Avesiar – Jakarta
Pengungsian puluhan ribu warga Palestina terjadi dari wilayah timur Kota Gaza di wilayah utara pada hari Ahad (29/6/2025), setelah Israel memperingatkan akan adanya serangan besar, dikutip dari The Guardian.
Pasukan Pertahanan zionis Israel memperingatkan melalui pesan di media sosial mereka dengan dalih tentang “operasi militer [yang] akan meningkat, mengintensifkan, dan meluas ke arah barat hingga pusat kota untuk menghancurkan kemampuan organisasi teroris” dan mengarahkan mereka yang tinggal di beberapa lingkungan yang padat ke al-Mawasi, wilayah pesisir yang jauh di selatan yang sudah penuh sesak dan memiliki fasilitas yang sangat terbatas.
Kekacauan menjadi pemandangan menyedihkan saat seluruh keluarga mencoba mengemas barang-barang mereka yang tersisa, tenda, dan persediaan makanan yang sedikit ke dalam gerobak keledai, sepeda, truk pikap darurat, dan mobil, menurut para saksi.
Mereka yang mengungsi dari rumah atau kamp di utara Kota Gaza pindah ke sana setelah operasi Israel dan bentrokan dengan Hamas yang baru terjadi sejak gencatan senjata yang rapuh runtuh pada bulan Maret.
Mengerikan, dikutip dari The Guardian, peringatan dari Israel datang setelah serangan udara dan penembakan Israel selama berhari-hari di Gaza yang telah menewaskan ratusan orang.
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan 23 warga Palestina tewas pada hari Ahad akibat serangan Israel, termasuk sedikitnya tiga anak-anak.
Menurut juru bicara badan tersebut, Mahmoud Bassal, dua anak tewas dalam serangan di rumah mereka di Zaytun, tepat di sebelah timur Kota Gaza, pada dini hari. (ard)













Discussion about this post