• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Hari Kesaktian Pancasila, Apa Esensi dan Peristiwa yang Melatarbelakanginya?

by Ave Rosa
1 Oktober 2025 | 15:27 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 6 mins read
A A
Hari Kesaktian Pancasila, Apa Esensi dan Peristiwa yang Melatarbelakanginya?

Ilustrasi. Foto: istimewa. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Avesiar

Kesaktian Pancasila dalam menghadapi rongrongan paham-paham yang tidak sesuai dengan falsafah Negara kesatuan Republik Indonesia pernah diuji saat paham komunis berusaha untuk menggantikannya. Peristiwa pemberontakan G30S/PKI pada 30 September 1965 adalah sejarah kelabu bangsa Indonesia.

Dikutip dari Wikipedia, Hari Kesaktian Pancasila adalah hari nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967. Ini terjadi setelah Peristiwa Gerakan 30 September yang lebih dikenal sebagai G30S atau G30S/PKI. Menurut Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat tanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). Berdasarkan surat tersebut awalnya 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila harus diperingati oleh TNI Angkatan Darat.

Pada 24 September 1966, Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian mengusulkan agar Hari Kesaktian Pancasila diperingati seluruh jajaran Angkatan Bersenjata. Selanjutnya, dalam Keputusan Nomor (Kep/B/134/1966) tanggal 29 September 1966, Jenderal Soeharto selaku Menteri menerbitkan Keputusan Menteri Utama Bidang Pertahanan dan Keamanan agar Hari Kesaktian Pancasila diperingati seluruh orde Angkatan Bersenjata.

Dengan surat tersebut, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober diperingati oleh seluruh komponen pemerintahan. Makna Hari Kesaktian Pancasila adalah untuk mengenang peristiwa sejarah G30S/PKI dan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diketahui pada peristiwa tersebut, enam jenderal serta beberapa orang lainnya dibantai sekelompok orang yang menurut otoritas militer saat itu terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia. Gejolak yang timbul akibat G30S/PKI sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh Tentara Nasional Indonesia, sehingga dinamakan Hari Kesaktian Pancasila.

Peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, memang tak lepas dari Gerakan 30 September 1965 oleh PKI yang menyebabkan 6 perwira tinggi dan 1 perwira menengah TNI AD gugur. Enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat menjadi korban dalam Gerakan 30 September, di antaranya adalah:

1. Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani

Bacaan Terkait :

Makna Pancasila Menurut Kamu dan Sejarahnya

Load More

2. Mayor Jenderal R Suprapto

3. Mayor Jenderal MT Haryono

4. Mayor Jenderal Siswondo Parman

5. Brigadir Jenderal D I Panjaitan

6. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

7. Lettu Pierre Andreas Tendean

Makna Hari Kesaktian Pancasila adalah:

• Sebagai penghormatan terhadap seluruh pahlawan yang berguguran dalam melakukan tugasnya untuk melindungi Pancasila.

• Mengingat perjuangan pahlawan sebagai usaha untuk membentengi peranan Pancasila sebagai dasar negara serta sebagai ideologi bangsa

• Meningkatkan kembali rasa nasionalisme dan patriotisme yang mulai luntur

Mengingat hal tersebut, sebagai generasi muda, tentu harus mengetahui makna dan tujuan utama diperingatinya Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober di Indonesia, peristiwa sejarah apa yang menjadi latar belakang lahirnya Hari Kesaktian Pancasila, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan berbangsa saat itu, serta bagaimana nilai-nilai Pancasila diuji dan dipertahankan dalam konteks peristiwa G30S/PKI yang melatarbelakangi peringatan ini.

Untuk mengetahui pendapat anak muda, redaksi kanal remaja dan anak muda KAMU KUAT! Avesiar.com menerima beberapa komentar yang bisa menjadi motivasi remaja dan anak muda lainnya. Seperti apa?

Nareswari Arundati Ubhayahita, mahasiswi semester 1, Ekonomi dan Bisnis, Bisnis Digital, Universitas Padjadjaran

Nareswari Arundati Ubhayahita, mahasiswi semester 1, Ekonomi dan Bisnis, Bisnis Digital, Universitas Padjadjaran. Foto: istimewa

Menurut Nareswari, peringatan Hari Kesaktian Pancasila memiliki dua makna yaitu, penghormatan kepada pahlawan yg gugur dalam mempertahankan Pancasila & untuk menegaskan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang tidak dapat tergantikan, dan merupakan satu-satunya dasar negara.

“G30S/PKI adalah kudeta yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan dan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis. Yang akhirnya peristiwa ini menciptakan krisis politik, ketegangan sosial, dan menjadi titik balik penting yang mengarah pada penumpasan PKI dan berakhirnya Orde Lama,” terangnya berdasarkan literasi yang ia dapatkan.

Ia menambahkan, bahwa ideologi Pancasila diuji karena PKI berusaha secara paksa menghapusnya, terutama nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Gagalnya kudeta ini membuktikan bahwa Pancasila terbukti sakti karena mampu bertahan dan tetap menjadi pilar negara berkat pengorbanan para pahlawan dan komitmen seluruh rakyat.

Niswa Rachmaningsih, mahasiswi semester 1, FISIP, Universitas Padjajaran

Niswa Rachmaningsih, mahasiswi semester 1, FISIP, Universitas Padjajaran. Foto: istimewa

Sedangkan Niswa mengatakan bahwa, Hari Kesaktian Pancasila menjadi suatu pengingat untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yang tak tergantikan, serta mengenang para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia senantiasa setia pada nilai-nilai Pancasila, menjaga keutuhan dan persatuan, serta waspada terhadap upaya penggantian ideologi bangsa.

“Hari Kesaktian Pancasila dilatarbelakangi oleh terjadinya kejadian pemberontakan Partai Komunis Indonesia pada tgl 30 September 1965 yg akhirnya dikenal dengan peristiwa G30S/PKI yang berupaya mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis.  Dampaknya terhadap rakyat cukup besar masyarakat sadar bahwa Pancasila sulit untuk diubah karena sudah tertanam di jiwa setiap orang, sehingga pemberontakan tersebut bisa ditumpas,” jelasnya dari literasi yang dimiliki.

Menurutnya, dalam kehidupan saat itu perlawanan terhadap nilai-nilai Pancasila terjadi ketika muncul tindakan intoleransi, diskriminasi, korupsi, kekerasan, pelanggaran hak asasi, penyebaran hoaks, dan perpecahan sosial. Semua perilaku tersebut bertentangan dengan semangat Pancasila yang mengajarkan toleransi, keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Khayla Zamrud Solehah, mahasiswi semester 3, Prodi Geografi Lingkungan,  Universitas Gadjah Mada

Khayla Zamrud Solehah, mahasiswi semester 3, Prodi Geografi Lingkungan,  Universitas Gadjah Mada. Foto: istimewa

“Kalau menurut aku sendiri, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di setiap 1 oktober itu bertujuan untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Makna utamanya sendiri mengenai bagaimana Pancasila itu ditegaskan sebagai sebuah ideologi bangsa, artinya bangsa memiliki kekuatan yang terbukti dan dapat mengatasi ancaman terhadap keutuhan NKRI. Selain itu, juga menurutku nilai-nilai yang ada di Pancasila dapat terus di implementasikan di kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Peristiwa di balik Hari Kesaktian Pancasila, imbuhnya, dapat dikatakan cukup kelam dalam sejarah Indonesia yang dikenal dengan Gerakan 30 September 1965 atau dikenal G30S/PKI. Pada saat malam 30 September 1965 sampai1  Oktober 1965 dinihari, terdapat upaya kudeta yang menculik dan membunuh enam jenderal senior TNI AD serta satu perwira menengah.

“Para korban tersebut adalah Jenderal Ahmad Yani, Letjen R. Suprapto, Letjen M.T. Haryono, Letjen S. Parman, Brigjen D.I. Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean. Peristiwa tersebut memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi politik Indonesia, juga memicu berbagai konflik di daerah-daerah,” lanjutnya.

Ia mengatakan, dalam peristiwa G30S/PKI nilai-nilai dari Pancasila mendapat ujian yang berat. Sila Ketuhanan yang Maha Esa diuji ketika muncul ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tidak lagi tercerminkan karena terjadinya peristiwa pembunuhan dan kekerasan. Sila persatuan Indonesia hampir runtuh pula karena perpecahan dan konflik yang kian meruncing.

“Namun, dalam situasi yang cukup genting pada saat itu, Pancasila memperlihatkan bagaimana esensinya sebagai ideologi bangsa. Melalui kepemimpinan dan dukungan rakyat, bangsa berhasil untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan mengembalikan stabilitas negara. TNI dan rakyat pada saat itu Bersatu untuk mempertahankan Pancasila dari ancaman ideologi komunis yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa,” bebernya.

Khaylamengatakan bahwa, peristiwa dari G30S/PKI menjadi gambaran dari kesaktian atau kekuatan dari Pancasila. Oleh karena itu, tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut dan mengingatkan generasi penerus akan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wow, keren kan komentar mereka? Kamu juga bisa memberikan komentarmu di kolom komentar yang ada di akhir artikel ini. (adam/rizka)

Tags: Hari Kesaktian PancasilaKesaktian PancasilaPancasilaPemberontakan PKIPeristiwa G30S/PKI
ShareTweetSendShare
Previous Post

Enam Dirham Milik Fatimah az Zahra RA dan 200 Dirham Keuntungan Ali bin Abi Thalib RA

Next Post

Pembajakan ‘Export-Only’ Disebut Sebagai Masalah Digital Terbaru Tiongkok bagi Perusahaan-Perusahaan Amerika

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Menguatkan Mental untuk Menjalani Hari-harimu

Cara Menguatkan Mental untuk Menjalani Hari-harimu

27 September 2026

...

Tetap Bugar di Sekolah Meskipun Banyak Kegiatan, Simak Tips Berikut

Tetap Bugar di Sekolah Meskipun Banyak Kegiatan, Simak Tips Berikut

2 Agustus 2026

...

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

Coba 8 Pilihan Ini Ketika Kamu Belum Lulus Seleksi Masuk PTN

8 Juli 2026

...

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

26 Juni 2026

...

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Load More
Next Post
Pembajakan ‘Export-Only’ Disebut Sebagai Masalah Digital Terbaru Tiongkok bagi Perusahaan-Perusahaan Amerika

Pembajakan ‘Export-Only’ Disebut Sebagai Masalah Digital Terbaru Tiongkok bagi Perusahaan-Perusahaan Amerika

Electric Vehicle Mulai Jadi Tren, Apa Manfaatnya dan Apakah Harganya Mahal?

Electric Vehicle Mulai Jadi Tren, Apa Manfaatnya dan Apakah Harganya Mahal?

Discussion about this post

TERKINI

Tentara dan Warga Israel Terganggu Kejiwaannya Sejak Perang Gaza, Hampir Satu Juta Telpon ke Layanan Kejiwaan

6 Oktober 2026

Lima Emas, 11 Perak, dan 23 Perunggu, Jadi Oleh-oleh Membanggakan Kontingen Indonesia dari Asian Games Aichi-Nagoya

6 Oktober 2026

Berkilaunya 7 Jenderal di HUT ke-81 TNI Ketika Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera

5 Oktober 2026

Ada Indikasi AS dan Israel Kembali Menyerang, Jenderal Iran Ancam Akan Balas Lebih Keras Termasuk ke Sekutunya

5 Oktober 2026

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

4 Oktober 2026

Komdigi Gandeng Polri Investigasi Pengedar Data Pribadi Ilegal, Buntut Kebocoran Data Lama yang Kembali Beredar

4 Oktober 2026

Henny Puspitasari “Si Humas Sejati” yang Juga Ketua Reuni Eks Karyawan HI, Memimpin dengan Teladan

3 Oktober 2026

Mempermudah dan Memperkuat Ekosistem UMKM, LPEU MUI Segera Luncurkan Platform E-Commerce

2 Oktober 2026

Resmi Kapolri, Jenderal Suyudi Fokus Pelayanan Publik, Penegakan Hukum yang Adil, Dekat dengan Masyarakat, dan Evaluasi Program

2 Oktober 2026

Kapolri dan Wakapolri Baru Dilantik, Presiden Prabowo Memandu Pengucapan Sumpah Jabatan

1 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video