Avesiar – Jakarta
Rencana merger antara dua produsen otomotif Jepang, Honda dan Nissan, yang sempat diumumkan menjelang akhir Desember 2024, mungkin akan kandas. Dikutip dari TRT World, Sabtu (8/2/2025), hal itu mengemuka setelah CEO Nissan Makoto Uchida bertemu dengan mitranya dari Honda Toshihiro Mibe.
Dalam pertemuan tersebut Makoto Uchida mengatakan bahwa ia ingin mengakhiri pembicaraan merger mereka setelah produsen mobil yang lebih besar itu mengusulkan menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan, kata seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut, dikutip dari TRT World.
Desember lalu, produsen mobil Jepang itu menandatangani nota kesepahaman untuk membahas integrasi di bawah perusahaan induk untuk menciptakan produsen mobil nomor 3 di dunia dan bersaing dalam industri yang semakin sulit.
Pembicaraan tersebut menjadi rumit karena perbedaan pendapat yang semakin besar. Beberapa orang yang mengetahui masalah tersebut telah memberi tahu Reuters dan menemui jalan buntu setelah Honda mengatakan ingin mengubah Nissan menjadi anak perusahaan.
Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut menambahkan bahwa Nissan akan meresmikan keputusan untuk menarik diri dari MOU tersebut pada rapat dewan yang akan diadakan sebelum pengumuman pendapatan kuartal ketiga perusahaan minggu depan,
Lembaga penyiaran publik Jepang juga melaporkan bahwa sikap Honda saat ini adalah tidak akan menerima integrasi kecuali Nissan setuju menjadi anak perusahaan.
Juru bicara Nissan dan Honda menolak berkomentar mengenai status pembicaraan mereka, dan mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa mereka bermaksud menyelesaikan arah masa depan pada pertengahan Februari.
Di lain sisi, Nissan telah mengumumkan rencana untuk memangkas 9.000 pekerja dan 20 persen dari kapasitas global. (ard)













Discussion about this post