Avesiar – Jakarta
Angin kencang awal minggu ini menyebarkan kebakaran hutan di berbagai bagian California, dilansir TRT World, Jum’at (10/1/2025), menyebabkan kerusakan infrastruktur di negara bagian dengan harga real estat yang tinggi dan jumlah penyedia asuransi pemilik rumah yang menurun.
Kemalangan lainnya yaitu bencana kebakaran dahsyat melanda California pada saat penyedia asuransinya sudah berada di bawah tekanan. Tidak hanya itu, California mengatur dengan ketat jumlah maksimum yang dapat dibebankan oleh penyedia asuransi swasta kepada pemilik rumah, sebuah kebijakan yang tampaknya telah menekan harga asuransi selama bertahun-tahun.
Menurut laporan terbaru oleh First Street Foundation, sebuah organisasi penelitian lingkungan nirlaba, hal itu memicu industri asuransi membatasi dan menarik pertanggungan di daerah kebakaran hutan berisiko tinggi karena kebijakan peraturan negara bagian, yang meningkatkan risiko dari perubahan iklim.
Salah satu kebakaran hutan paling merusak yang terkait dengan iklim dalam sejarah negara bagian tersebut telah memaksa ribuan orang di California kehilangan perapian dan rumah mereka. Namun, yang memperparah penderitaan mereka adalah kurangnya perlindungan asuransi pada saat bencana alam terjadi.
Banyak perusahaan asuransi besar pada tahun 2023 mengurangi operasi di negara bagian terbesar ketiga di AS tersebut, karena adanya batasan harga pada berapa banyak premi yang boleh mereka bebankan kepada pemilik rumah.
Tujuh dari 12 perusahaan asuransi terbesar berdasarkan pangsa pasar di California, pada tahun 2023 menghentikan sementara atau membatasi penerbitan polis baru di negara bagian tersebut.
Keluarnya mereka pada waktu yang hampir bersamaan membuat “sangat sulit” bagi pemilik rumah di daerah berisiko tinggi untuk memperoleh atau membeli asuransi. (ard)












Discussion about this post