Avesiar – Jakarta
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah suri tauladan umat Islam. Sehingga perilaku dan perkataan beliau adalah sunnah bagi umatnya. Dari sisi aktifitas di rumah tangga, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajak umatnya untuk menyuruh anak-anak berada di dalam rumah dan pintu rumah ditutup.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah penjelasan yang dapat menambah pengetahuan dan pemahaman kita sebagai umat Islam.
Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda sebagai berikut:
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian.” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).
Dan dalam riwayat Ahmad (14747):
“tutuplah bejana-bejana dan tempat minum kalian. Serta matikanlah lampu-lampu ketika hendak tidur. Karena fuwaisiqoh (binatang kecil, seperti cicak, tokek, dll) terkadang menyenggol sumbu dan bisa membakar rumah. Dan tahanlah anak-anak kalian (di rumah) ketika sore hari karena jin bertebaran ketika itu dan terkadang menculiknya.”
Juga dalam riwayat Ahmad (14597):
“tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya.”
Hadits-hadits ini menunjukkan beberapa hal:
1. Dianjurkan untuk melarang anak-anak kecil keluar rumah ketika menjelang malam. Yaitu mulai sore hari menjelang maghrib hingga beberapa saat setelah isya’. Karena ketika itu setan yang berupa jin sedang bertebaran di muka bumi. Adapun setelah beberapa saat masuknya waktu malam (yaitu waktu isya’), maka dibolehkan untuk keluar.
2. Dianjurkan menutup pintu rumah, kamar, dan jendela ketika malam hari. Ketika tidak ada kebutuhan untuk membukanya. Anjuran ini terutama ketika hendak tidur.
3. Juga dianjurkan untuk menutup bejana, tempat minum, tempat makan atau semisalnya. Jika tidak ada benda untuk menutupnya, dianjurkan tetap berusaha menutup walaupun dengan tidak sempurna, semisal dengan menaruh sebatang kayu di atasnya.
Sehingga kesimpulannya adalah:
Pertama: Disunnahkan agar melarang anak-anak untuk berada di luar rumah ketika masuk waktu maghrib.
Kedua: Disunnahkan agar menutup pintu dan jendela ketika masuk waktu maghrib, dan menyebut nama Allah (basmalah).
Tidak hanya itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam beberapa riwayat hadits menyampaikan tata cara yang perlu dilakukan sebelum tidur di malam hari. Tata cara ini memiliki faedah untuk mencegah mimpi buruk saat tidur.
Salah satu cara agar dalam tidur tidak mimpi buruk yaitu dengan terlebih dulu menutup pintu. Menutup pintu merupakan salah satu cara agar seorang Muslim terhindar dari mimpi buruk saat tidur. Tujuan mengapa penting menutup pintu adalah supaya mencegah masuknya setan.
Cara berikutnya yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yakni berwudhu dan berdzikir terlebih dulu sebelum tidur. Kemudian tidur dengan menghadap atau miring ke kanan.
Untuk menghindari berulangnya mimpi buruk, maka terlebih dulu berwudhu, berdzikir, membaca surat al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), dan ayat Kursi, kemudian tidur dengan posisi seperti yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan untuk senantiasa membersihkan tempat tidur sebelum tidur di atasnya, dengan cara mengibaskannya hingga tiga kali. Dalam riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillaah,’ karena dia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR Al Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, dan Abu Dawud)
Selain itu, untuk mencegah mimpi buruk, dianjurkan agar seorang Muslim tidur dengan meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanan.
Dalam riwayat al-Bara’ RA, dia berkata bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ingin tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya, kemudian mengucapkan:
“Ya Allah, hindarkanlah aku dari azab-Mu, di hari Engkau mengumpulkan hamba-hamba-Mu.” (HR Ahmad). (adm)













Discussion about this post