• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Serba-serbi Menyambut Ramadhan di Daerahku, Kamu Seperti Apa?

by Ave Rosa
27 Februari 2025 | 23:55 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 7 mins read
A A
Serba-serbi Menyambut Ramadhan di Daerahku, Kamu Seperti Apa?

Ilustrasi. Foto: via pwmu.co & ist. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dan penuh makna. Di setiap daerah, bulan suci ini disambut dengan tradisi khas yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mulai dari pawai obor, pasar takjil yang selalu ramai, hingga ritual keagamaan yang memperkuat kebersamaan.

Tradisi-tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dan penuh makna. Di setiap daerah, bulan suci ini disambut dengan tradisi khas yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Mulai dari pawai obor, pasar takjil yang selalu ramai, hingga ritual keagamaan yang memperkuat kebersamaan.

Tradisi-tradisi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Setiap daerah punya cara unik untuk merayakan Ramadhan, menciptakan momen-momen yang tak terlupakan bagi warganya.

Kearifan lokal serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Setiap daerah punya cara unik untuk merayakan Ramadhan, menciptakan momen-momen yang tak terlupakan bagi warganya.

Yuk, kita simak tradisi menyambut Ramadan di beberapa daerah dari beberapa sahabat kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! Avesiar.com berikut!

Muhammad Baldan Pradana , mahasiswa semester 4, Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Muhammad Baldan Pradana , mahasiswa semester 4, Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Foto: istimewa

Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda di setiap daerah. Bagi Muhammad Baldan Pradana, mahasiswa semester 4 di Universitas Negeri Jakarta, yang asli kelahiran Jakarta dari suku Betawi, Ramadhan di kampung halamannya memiliki ciri khas tersendiri yang selalu dirindukan.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Menurut Baldan, setiap sore menjelang berbuka, jalanan dipenuhi penjual takjil yang menggoda selera. Udara yang terasa lebih sejuk membuat banyak orang keluar rumah untuk ngabuburit, menikmati angin sore sambil menunggu adzan Maghrib.

“Tidak tahu kenapa, tapi udara di bulan Ramadhan selalu terasa lebih sejuk. Mungkin karena suasananya yang lebih tenang dan penuh berkah,” ujarnya.

Selain itu, ada tradisi khas yang masih lestari, yaitu rowahan, sebuah ritual mengirim doa untuk keluarga yang telah berpulang sebelum Ramadhan tiba. Tidak hanya itu, masyarakat juga menggelar pawai obor sebagai bentuk rasa syukur menyambut bulan suci.

Ramadhan tak lengkap tanpa makanan khas berbuka. Menurut Baldan, gorengan dan kolak pisang adalah dua hidangan yang wajib ada. “Kolak pisang ini unik, ya. Rasanya hampir tidak pernah ada di luar bulan puasa. Begitu juga dengan timun suri, buah yang selalu ada saat Ramadhan dan sering dicampur dengan sirup cocopandan,” katanya.

Salah satu momen yang paling dinantikan Baldan adalah buka puasa bersama. “Ini momen langka buat saya. Karena kesibukan kuliah, jarang bisa sering ketemu tetangga. Makanya, momen berbuka bersama ini benar-benar saya tunggu-tunggu,” katanya.

Selain itu, shalat tarawih berjamaah di mushola juga memberikan pengalaman yang tak tergantikan. Baginya, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan ibadah dan mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

Namun, Baldan merasa ada perbedaan besar antara Ramadhan di masa kecil dan sekarang. “Dulu, hiburan utama saat menunggu berbuka itu acara TV spesial Ramadhan. Sekarang, kebanyakan orang lebih memilih menonton di gadget masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi memang membuat segalanya lebih mudah, tapi di sisi lain juga mengurangi kebersamaan. “Biasanya, anak muda yang paling semangat dalam mengadakan kegiatan seperti pawai obor atau acara buka puasa bersama. Tapi tentu saja, harus ada sosok yang bisa menggerakkan mereka,” kata Baldan.

Anak muda, kata Baldan, harus lebih peduli dengan budaya dan tradisi di daerahnya agar tidak hilang ditelan zaman. Setiap daerah mungkin punya kebiasaan unik saat Ramadhan. Meski di tempat Baldan tidak ada tradisi yang benar-benar berbeda, ada satu kejadian yang selalu ia ingat.

“Pernah suatu tahun, setelah tarawih, anak-anak muda di daerah saya mengadakan pertandingan tenis meja sampai tengah malam, bahkan ada yang lanjut sampai sahur. Seru banget, Momen seperti itu jarang terjadi lagi sekarang,” kenangnya.

Jika harus memilih, Baldan lebih menyukai suasana Ramadhan di masa kecil. “Dulu, jauh dari gadget, saya dan teman-teman lebih banyak bermain di luar, berjalan-jalan pagi setelah Subuh, dan menikmati kebersamaan tanpa distraksi teknologi. Rasanya ingin kembali ke masa itu,” katanya.

Naadia Tsaabita NC, mahasiswi semester 2, Universitas Brawijaya, Malang

Naadia Tsaabita NC, mahasiswi semester 2, Universitas Brawijaya, Malang. Foto: istimewa

Ramadhan di daerah Gresik punya keunikan tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lain. Dua tradisi khas yang paling menonjol adalah Pasar Bandeng dan Malam Selawe.

Setiap menjelang Idul Fitri, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi Pasar Bandeng, sebuah ajang jual beli ikan bandeng dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, ada pula Kontes Bandeng, di mana ikan bandeng terbesar akan mendapatkan penghargaan.

“Tradisi ini bukan sekadar jual beli, tapi juga bagian dari budaya turun-temurun yang selalu menarik perhatian masyarakat,” ujar Naadia.

Selain itu, ada juga Malam Selawe, sebuah malam spesial di bulan Ramadhan yang diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya.

Meskipun tidak ada makanan khas tertentu yang wajib ada saat berbuka, aneka takjil seperti es buah, es campur, dan gorengan tetap menjadi favorit. “Kayak di banyak tempat lainnya, orang-orang di sini juga suka berbuka dengan yang manis dan segar,” tambahnya.

Bagi Naadia, suasana Ramadhan yang paling berkesan adalah saat Pasar Bandeng berlangsung. Keramaian menjelang Idul Fitri, antusiasme masyarakat, dan keseruan melihat kontes bandeng terbesar selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan setiap tahun.

“Pasar Bandeng itu bukan cuma pasar biasa, tapi juga bagian dari euforia menyambut Lebaran,” katanya.

Menurutnya, suasana Ramadhan di daerahnya tidak banyak berubah. Tradisi seperti Pasar Bandeng dan Malam Selawe masih berlangsung dengan semangat tinggi, dan masyarakat tetap antusias menyambut bulan suci.

“Kekhasan Ramadhan di sini masih terjaga dengan baik, dan antusiasme masyarakat tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Anak muda juga punya peran penting dalam menjaga tradisi Ramadhan agar tetap lestari. “Buktinya, banyak anak muda yang masih ikut meramaikan Pasar Bandeng dan Malam Selawe. Mereka tetap berpartisipasi, baik sebagai pengunjung maupun sebagai bagian dari acara,” kata Naadia.

Ahmad Hanafi Rais, mahasiswa semester 4, UIN RMS Surakarta, Jawa Tengah

Ahmad Hanafi Rais, mahasiswa semester 4, UIN RMS Surakarta, Jawa Tengah. Foto: istimewa

Salah satu tradisi yang masih lestari di Klaten adalah Padusan, yaitu ritual pembersihan diri secara simbolis dengan mandi atau berendam di umbul (mata air) sebelum memasuki bulan Ramadhan. Selain itu, ada juga Nyadran, yaitu tradisi ziarah kubur dan doa bersama untuk leluhur menjelang bulan puasa.

“Suasana Ramadhan di sini sangat kental dengan kekeluargaan dan religiusitas. Tradisi seperti Padusan dan Nyadran masih terus dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci,” ujar Ahmad.

Selain itu, masyarakat juga bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar kampung, menciptakan suasana yang lebih bersih dan nyaman untuk menjalani ibadah selama Ramadhan.

Anak muda di Klaten turut berperan dalam menjaga semarak Ramadhan. Banyak dari mereka yang aktif dalam kegiatan keagamaan, seperti mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) atau menjadi panitia berbagai acara Ramadhan di masjid dan musala.

“Beberapa anak muda berperan aktif dalam menghidupkan suasana Ramadhan, misalnya dengan mengajar TPA dan menjadi panitia kegiatan keagamaan. Ini menjadi cara bagi mereka untuk tetap melestarikan nilai-nilai keislaman dalam masyarakat,” kata Ahmad.

Menurut Ahmad, suasana Ramadhan di Klaten memang mengalami perubahan dibandingkan masa lalu. Pemanfaatan teknologi semakin terasa, baik dalam mendapatkan informasi seputar ibadah maupun dalam aktivitas sehari-hari.

“Dibandingkan dulu, sekarang banyak perubahan, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi dan variasi kuliner. Banyak orang lebih sering mengakses kajian atau jadwal imsakiyah melalui gadget,” jelasnya.

Namun, bagi Ahmad sendiri, perbedaan ini tidak terlalu terasa secara spesifik. Meskipun ada perubahan, nilai kekeluargaan dan semangat Ramadhan di Klaten tetap terjaga.

Bulan Ramadhan selalu membawa kesan tersendiri bagi setiap orang. Meskipun zaman terus berubah, nilai kebersamaan, religiusitas, dan gotong royong dalam masyarakat Klaten tetap menjadi bagian penting dalam menjalani bulan suci ini.

Seiring dengan perkembangan zaman, beberapa tradisi mungkin mulai berubah atau tergeser oleh kebiasaan baru. Namun, nilai kebersamaan, kepedulian, dan spiritualitas yang terkandung dalam tradisi Ramadhan tetap harus dijaga.

Anak muda memiliki peran penting dalam melestarikan warisan budaya ini, baik dengan tetap berpartisipasi maupun dengan menciptakan inovasi agar tradisi tersebut tetap relevan dengan zaman. Lebih dari sekadar ritual tahunan, Ramadhan adalah waktu untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Apa pun tradisi Ramadhan di daerahmu, yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani bulan suci ini dengan penuh makna, sehingga setiap momen yang dilewati menjadi pengalaman yang berharga dan penuh berkah.

Guys, bagaimana dengan Ramadhan di daerahmu? Tradisi apa yang paling kamu rindukan? (Resty)

Tags: Menyambut RamadhanRamadhan di DaerahRamadhan di Kampungku
ShareTweetSendShare
Previous Post

Alhamdulillah, Terobosan Medis Ini Membuat Anak-anak Tunanetra Dapat Melihat untuk Pertama Kalinya

Next Post

Cerpen: Lentera di Tengah Kabut  (bagian 1)

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Cerpen: Lentera di Tengah Kabut  (bagian 1)

Cerpen: Lentera di Tengah Kabut  (bagian 1)

Tidak Gentar, Demonstrasi Mahasiswa pro-Palestina di New York Terus Berlanjut

Tidak Gentar, Demonstrasi Mahasiswa pro-Palestina di New York Terus Berlanjut

Discussion about this post

TERKINI

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

Perundingan di Pakistan Gagal Mendikte Soal Program Nuklir, Trump Ancam Blokade Hormuz dan Serang Infrastruktur Sipil Iran

12 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video