• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Politic

Beredar ‘Pesan SMS Israel’ yang Menjanjikan Jalan Keluar dari Gaza, Warga Palestina Diminta Mengabaikan

by Ave Rosa
23 April 2025 | 23:10 WIB
in Politic
Reading Time: 3 mins read
A A
Beredar ‘Pesan SMS Israel’ yang Menjanjikan Jalan Keluar dari Gaza, Warga Palestina Diminta Mengabaikan

Ilustrasi. Screeshot layar pesan SMS/Avesiar.com

Avesiar – Jakarta

Tuduhan dilancarkan Hamas kepada Israel karena diduga melakukan “kampanye psikologis” terhadap warga Palestina setelah mengirimkan pesan SMS yang dilaporkan menawarkan bantuan untuk meninggalkan daerah kantong yang terkepung itu, dilansir The New Arab, Selasa (22/4/2025).

Penduduk di kamp pengungsi Al-Nuseirat, mendapat instruksi dalam pesan itu untuk mengatur pertemuan pada hari Selasa antara pukul 9 pagi dan 2 siang di Koridor Netzarim dan menghubungi seseorang yang diidentifikasi hanya sebagai “Kapten Jalal” melalui WhatsApp.

Tidak hanya itu, warga Palestina lainnya mengklaim keluarganya dikirimi pesan teks oleh seseorang yang mengaku sebagai penduduk Gaza yang menawarkan bantuan untuk mengungsi ke Prancis. Pria itu mengklaim relokasi tersebut merupakan bagian dari program pemerintah Prancis yang bertujuan untuk mendukung para ilmuwan dan seniman dari zona konflik, menurut Haaretz.

Ia menulis bahwa evakuasi akan terjadi minggu ini di bawah pengawasan pemerintah Prancis dan bahwa ilmuwan tambahan beserta keluarga mereka juga akan pergi. Program tersebut dilaporkan memungkinkan orang-orang tersebut untuk melanjutkan pekerjaan akademis atau budaya mereka di Prancis di lembaga pendidikan tinggi atau penelitian.

Pesan tersebut berbunyi: “Kami sangat berterima kasih atas kesempatan berharga ini yang memungkinkan kami untuk melanjutkan pekerjaan ilmiah kami di lingkungan yang aman dan stabil. Kami berharap dapat menyumbangkan pengetahuan kami kepada masyarakat setempat di Prancis, tetapi juga dapat kembali suatu hari nanti dan membantu membangun kembali Palestina dan Jalur Gaza.”

Sedangkan menurut militer Israel, tidak ada informasi tentang pesan-pesan semacam itu yang disebarkan secara resmi. Namun, Hamas telah mengecam pesan-pesan tersebut, dan mengecamnya sebagai bagian dari operasi psikologis yang lebih luas yang dipimpin oleh Israel, yang telah menewaskan lebih dari 61.700 warga Palestina.

Kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa Israel menyebarkan “rumor emigrasi dari Gaza ke negara-negara asing melalui Bandara Ramon,” sebagai taktik yang dirancang untuk “mengguncang keteguhan hati rakyat Palestina dan merusak kesadaran nasional mereka.”

Bacaan Terkait :

Israel Memblokir Vaksin, 600.000 Anak di Gaza Terancam Lumpuh

Memalukan, Laporan Menyebut Pemukim Ilegal Israel Melakukan 5.350 Kekerasan dan Perusakan ke Warga Palestina

Warga Palestina Tidak Peduli Apakah Biden, Harris, atau Trump: Pendukung Utama Genosida Israel di Gaza Tetap Saja AS

Booking.com Mendapat Tuntutan Akibat Dugaan Menfasilitasi Penyewaan Rumah Liburan Permukiman Ilegal Israel

Arab Saudi Akan Menanggung 1000 Jemaah Haji Palestina

Anak-anak Termasuk dari 13 Korban Meninggal Akibat Serangan Udara Israel di Perumahan

Kegelisahan di Gaza Akibat Pemboman Besar-besaran Israel

Load More

Mereka menambahkan bahwa kampanye tersebut mencakup “dokumen-dokumen palsu dan janji-janji palsu”, yang memperingatkan masyarakat agar tidak tertipu oleh seruan tersebut. “Imigrasi dari tanah air yang diduduki bukanlah solusi yang aman, tetapi perangkap yang dibungkus janji-janji palsu. Palestina tidak untuk dijual, dan rakyat kami tidak akan terusir,” tambah kelompok tersebut.

Warga Palestina didesak Hamas untuk menghindari terlibat dengan nomor-nomor telepon yang beredar di media sosial, yang menurutnya digunakan untuk tujuan pengumpulan informasi intelijen.

Kantor Media Pemerintah di Gaza memberikan tanggapan dengan memperingatkan pada hari Senin tentang peredaran “rumor menyesatkan” mengenai rencana migrasi massal.

“Kami memantau apa yang baru-baru ini beredar di beberapa platform media sosial — unggahan palsu dan informasi menyesatkan tentang dugaan pengaturan migrasi massal dari Jalur Gaza, yang diduga diselenggarakan oleh tokoh-tokoh kontroversial bekerja sama dengan pihak eksternal, yang mempromosikan perjalanan keluarga Palestina melalui Bandara Ramon ke berbagai negara di seluruh dunia,” kata kantor tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kantor tersebut juga menekankan bahwa “pendudukan Israel berada di balik unggahan-unggahan ini, yang dipromosikan oleh akun-akun palsu, jahat, atau menyesatkan, atau oleh individu yang tidak memiliki informasi akurat, menggunakan dokumen palsu dan formulir otorisasi hukum yang tidak berharga”.

Meskipun semakin banyak laporan tentang orang-orang yang meninggalkan Gaza, sumber-sumber di lapangan mengatakan jumlahnya masih dalam jumlah ribuan dan tidak menunjukkan eksodus massal.

Hal ini terjadi setelah Menteri Keamanan Israel, Israel Katz, mengancam akan membuat Gaza “lebih kecil dan lebih terisolasi”. Katz juga mengatakan bahwa “selama liburan Paskah, tentara mengambil alih kendali koridor Morag, yang melintasi Jalur Gaza dari timur ke barat sejauh 12 kilometer, memisahkan kota Khan Younis dan Rafah, sehingga mengubah wilayah antara koridor Philadelphia dan koridor Morag menjadi bagian dari sabuk keamanan Israel”.

Seorang pejabat senior Israel yang mendampingi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam kunjungan ke Hungaria awal bulan ini, mengatakan kepada wartawan bahwa Israel tengah berunding dengan beberapa negara untuk mengusir paksa warga Palestina dari daerah kantong itu.

Pejabat itu mengatakan Israel “sangat serius” dalam melaksanakan rencana Presiden AS Donald Trump, yang mencakup pengusiran warga Palestina dari Gaza ke negara ketiga.

Lebih mengerikannya, disebutkan bahwa selama pertemuan yang menegangkan di Gedung Putih, Netanyahu didorong untuk lebih menghancurkan Gaza guna mewujudkan rencananya untuk mengubah daerah kantong yang terkepung itu menjadi “Riviera Timur Tengah”, yang telah memicu kecaman luas sebagai upaya untuk “membersihkan etnis” warga Palestina. (ard)

Tags: Isu Keluar GazaPendudukan IsraelPesan SMS IsraelWarga Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Sebaik Apa Literasi dan Wawasan yang  Kamu Kuasai, Ceritakan!

Next Post

Transportasi Umum dan Pelayanannya yang Seperti Apa Anak Muda Suka?

Mungkin Anda Juga Suka :

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

...

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

...

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

...

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

...

Perundingan di Pakistan Gagal Mendikte Soal Program Nuklir, Trump Ancam Blokade Hormuz dan Serang Infrastruktur Sipil Iran

Perundingan di Pakistan Gagal Mendikte Soal Program Nuklir, Trump Ancam Blokade Hormuz dan Serang Infrastruktur Sipil Iran

12 April 2026

...

Load More
Next Post
Transportasi Umum dan Pelayanannya yang Seperti Apa Anak Muda Suka?

Transportasi Umum dan Pelayanannya yang Seperti Apa Anak Muda Suka?

Hentikan Sementara Work from Home, Google Panggil Karyawan Kerja di Kantor atau Resign Sukarela

Hentikan Sementara Work from Home, Google Panggil Karyawan Kerja di Kantor atau Resign Sukarela

Discussion about this post

TERKINI

Iran Memaksa AS Akui Sistem Pertahanannya yang Murah dan Efektif

19 April 2026

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video