kepulangan ke Indonesia

2 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video