KAMU KUAT – Jakarta
Kebahagiaan adalah perasaan yang dicari oleh setiap orang, tetapi sering kali hadir dalam bentuk yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, kebahagiaan mungkin datang dari pencapaian mendapatkan perhatian dan kasih sata orang tua serta orang-orang di sekitar, mampu berbuat baik kepada orang lain dan yang membutuhkan, juga diraihnya sebuah prestasi atau impian.
Tidak melulu soal materi dan gaya hidup, kebahagiaan bisa muncul dari momen-momen kecil yang penuh kehangatan, seperti bercanda dengan teman atau menikmati waktu bersama keluarga. Sebenarnya, tidak ada ukuran pasti tentang apa yang membuat seseorang merasa bahagia. Kebahagiaan bisa datang kapan saja, di mana pun, dan dari situasi yang mungkin tidak kita duga.
Mengulik soal yang disebut kegembiraan dan kebahagiaan, beberapa anak muda berbagi pengalaman mereka kepada kanal KAMU KUAT! Avesiar.com dan juga kamu, Guys! Cekidot!
Galuh Nabila Audry Rahmania (Audry), mahasiswi semester 6, Universitas Padjadjaran (Psikologi)

Setiap orang memiliki definisi kebahagiaan yang berbeda. Bagi Audry, mahasiswi semester 6 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, kebahagiaan terbesarnya hadir dalam bentuk kebersamaan dengan teman-teman yang ia anggap sebagai keluarga baru.
Saat diminta untuk memilih satu momen paling bahagia, Audry mengaku sulit memilih karena begitu banyak kenangan baik yang telah ia lalui. Namun, jika harus memilih, ia akan memilih saat dirinya menjalankan kegiatan produktif bersama teman-temannya.
“Tahun lalu, bahkan sampai sekarang, aku dan teman-teman organisasiku rajin menghadiri acara keperempuanan atau bahkan membuat acara itu sendiri. Setiap kali kami mempunyai acara, pasti semuanya akan hadir dan ikut bantu dalam bentuk dukungan. Kami saling tukar afeksi dan semangat,” ujar Audry.
Baginya, kebersamaan dengan teman-teman organisasi bukan hanya sekadar bekerja bersama, tetapi juga berbagi semangat dan kasih sayang. Setiap acara yang mereka jalankan menjadi lebih bermakna karena diwarnai dengan dukungan dan kehangatan satu sama lain.
Sebagai anak rantau, Audry merasa bahwa organisasi yang ia ikuti adalah rumah keduanya. Teman-temannya tidak hanya menjadi rekan dalam berbagai kegiatan, tetapi juga orang-orang yang menerima dirinya apa adanya.
“Aku percaya rasa bahagia itu lahir dari rasa cinta dan sayang. Saat ada cinta di suatu tempat, pasti ada bahagia di situ. Aku baru mendapatkan ‘rumah’ di organisasi tersebut. Mereka menerima aku apa adanya, mereka hangat, dan kami saling menguatkan satu sama lain, meskipun adanya perbedaan di antara kami. Rasanya seperti bertemu dengan saudara-saudara baru,” ungkapnya dengan penuh makna.
Perasaan diterima dan dicintai oleh lingkungan sekitar membuat setiap momen bersama teman-temannya menjadi lebih istimewa. Bukan hanya sekadar kebersamaan, tetapi juga hubungan yang penuh kasih sayang dan dukungan.
Saat mengenang momen-momen bahagia yang telah ia lalui, Audry berharap bahwa kebersamaan ini bisa bertahan untuk waktu yang lama. “Aku harap aku dan teman-temanku bisa berbagi momen bahagia untuk waktu yang lama,” tutupnya.
Kisah Audry mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar, tetapi juga dari kehangatan dan dukungan orang-orang terdekat. Selama kita dikelilingi oleh mereka yang menyayangi kita, kebahagiaan akan selalu ada, bahkan dalam momen-momen sederhana sekalipun.
Dwi Putra Al-Rizky, siswa kelas 11, SMA Negeri 2, Tangerang Selatan

Setiap orang memiliki momen yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Bagi Dwi Putra Al-Rizky, siswa kelas 2 SMA Negeri 2 Tangerang Selatan, kebahagiaannya datang dari pencapaian besar yang ia raih dalam dunia olahraga. Kemenangan pertamanya di ajang Tangsel Open 2024 menjadi titik balik dalam perjalanannya sebagai seorang petinju muda.
Dwi mengenang momen ini sebagai pencapaian yang sangat berarti. Pasalnya, sebelum menjuarai Tangsel Open 2024, ia pernah mengalami kegagalan di pertandingan pertamanya. Namun, alih-alih menyerah, ia justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras.
“Itu merupakan pertandingan kedua yang saya ikuti, tetapi menjadi kemenangan pertama saya. Saat pertandingan pertama, saya mendapat hasil yang kurang memuaskan dan tidak memenuhi ekspektasi. Tapi setelah saya berusaha dan berlatih lebih lagi, alhamdulillah ini menjadi kemenangan pertama saya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Setelah berhasil memenangkan pertandingan, Dwi tidak serta-merta larut dalam euforia berlebihan. Baginya, kemenangan ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju prestasi yang lebih besar.
“Saya merayakannya dengan rasa bersyukur karena ini merupakan pencapaian baru dalam hidup saya. Saya yakin bahwa ini akan menjadi awal dari berbagai pencapaian ke depannya,” tuturnya.
Bagi Dwi, kebahagiaan sejati datang dari usaha yang kita lakukan sendiri. “Saya jadi berpikir bahwa kebahagiaan ternyata bisa kita dapatkan dengan usaha untuk diri kita sendiri dan tidak selalu datang dari usaha orang lain untuk kita,” tambahnya.
Di balik pencapaian ini, Dwi tidak melupakan orang-orang yang selalu mendukungnya. Ia berbagi kebahagiaan dengan keluarga, teman dekat, dan tim dari klubnya yang sudah membantunya berkembang dalam latihan.
“Tentu aku berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang selalu support aku, kayak orang tua, teman dekat, dan tim dari klub aku yang udah membantu progress latihan aku selama ini,” katanya.
Dari pengalaman ini, Dwi menyadari bahwa kunci utama kebahagiaan adalah bersyukur. Ia percaya bahwa jika terlalu fokus mengejar lebih banyak hal tanpa mensyukuri yang sudah dimiliki, kebahagiaan justru akan terasa jauh.
“Menurut aku, kunci utama bisa ngerasain bahagia tuh bersyukur sama yang bisa didapat sekarang. Kalau kita terlalu haus buat ngejar yang lebih, kita bakal ngerasa biasa aja atau bahkan nggak bahagia sama sekali sama yang kita punya sekarang,” jelasnya yang berusaha memperbanyak rasa syukur dan lebih sayang sama diri sendiri serta orang terdekat.
Fitri Wulandari, mahasiswi semester 4, Universitas Pamulang

Bagi sebagian orang, kebahagiaan sering kali dikaitkan dengan keberuntungan atau kejutan yang datang tiba-tiba. Namun, bagi Fitri Wulandari, mahasiswi semester 4 di Universitas Pamulang, kebahagiaan sejati lahir dari perjuangan dan rasa syukur atas setiap pencapaian yang diraih.
Fitri percaya bahwa menikmati hidup tanpa berekspektasi berlebihan adalah salah satu kunci kebahagiaan. Namun, ada satu momen dalam hidupnya yang ia anggap sangat membahagiakan, yaitu ketika berhasil meraih beasiswa dari kampusnya.
“Saat memulai kuliah, saya mencoba mengikuti program beasiswa. Alhamdulillah, saya lulus dan hingga saat ini menjadi penerima beasiswa. Dari beasiswa tersebut, saya bisa meringankan dan membantu biaya kuliah saya,” ungkapnya.
Bagi Fitri, pencapaian ini bukanlah hasil keberuntungan semata, tetapi merupakan buah dari perjuangan yang ia lakukan.
Mendapatkan beasiswa bukan hanya memberikan keringanan secara finansial, tetapi juga mengubah cara pandang Fitri tentang kebahagiaan. Ia merasa bahwa pengalaman ini menjadi dorongan besar baginya untuk terus belajar dan berkembang.
“Pengalaman ini membuat saya ingin belajar lebih banyak mengenai hal-hal yang sebelumnya belum saya tahu. Saya juga jadi lebih memahami arti bersyukur dan bagaimana menikmati kebahagiaan dengan berbagi kepada orang tua dan orang lain,” jelasnya.
Dengan kata lain, bagi Fitri, kebahagiaan bukan hanya tentang mencapai sesuatu untuk diri sendiri, tetapi juga bagaimana kita bisa berbagi dengan orang-orang terdekat.
Dalam momen bahagianya, Fitri tidak lupa berbagi dengan orang-orang yang selalu mendukungnya, seperti kedua orang tua, adik, dan teman-teman terdekatnya. Ia merasa bahwa keberhasilannya tidak lepas dari doa dan dukungan mereka.
Ketika ditanya apa makna kebahagiaan baginya, Fitri dengan tegas menjawab, “Kebahagiaan itu dicari, karena itu penting untuk kenyamanan diri sendiri.”
Di balik keberhasilannya, Fitri menyadari bahwa perjalanan ini tidak selalu mulus. Oleh karena itu, ia ingin menyampaikan dua hal penting kepada orang-orang yang telah membersamai perjalanannya.
“Pertama, aku mau bilang ‘maaf’ terlebih dahulu, karena mungkin sebelum ini ada kata-kata yang aku keluarkan, sengaja atau tidak sengaja, yang menyakiti hati mereka. Kedua, aku pastinya bilang ‘terima kasih’ karena mereka sudah selalu mendoakan dan mendukung aku, meyakinkan aku bahwa aku bisa.” ujar fitri menutup wawancara hari inu
kebahagiaan bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan sesuatu yang diperjuangkan. Dalam setiap usaha dan kerja keras, ada makna dan kepuasan yang membuat kita lebih menghargai hidup.
Dari semua pengalaman, kita bisa belajar bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang mencapai sesuatu, tetapi juga bagaimana kita bersyukur, berbagi, dan terus berkembang menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.
Pada akhirnya, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang harus kita tunggu datang begitu saja. Kita bisa menciptakan kebahagiaan sendiri dengan bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, menghargai setiap proses yang kita jalani, dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
Guys, hidup ini terlalu berharga jika hanya diisi dengan penyesalan atau mengejar sesuatu yang tak pasti. Oleh karena itu, mari kita nikmati setiap momen dengan penuh makna, karena kebahagiaan sejati tidak selalu tentang memiliki segalanya, tetapi tentang bagaimana kita melihat dan menghargai apa yang ada di sekitar kita. (Resty)













Discussion about this post