Avesiar – Jakarta
Perlakuan “mengerikan” dan “tidak manusiawi” yang dilakukan tentara Israel digambarkan oleh seorang aktivis Inggris bernama Evie Snedker, 26, yang ditahan setelah serangan Israel terhadap Armada Global Sumud pekan lalu.
Dilansir TRT World, Selasa (7/10/2025), berbicara kepada Anadolu di Bandara Heathrow London setelah kembali dari Turki pada hari Minggu, Snedker mengatakan tentara pria Israel secara paksa melepas jilbab perempuan Muslim di depan para pria, sementara ia sendiri tidak diberi makanan, air, dan obat-obatan.
“Mereka mencuri EpiPen saya. Saya bilang, ‘Saya bisa mati,’ dan mereka bilang, ‘Kami tidak peduli. Sebagai perempuan Barat berkulit putih, saya hanya bisa membayangkan apa yang dialami orang Palestina,” kenangnya.
Aktivis tersebut juga menuduh para tentara “tidak kompeten” dan “tidak terorganisir,” mengklaim mereka tidak dapat mengendalikan kapal atau peralatan mereka. “Mereka bahkan tidak bisa berdiri di atas kapal saat ombak menerjang… ketidakdewasaan dan ketidakmampuan mereka benar-benar terlihat,” katanya.
Snedker mengatakan bahwa ia menyaksikan tentara mengejek aktivis Swedia Greta Thunberg, yang dipaksa duduk sendirian, sementara pasukan Israel mencemooh dan mengibarkan bendera Israel di sampingnya.
Namun, ia menggambarkan sikap yang bertolak belakang yang didapatkannya dari orang Turki. “Orang Turki memperlakukan kami dengan sangat baik,” terangnya.
Snedker mengatakan bahwa setelah dideportasi ke Turki, para aktivis segera menerima perawatan medis dan psikologis. “Orang-orang Turki memperlakukan kami dengan sangat baik, harus saya akui, sejak kami mendarat. Mereka memberi kami pakaian, sepatu, makanan, pemeriksaan medis lengkap, bahkan analisis psikologis,” ujarnya.
Snedker mengatakan ia dirawat di rumah sakit setibanya di sana karena sakit dan kemudian dipindahkan ke hotel. Meskipun trauma, ia berjanji untuk kembali ke armada-armada selanjutnya yang menuju Gaza. “Saya pikir jika kita berkumpul kembali, kita mungkin bisa sampai di sana,” katanya.
Israel Menyerang di Perairan Internasional
Angkatan Laut Israel menyerang dan menyita kapal-kapal Armada Sumud Global di perairan internasional pada hari Rabu, menahan lebih dari 470 aktivis dari lebih dari 50 negara.
Armada tersebut bertujuan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menantang blokade Israel yang telah berlangsung selama 18 tahun. Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, meninggalkan Gaza dalam reruntuhan. (ard)












Discussion about this post