Avesiar – Jakarta
Kekejaman yang dilakukan oleh tentara Israel dengan membantai rakyat Palestina di Gaza yang tidak bersenjata telah membuat pelaku trauma dengan tindakannya dan tidak bisa lagi makan daging. Hal tersebut dilaporkan oleh CNN dilansir The New Arab, Selasa (22/10/2024).
Seorang operator buldoser militer bernama Guy Zaken, dalam wawancara dengan CNN, mengaku telah menabrak mayat warga Palestina, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, kini menyebabkannya mengalami PTSD dan kilas balik berdarah.
Namun, laporan CNN, yang memilih untuk menyoroti ‘penderitaan’ calon penjahat perang Israel daripada korban, dan gagal untuk menantang pernyataan para tentara yang hanya membunuh ‘teroris’, langsung menuai kemarahan di kalangan pengamat media yang telah lama menuduh media Barat merendahkan martabat warga Palestina dan hanya menonjolkan pengalaman warga Israel, termasuk mereka yang kemungkinan melakukan pembunuhan massal.
The Onion, sebuah surat kabar satir, bahkan menanggapi dengan membagikan ulang artikelnya tahun 2018 yang berjudul “Tentara IDF Menceritakan Kisah Perang yang Mengerikan dan Heroik tentang Pembunuhan Anak Berusia 8 Bulan”
Rekan Zaken, Eliran Mizrahi, operator buldoser tentara Israel lainnya, bunuh diri setelah berpartisipasi dalam kekejaman di Gaza, menurut laporan CNN.
Dalam kesaksiannya di Knesset, Zaken sebelumnya mengatakan bahwa dalam banyak kesempatan, tentara harus “menabrak teroris, hidup dan mati, dalam jumlah ratusan.” “Semuanya muncrat keluar,” tambahnya. Zaken mengatakan kepada CNN bahwa dia tidak bisa lagi makan daging, karena itu mengingatkannya pada pemandangan mengerikan yang disaksikannya dari buldosernya di Gaza, dan kesulitan tidur di malam hari, suara ledakan terngiang di kepalanya. “Ketika Anda melihat banyak daging di luar, dan darah… baik darah kami maupun darah mereka (Hamas), maka itu benar-benar memengaruhi Anda saat Anda makan,” katanya kepada CNN, menyebut mayat sebagai “daging.” “Menurut @CNN, masalah di sini bukanlah bahwa tentara Israel menabrak ratusan orang, hidup dan mati, dengan buldoser Caterpillar D9 mereka, sampai tubuh mereka “muncrat keluar.” Tidak, intinya adalah bahwa prajurit itu sekarang tidak bisa makan daging dan mengalami kesulitan tidur di malam hari. SANGAT MENYEDIHKAN,” kata Jehad Abusalim di X, Direktur Eksekutif Institute for Palestine Studies USA.
Lebih dari 40.000 orang telah dibunuh oleh Israel di Gaza, sebagian besar warga sipil, dan lebih dari setengahnya adalah wanita dan anak-anak.
Pada bulan April, ratusan mayat, termasuk anak-anak, ditemukan di kuburan massal di rumah sakit Nasser di Gaza yang kemungkinan digali oleh buldoser Israel seperti yang dioperasikan oleh Zaken dan Mizrahi. (ard)













Discussion about this post