• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Law

Booking.com Mendapat Tuntutan Akibat Dugaan Menfasilitasi Penyewaan Rumah Liburan Permukiman Ilegal Israel

by Ave Rosa
24 Mei 2024 | 21:22 WIB
in Law
Reading Time: 2 mins read
A A
Penduduk di Nablus Menggambarkan Serangan Israel Sebagai Pembantaian Menewaskan 10 Warga Palestina

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Sejumlah kelompok HAM internasional pro-Palestina, dikutip dari The New Arab, Jum’at (24/5/2024), telah mengajukan tuntutan pidana ke Kejaksaan Belanda yang menghubungkan situs reservasi hotel Booking.com dengan pendudukan Israel di Tepi Barat, dengan mengatakan bahwa mereka mengambil keuntungan dari “kejahatan perang”.

Hal itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan Booking.com dalam permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki. Selain itu, juga didasarkan pada penelitian yang dimaksudkan untuk menunjukkan keuntungan didapat dari memfasilitasi penyewaan rumah liburan dibangun di atas tanah milik warga Palestina.

Para kelompok HAM yang terlibat dalam pengaduan tersebut termasuk Pusat Dukungan Hukum Eropa (ELSC), Al-Haq, Pusat Penelitian Perusahaan Multinasional (SOMO), dan Forum Hak Asasi Manusia.

Mereka dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, mengatakan bahwa mengambil keuntungan dari kejahatan perang adalah ilegal menurut hukum pidana Belanda, dan bahwa Booking.com membawa hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan Belanda, dengan tuduhan bahwa hal ini membuat mereka bersalah atas pencucian uang.

Dituliskan dalam pemberitaan The New Arab, seorang pengacara yang menangani kasus ini Willem Jebbink dari Jebbink Soeteman Advocaten, mengatakan kepada The New Arab bahwa kasus tersebut telah dibuat selama dua tahun.

“Tujuan di balik kasus ini adalah untuk menghentikan Booking.com mengambil keuntungan dari kejahatan internasional dan kami berharap ini akan menjadi preseden bagi perusahaan lain yang melakukan aktivitas ilegal terkait kejahatan perang,” terangnya.

Ditambahkannya bahwa dia yakin kasus ini akan berdampak, karena organisasi hak asasi manusia dapat dengan mudah mengumpulkan bukti mengenai masalah ini, dan kasus ini bersifat “langsung” berdasarkan hukum Belanda, dan tidak mengharuskan tim untuk bepergian ke luar negeri untuk mengumpulkan bukti.

Bacaan Terkait :

Kota Kemanusiaan di Gaza Ternyata Diduga Kamp Konsentrasi

Sedih, Puluhan Ribu Warga Gaza Harus Mengungsi Karena Israel Akan Kembali Menyerang Besar-besaran

Beredar ‘Pesan SMS Israel’ yang Menjanjikan Jalan Keluar dari Gaza, Warga Palestina Diminta Mengabaikan

Israel Memblokir Vaksin, 600.000 Anak di Gaza Terancam Lumpuh

Terbaru, Pengungsi yang Menjajah Palestina Kini Biadab Membakar Masjid di Tepi Barat

Kejam Menyerang Rumah Sakit, Israel Telah Membunuh Lebih dari 1.000 Petugas Medis di Gaza

Dikritik oleh 100 Stafnya Sendiri, BBC Dituduh Bias Terhadap Israel dalam Liputannya di Perang Gaza

Load More

Dr Susan Power dari organisasi Al-Haq menyoroti pelanggaran terhadap warga Palestina dan bagaimana perusahaan seringkali mendapat keuntungan dari hal ini.

“Booking.com mengeksploitasi kejahatan perang Israel dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap rakyat Palestina untuk keuntungan komersial. Warga Palestina ditundukkan, disiksa dan dibunuh di bawah rezim apartheid kolonial pemukim Israel yang brutal,” katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The New Arab.

SOMO, awal tahun ini meminta biro perjalanan tersebut untuk memberikan tanggapan terhadap temuan penelitiannya dan keterlibatannya dalam permukiman Israel, dan perusahaan tersebut menjawab dengan “sepenuh hati tidak setuju” dengan “tuduhan aktivitas ilegal”.

Dituliskan dalam pemberitaannya bahwa The New Arab telah menghubungi Booking.com untuk memberikan komentar, namun belum menerima tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.

Lydia de Leeuw dari SOMO mengatakan kasus terhadap Booking.com adalah tanggapan atas seruan dari warga Palestina yang “melihat properti mereka dicuri untuk dijadikan rumah liburan yang menguntungkan”.

“Operasi yang melanggar hukum ini mendukung sistem kolonialisme pemukim dan dominasi radikal yang setara dengan apartheid,” ujarnya.

Sudah ada sekitar 200.000 warga Israel yang tinggal di permukiman ilegal di Yerusalem Timur Palestina, yang dianeksasi Israel pada tahun 1967, dan lebih dari 500.000 di Tepi Barat yang diduduki. (ard)

Tags: Booking.com Dituntut Kelompok HAMMemfasilitasi Penyewaan Permukiman IlegalPalestinaPendudukan IsraelPendudukan Tepi BaratPenyewaan Rumah LiburanPermukiman Ilegal IsraelTepi BaratYerusalem Timur
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aktivis dan influencer media sosial Mia Khalifa Ajak Hindari Beli ‘Berlian Darah’ Israel

Next Post

Mahasiswa PR Mercu Buana Bekali Siswa SMP Sultan Hasanuddin Jakarta dengan Personal Branding

Mungkin Anda Juga Suka :

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

...

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

...

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

...

Stasiun ABC Berpendapat Pemerintahan Trump Diduga Berupaya Membungkam Kebebasan Berbicara Terkait Program TV ‘The View’

Stasiun ABC Berpendapat Pemerintahan Trump Diduga Berupaya Membungkam Kebebasan Berbicara Terkait Program TV ‘The View’

9 Mei 2026

...

Menhan AS Terancam Dimakzulkan, Anggota Parlemen Akan Ajukan Pasal-pasal Terkait Perang Terhadap Iran

Menhan AS Terancam Dimakzulkan, Anggota Parlemen Akan Ajukan Pasal-pasal Terkait Perang Terhadap Iran

8 April 2026

...

Load More
Next Post
Mahasiswa PR Mercu Buana Bekali Siswa SMP Sultan Hasanuddin Jakarta dengan Personal Branding

Mahasiswa PR Mercu Buana Bekali Siswa SMP Sultan Hasanuddin Jakarta dengan Personal Branding

Pembunuhan Warga Sipil Palestina oleh Israel Membuat Dunia Marah

Perang Israel di Gaza adalah Genosida yang Nyata, Kata Menteri Pertahanan Spanyol

Discussion about this post

TERKINI

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video