Avesiar – Cerpen dan Puisi
Kidung Cinta di Antara Kabut
Oleh: Mas Ngabehi
****************
Di antara kabut yang melingkar sunyi,
aku mendengar kidung cinta berbisik lirih.
Seperti nyala lilin di tengah badai,
mengusik gelap, memeluk harapan yang letih.
———————
Cinta itu bukan sekadar janji manis,
ia adalah pijar dalam gulita,
yang menuntun langkah manusia tersesat,
di lorong dunia yang kehilangan maknanya.
————————–
Kabut melingkupi pandangan kita,
seperti fatamorgana modernitas yang memikat.
Tidakkah kita terlalu sibuk dengan bayangan?
Mengejar mimpi, namun lupa pada kenyataan.
—————————–
Aku bertanya pada kidung yang abadi,
mengapa manusia lupa caranya berbagi?
Tidakkah cinta mengajarkan kasih,
bukan sekadar menghitung untung-rugi?
—————————–
Kabut ini bukan sekadar embun pagi,
ia adalah duka bumi yang terselimuti dusta.
Kota-kota bersolek, tapi hatinya sunyi,
terkubur di bawah ambisi dan harta benda.
—————————–
Cinta di antara kabut adalah suara nurani,
yang mencoba memanggil jiwa-jiwa mati.
Bahwa kebahagiaan bukan tentang materi,
melainkan tentang makna dalam memberi.
—————————–
Oh kidung cinta, nyanyikanlah kepada semesta,
tentang manusia yang lupa pada cinta sejati.
Cinta yang menanam, cinta yang menjaga,
bukan yang merusak demi kuasa tak bertepi.
—————————–
Di antara kabut yang kian menebal,
kidung itu tetap bernyanyi dengan lantang.
Ia mengingatkan bahwa hidup tak hanya soal menang,
tapi tentang menjadi manusia yang bertahan dalam kebaikan.
—————————–
Cinta sejati adalah lilin dalam kabut,
yang tak pernah padam oleh badai dan waktu.
Ia menyala untuk mereka yang mau belajar,
tentang arti hidup yang lebih dari angka dan bayangan sekadar.
Selayang pandang:
Penulis puisi dan cerpen Dr. Sri Satata, M.M, adalah Pegiat Bahasa dan Sastra, serta Dosen.
Ia adalah sosok yang telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan dan sastra selama lebih dari dua dekade. Sebagai seorang pendidik sekaligus penulis, ia berhasil membangun reputasi sebagai salah satu figur yang berpengaruh dalam pengembangan literasi di Indonesia.
Sri Satata aka Mas Ngabehi menyelesaikan studi S1 di bidang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Surakarta (1984–1988). Selanjutnya, ia meraih gelar Magister Manajemen dari International Golden Institute (2002–2004) dan menyempurnakan pendidikannya dengan gelar Doktor dalam bidang Manajemen Ilmu Pendidikan di Uninus Bandung (2020–2022).













Discussion about this post