Avesiar – Jakarta
Nabi Allah yang diutus kepada kaum yang disebut sebagai kaum Tsamud adalah Nabi Shaleh Alahissalam. Nabi Shaleh adalah putra Ubaid bin Aasif bin Masih bin Ubaid bin Chadzir bin Tsamud, karena disesuaikan dengan nama kakek buyutnya yang bernama Tsamud bin Amir bin Syam bin Nuh.
Sebagai seorang Nabi, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan sebuah mukjizat kepada Nabi Shaleh AS yaitu seekor unta betina yang keluar dari dalam batu. Hal ini karena dalam dakwahnya untuk mengesakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala beliau mendapat tentangan dari kaumnya itu sendiri.
Kaum Nabi Shaleh AS tidak mau mempercayai kenabiannya. Bahkan setelah mukjizat yang diturunkan itu, mereka tetap menyangkan kenabian Nabi Shaleh AS.
Bahkan mereka pun berani menyembelih unta betina yang Nabi Shaleh melarang untuk menyakitinya. Akibatnya, mereka mendapat siksaan dari Allah yaitu berupa gempa bumi yang maha dahsyat, sehingga mereka mati bergelimpangan di dalam rumah mereka masing-masing.
Tidak hanya itu, siksaan Allah ditambah lagi dengan petir yang menyambar dengan ganas sekali sehingga mereka hancur berkeping-keping.
Kisah ini disebutkan dalam Al Qur’an seperti berikut,
Al-A’raf Ayat 73
“Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.”
Asy-Syu’ara’, Ayat 155
“Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.“
Al-A’raf Ayat 75
“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara kaumnya, “Tahukah kamu bahwa Saleh adalah seorang rasul dari Tuhannya?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami percaya kepada apa yang disampaikannya.”
Al-A’raf Ayat 76
“Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.”
Al-A’raf Ayat 77
“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.”
Al-A’raf Ayat 78
“Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka.”
Al-A’raf Ayat 79
“Kemudian dia (Saleh) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.”
Demikianlah kisah tentang Nabi Shaleh AS yang mendapat pengingkaran dari kaum Tsamud hingga kaum tersebut Allah lenyapkan dari bumi. Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)













Discussion about this post