• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Kebiasaan Buruk Kamu yang Pernah Bikin Malu dan Salting

by Avesiar
14 Maret 2025 | 23:47 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 8 mins read
A A
Kebiasaan Buruk Kamu yang Pernah Bikin Malu dan Salting

Ilustrasi. Foto: ist & Freepik. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruk, baik yang disadari maupun tidak. Ada yang terkesan sepele, seperti menggigit kuku atau sering lupa menaruh barang, tetapi ada juga yang bisa membuat kita benar-benar malu.

Kadang, kita tidak menyadari kebiasaan itu sampai akhirnya orang lain menegur atau bahkan menertawakan kita. Saat itulah rasa malu muncul, dan kita mulai bertanya-tanya Haruskah aku mengubah kebiasaan ini?

Namun, mengubah kebiasaan buruk bukanlah hal yang mudah. Butuh kesadaran, niat, dan usaha yang konsisten agar kebiasaan itu tidak lagi mengganggu kehidupan kita. Berikut beberapa pengalaman dari para sahabat kanal artikel remaja kamu kuat.avesiar.com

Bayu Andika Putra, siswa kelas 12, Al Madinah IC KKMB.

Bayu Andika Putra, siswa kelas 12, Al Madinah IC KKMB. Foto: istimewa

Setiap orang pasti memiliki kebiasaan buruk, baik yang disadari maupun tidak. Beberapa kebiasaan mungkin terasa biasa saja, tetapi ada juga yang bisa membuat kita malu, terutama jika terjadi di depan umum.

Salah satu remaja yang pernah mengalami hal ini adalah Bayu Andika Putra, siswa kelas 12 semester 2 di Al Madinah IC KKMB. Dalam wawancara ini, Bayu berbagi pengalamannya tentang kebiasaan buruk yang pernah membuatnya malu, serta bagaimana ia berusaha mengatasinya.

Menurut Bayu, kebiasaan buruk adalah sesuatu yang hampir semua orang miliki secara alami. “Menurut saya, semua orang itu pasti memiliki kebiasaan buruk dan itu sudah terjadi secara alami,” ujarnya. Namun, ada beberapa kebiasaan yang bisa berdampak negatif jika dibiarkan begitu saja, terutama ketika kebiasaan itu terjadi di lingkungan sekolah.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Bayu mengakui bahwa kebiasaan buruknya yang paling sering membuatnya malu adalah tidur saat pembelajaran berlangsung. Awalnya, ia mungkin merasa itu bukan masalah besar, tetapi semuanya berubah saat ia mengalami momen yang membuatnya sadar bahwa kebiasaannya harus dihentikan.

“Dulu saya sadar pada kelas 11 bahwa tidur di kelas itu membuat saya malu. Saya pernah dijadikan bahan candaan oleh guru saya, jadi saya mulai introspeksi diri dan berusaha menjadi lebih baik,” ceritanya.

Setiap kebiasaan buruk pasti mendapatkan reaksi dari orang sekitar, begitu pula dengan kebiasaan Bayu. Dari sisi keluarga, mereka cenderung merasa kesal dan emosi saat mengetahui kebiasaan tersebut. Namun, di sisi lain, teman-temannya justru menanggapinya dengan tawa. “Kalau dari keluarga lebih ke emosi sih, daripada biasa saja. Kalau dari teman, saya malah diketawain,” kata Bayu.

Meskipun terlihat seperti hal sepele, kebiasaan tidur di kelas ternyata bisa berdampak pada bagaimana orang lain memandang kita. Untungnya, Bayu menyadari hal itu sejak dini dan berusaha mengubah kebiasaannya.

Setelah menyadari bahwa tidur di kelas adalah masalah yang harus diatasi, Bayu mulai mencari tahu penyebabnya. Menurutnya, pola tidur yang berantakan adalah faktor utama yang membuatnya sering mengantuk di kelas.

Untuk menghilangkan kebiasaan ini, Bayu mulai mengambil langkah-langkah kecil namun efektif. “Saya sampai sekarang sudah tidak pernah tidur pada saat pembelajaran. Caranya, saya membuat diri saya lebih aktif dari sebelumnya. Kalau sudah terlalu ngantuk, saya izin dengan guru untuk pergi ke toilet,” jelasnya.

Pengalaman Bayu menunjukkan bahwa kebiasaan buruk memang bisa diubah, asalkan ada niat dan usaha untuk memperbaiki diri. Meskipun awalnya merasa malu, ia tidak membiarkan rasa malu itu menjadi beban, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik.

Winona Utomo, siswi kelas 11, SMA Moonzher

Winona Utomo, siswi kelas 11, SMA Moonzher. Foto: istimewa

Menurut Winona, kebiasaan buruk adalah sesuatu yang pasti dimiliki setiap orang.

“Semua orang pasti mempunyai kebiasaan buruk, hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari bisa menjadi kebiasaan yang tidak baik untuk kita. Menurut saya, yang penting adalah bagaimana kita mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk itu agar hidup kita menjadi lebih positif dan dijauhkan dari hal-hal negatif,” ujarnya.

Dengan kata lain, memiliki kebiasaan buruk adalah hal wajar, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengendalikannya.

Ketika ditanya tentang kebiasaan buruknya, Winona langsung tertawa dan mengakui bahwa dirinya memiliki sifat yang pecicilan. “Mungkin sifat pecicilan saya, hehehe,” katanya santai.

Sebagai seseorang yang penuh energi, ia sering tidak bisa diam dan selalu ingin melakukan hal-hal yang seru.

“Biasanya kalau saya sedang banyak energi, saya tidak bisa diam. Maka dari itu, saya suka membuat ulah-ulah kocak dan seru, kadang sampai membuat malu diri sendiri dan teman-teman,” ceritanya.

Meski terkadang membuatnya malu, Winona merasa bahwa kebiasaannya ini juga menjadi bagian dari kepribadiannya yang ceria dan penuh semangat.

Setiap kebiasaan pasti mendapat reaksi dari orang-orang di sekitar kita. Begitu juga dengan kebiasaan Winona yang suka bertingkah pecicilan. “Kadang malu, kadang ketawa. Mereka enjoy mendengar cerita-cerita saya,” katanya.

Meskipun terkadang ada rasa malu, tampaknya teman-teman dan keluarganya lebih sering terhibur oleh aksi-aksi spontan Winona.

Menurut Winona, sifatnya yang pecicilan muncul karena kepribadiannya yang periang dan menyukai kehidupan yang penuh keseruan. “Mungkin karena saya periang, saya enjoy kehidupan saya, jadi saya lakukan hal-hal yang seru dan positif di hidup saya,” jelasnya.

Baginya, kebiasaan ini bukan hanya sekadar kebiasaan buruk, tetapi juga cerminan dari bagaimana ia menikmati hidup. Meskipun menyadari bahwa sifat pecicilannya kadang membuat malu, Winona pernah mencoba untuk mengendalikannya.

“Mungkin pernah, saya mencoba untuk menenangkan diri sendiri agar tidak melakukan hal-hal aneh. Tapi memang sedikit susah, karena memang itu kebiasaan saya,” katanya jujur.

Mengubah kebiasaan yang sudah melekat memang bukan hal yang mudah, terutama jika itu adalah bagian dari kepribadian seseorang.

Azzam Bagus El Gaza, siswa kelas 12, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta

Azzam Bagus El Gaza, siswa kelas 12, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Foto: istimewa

Azzam Bagus El Gaza, siswa kelas 12 di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, mengakui bahwa kebiasaan buruknya sering membuatnya malu. Dalam wawancara ini, ia berbagi pengalamannya tentang bagaimana kebiasaannya membawa konsekuensi yang kurang menyenangkan dan usahanya untuk berubah.

Menurut Azzam, kebiasaan buruk adalah sesuatu yang dimiliki semua orang, hanya saja ada yang sadar dan ada yang tidak.

“Saya yakin setiap orang punya kebiasaan buruk, entah mereka sadar atau tidak dengan kebiasaan buruknya sendiri. Hanya persoalan waktu untuk mereka sadar akan konsekuensi dari kebiasaannya.”

Sayangnya, kesadaran itu sering datang terlambat setelah mengalami kejadian yang cukup memalukan. Azzam mengungkapkan bahwa kebiasaan buruknya adalah sering menyepelekan sesuatu, terutama dalam hal ketepatan waktu dan pola tidur yang berantakan. Ia mengakui bahwa kebiasaan ini sudah beberapa kali merugikannya, bahkan membuatnya merasa malu.

“Sudah beberapa kali saya ditegur, baik dari orang tua maupun teman-teman saya. Hal ini membuat saya lebih dari sekadar malu.”

Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika ia terlambat datang ke latihan drama di sekolah.

“Seharusnya saya sudah di sekolah jam 1 siang untuk latihan, tapi saya malah ketiduran sekitar 15 menit sebelum latihan dimulai. Saya baru terbangun hampir jam 2 dan segera bergegas ke sekolah. Saat sampai, ternyata tim saya sudah punya orang lain yang menggantikan peran saya. Di situlah saya merasa sangat malu atas keteledoran saya sendiri.”

Keluarga dan teman-teman Azzam tentu menyadari kebiasaan buruknya ini. Ibunya sering menegur, tetapi Azzam mengakui bahwa ia sering menghindari teguran tersebut. Namun, yang lebih membuatnya sadar adalah reaksi teman-temannya.

“Saya dan teman-teman sering melakukan ‘deeptalk’, di mana kami membahas sisi buruk masing-masing. Saat giliran saya, mereka kerap mengecap saya sebagai ‘si terlambat’ dan ‘pengantuk’ karena jam tidur saya yang berantakan. Dari sana, saya mulai menyadari bagaimana kebiasaan saya memengaruhi pandangan orang lain terhadap saya.”

Azzam merasa bahwa kebiasaannya ini muncul karena terlalu terbiasa dimanjakan saat masih tinggal bersama orang tua. Saat merantau, ia mengalami kesulitan dalam mengatur waktunya sendiri.

“Saat di rumah, saya selalu dibangunkan dan diingatkan. Namun, ketika merantau, saya merasakan kebebasan, dan sayangnya, saya malah terjatuh dalam kesengsaraan yang saya sepelekan sendiri.”

Berbagai cara sudah ia coba untuk memperbaiki kebiasaan buruknya, seperti menjauhkan ponsel 30 menit sebelum tidur dan bahkan mengonsumsi obat tidur.

“Cara-cara itu cukup efektif, tetapi ketika saya kembali tidur terlalu larut di hari berikutnya, siklus buruk itu berulang lagi. Sampai sekarang, saya masih mencoba yang terbaik untuk menghilangkan kebiasaan ini.”

Sami Mohammed Alomari, siswa kelas 8, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya

Sami Mohammed Alomari, siswa kelas 8, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya.Foto: istimewa

Sami mengaku bahwa kebiasaan buruknya yang paling sering bikin malu adalah ceroboh dan susah fokus.

“Kadang, pas pelajaran aku tiba-tiba kepikiran hal lucu atau malah bengong lihat keluar jendela. Terus, tiba-tiba guru manggil buat nerangin materi, padahal aku nggak dengerin sama sekali, Ujung-ujungnya dihukum dan diketawain satu kelas,” cerita Sami.

Bisa kebayang, kan, gimana malunya saat teman-teman melihat kita nggak bisa jawab pertanyaan guru.

Setiap orang punya cara berbeda dalam menanggapi kebiasaan buruk orang lain. Sami bilang, ada yang menasihati dengan baik, tapi ada juga yang justru menertawakannya. Walaupun terasa nggak enak, Sami sadar bahwa kebiasaannya ini memang harus diubah.

Menurutnya, salah satu penyebab ia sulit fokus adalah karena mata pelajaran yang kurang menarik atau cara mengajar guru yang membosankan. “Cuma beberapa pelajaran aja sih yang bikin aku susah fokus,” tambahnya.

Sami nggak mau terus-terusan malu karena kebiasaannya. Ia pun mencoba mencari solusi dan bertanya kepada orang tuanya. “Orang tua memotivasi aku, akhirnya kalau lagi ngelamun pas pelajaran, aku maksa diri buat paham,” katanya.

Walaupun belum sepenuhnya hilang, ia merasa kebiasaannya sudah mulai membaik.

Malu karena kebiasaan buruk memang tidak menyenangkan, tetapi justru dari situlah kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik. Mengubah kebiasaan bukanlah hal instan mungkin kita akan terjatuh beberapa kali, merasa putus asa, atau bahkan ingin menyerah.

Namun, selama ada usaha, pasti ada perubahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyadari kesalahan, menerima konsekuensinya, dan berusaha memperbaikinya sedikit demi sedikit. (Resty)

Tags: Hal MemalukanKebiasaan BurukRutinitas Remaja
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kebijakan Inggris Meminta Apple Membuat Pintu Belakang ke Data Penggunanya yang Terenkripsi Diprotes Kelompok HAM

Next Post

Kisah Nabi Ibrahim AS, Mencari Tuhan dan Berusaha Mendoakan Bapaknya yang Kafir kemudian Berlepas Diri Darinya

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Kisah Nabi Ibrahim AS, Mencari Tuhan dan Berusaha Mendoakan Bapaknya yang Kafir kemudian Berlepas Diri Darinya

Kisah Nabi Ibrahim AS, Mencari Tuhan dan Berusaha Mendoakan Bapaknya yang Kafir kemudian Berlepas Diri Darinya

Cerpen: Saat Takdir Bertaut di Mihrab Cinta (bagian 3)

Cerpen: Saat Takdir Bertaut di Mihrab Cinta (bagian 3)

Discussion about this post

TERKINI

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026

Perundingan di Pakistan Gagal Mendikte Soal Program Nuklir, Trump Ancam Blokade Hormuz dan Serang Infrastruktur Sipil Iran

12 April 2026

Munas XVI IPSI 2026 Dibuka Presiden Prabowo, Pencak Silat Budaya Bangsa Menuju Olimpiade

11 April 2026

Sumber Senior Iran Sebut AS Setuju Cairkan Aset Iran Demi Pembicaraan di Islamabad, Seorang Pejabat AS Membantah

11 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video