Avesiar – Jakarta
Film tentang Gaza berjudul “Suara Hind Rajab” karya Kaouther Ben Hania, peraih nominasi Oscar dua kali, menjadi salah satu film yang menjanjikan untuk memancing perdebatan dalam Festival Film Venesia yang dibuka hari Rabu (27/8/2025).
Dikutip dari TRT Global, acara tersebut menandai kembalinya para bintang Hollywood ke ajang perfilman bergengsi di Italia, di mana 21 film dari seluruh dunia akan bersaing memperebutkan penghargaan bergengsi Golden Lion.
Film The Voice of Hind Rajab menceritakan kisah nyata Hind Rajab, seorang gadis Palestina berusia 6 tahun yang dibunuh oleh pasukan Israel bersama keluarganya di Gaza pada tahun 2024, bahkan saat ia memohon bantuan melalui telepon saat terjebak di dalam mobil di bawah tembakan Israel. Tentara Israel menembaki mobil itu dengan 335 peluru.
Inti dari film tersebut adalah rekaman audio panggilan telpon gadis bernama Hind yang sedang putus asa, menurut pernyataan sutradara Kaouther Ben Hania di situs web resmi Festival Film Venesia.
“Ada sesuatu yang menggetarkan dalam energi di sekitar proyek ini, begitu langsung, begitu hidup,” tulis Kaouther Ben Hania tentang sebuah film yang telah ia tulis selama sepuluh tahun.
Disebutkan bahwa sang sutradara sengaja memilih untuk tidak menampilkan kekerasan di layar. “Karena gambar-gambar kekerasan ada di mana-mana. Yang saya inginkan adalah fokus pada hal-hal yang tak terlihat: penantian, ketakutan, suara keheningan yang tak tertahankan ketika pertolongan tak kunjung datang,” terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa terkadang, apa yang tak terlihat lebih menghancurkan daripada apa yang terlihat. Ia meluangkan waktu untuk berbincang dengan ibu Hind dan mereka yang berada di ujung telepon tersebut. Hasilnya adalah kisah yang terfokus dan terpusat, di satu lokasi, yang dijalin dari kesaksian nyata.
“Inti dari film ini adalah sesuatu yang sangat sederhana, dan sangat sulit untuk dijalani. Saya tidak bisa menerima dunia di mana seorang anak meminta bantuan dan tak seorang pun datang,” bebernya.
Julia Roberts dan George Clooney termasuk di antara nama-nama besar yang diperkirakan akan hadir di festival terlama di dunia edisi ke-82 ini. Namun tahun ini, karpet merah berbagi ruang dengan kisah-kisah perang, duka, dan protes, karena Gaza mengambil tempat utama di layar maupun di luar layar.
Tidak hanya itu, sebelum festival dimulai, sekelompok profesional film Italia meminta penyelenggara untuk tidak tinggal diam terhadap perang Gaza, dan sebuah protes di Lido dijadwalkan pada hari Sabtu. (ard)













Discussion about this post