• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Apa Bedanya Guru Galak  atau Guru Tegas dan Contohnya?

by Ave Rosa
7 Oktober 2025 | 23:42 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 5 mins read
A A
Apa Bedanya Guru Galak  atau Guru Tegas dan Contohnya?

Ilustrasi. Foto: ist & Pexels. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Avesiar

Guru adalah jembatan ilmu yang dalam pekerjaannya membutuhkan kemampuan mengajar sesuai bidang ilmu yang ditekuninya, juga memiliki kemampuan memahami anak-anak didiknya. Namun, tidak semua guru memiliki sifat dan sikap yang sama dalam proses belajar.

Mungkin sebagai pelajar dan mahasiswa kamu pernah mengalami dididik oleh guru atau dosen yang dianggap galak atau juga yang tegas. Namun, kita tidak bisa memilih guru atau dosen seperti apa yang kita mau. Tentu tujuan utama kamu adalah bagaimana bisa menuntut ilmu dengan baik.

Nah, bagaimana pendapat sahabat kanal remaja dan anak muda berdaya KAMU KUAT! Avesiar.com perihal guru galak dan guru tegas? Berikut pendapat-pendapat tersebut.

Unique Qanitha Rayyanie, mahasiswi semester 1, jurusan Psikologi, UIN Jakarta

Unique Qanitha Rayyanie, mahasiswi semester 1, jurusan Psikologi, UIN Jakarta. Foto: istimewa

“Menurut saya guru yang galak tidak sepantasnya menjadi guru apabila tidak dapat mengontrol amarahnya. Marah memang diperbolehkan, namun yang salah adalah ketika amarah diluapkan berlebihan atau terlalu sering, bahkan untuk masalah sepele,” ujarnya.

Perbedaan guru galak dengan guru tegas, kata Qanitha yaitu, guru galak sering meluapkan amarahnya di banyak kondisi, sedangkan guru yang tegas biasanya memarahi muridnya demi kebaikan muridnya dan hanya di kondisi tertentu jika dirasa murid perlu dimarahi.

“Saya sendiri, untungnya, tidak pernah memiliki pengalaman dengan guru galak atau guru tegas,” kata dia.

Bacaan Terkait :

Hal Kedua yang Kamu Rindukan Saat Berangkat ke Sekolah atau Kampus Selain Belajar

Guru Galak  dan Guru Tegas, Apa Bedanya Menurut Kamu?

Load More

Luna Afriana Ananda Yusuf, siswi kelas 12 Accounting ICP,  SMK Muhammadiyah 1, Wonosobo

Luna Afriana Ananda Yusuf, siswi kelas 12 Accounting ICP,  SMK Muhammadiyah 1, Wonosobo. Foto: istimewa

Sedangkan menurut Luna, semua guru bisa galak dilihat dari kondisi peserta didiknya. Murid yang susah ketika diatur terkadang menjadi pemicu guru menjadi galak. Guru galak juga tidak selamanya salah, karena hal ini tentunya memiliki latar belakang yang murid mungkin tidak tahu apa alasan di balik tindakan tersebut.

“Akan tetapi, hal ini tetap tidak bisa dibenarkan. Menasehati murid dengan cara tegas tanpa menjatuhkan, justru lebih efektif. Murid bisa merasa masih dihargai dan harapannya dengan teguran santun dan tetap tegas bisa merubah perilaku murid menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ditambahkannya, Guru Galak berbeda dengan Guru Tegas. Perbedaan ini bisa dilihat dari sikap atau cara berperilaku. Di mana, Guru Tegas lebih fokus pada solusi dari suatu kesalahan, jelas dalam aturan, adil, dan konsisten. Guru Tegas, lanjutnya, memberikan nasehat secara tegas tapi berusaha agar tidak melukai hati muridnya, contoh: “Hari ini Luna lupa bawa buku Matematika? besok tolong jadwal lebih diperhatikan dan kamu juga lebih disipilin lagi yaa, biar kamu belajarnya juga enak dan langsung praktik.”

“Guru Galak bisa dilihat dari cara berbicaranya yang tujuannya membuat murid merasa bersalah, terancam atau takut. Ciri lain Guru Galak yang lain adalah lebih sering marah dan berbicara keras, contoh: “Luna kamu ngga lihat jadwal? fokus dong,  makanya kalau sekolah pikirannya jangan kemana mana, keluar sana!! gausah ikut jam saya, saya ngga butuh orang orang ngga niat kaya kamu,”” bebernya.

Ia mengakui punya pengalaman dengan guru tegas. Saat itu ia bermain HP ketika sedang tadarus bersama. Sang guru menegur dengan halus, “Luna tadarus dulu, scrollnya nanti lagi.”

Bunga Gesty, mahasiswi semester 5, Pendidikan Ekonomi, Univ. Negeri Padang

Bunga Gesty, mahasiswi semester 5, Pendidikan Ekonomi, Univ. Negeri Padang. Foto: istimewa

Menurut pendapat Bunga, guru galak merupakan guru yang sering marah-marah, bahkan guru galak bisa saja meluapkan emosinya kepada siswa tanpa alasan yang jelas, terkadang bunga sendiri juga pernah berinteraksi dengan guru galak dari segi nada yang tinggi.

“Biasanya guru galak itu identik dengan kemarahan. Mungkin tujuan dari guru galak itu baik yaitu menciptakan kedisiplinan tapi caranya salah yang menjadi siswa sering merasa takut,” ujarnya.

Guru tegas, imbuhnya, bersifat adil. Guru tegas biasanya menegakkan aturan tanpa harus marah-marah atau emosional. Guru tegas memiliki peraturan yang jelas dan konsisten tanpa harus membedakan siswa satu sama lainnya.

Ditambahkan Bunga, guru tegas memberikan peringatan atau hukuman dengan cara yang mendidik. Intinya guru galak itu suka marah-marah,  dan guru tegas itu jelas, adil, konsisten dan tetap menghargai siswa.

“Iya, saya pernah punya pengalaman dengan kedua guru tersebut. Contoh guru galak yaitu,  waktu SMP kelas 9, saat upacara bendera di pagi hari, seperti biasa kita sebagai seorang siswa mengikuti pelaksanaan upacara, saat itu Bunga berbaris 3 paling belakang, posisinya saat itu teman kelas Bunga lagi bercanda sama teman lelaki, jaraknya 3 siswa didepan bunga, nah saat bercanda itu suara mereka lumayan keras dan tertawa, tiba-tiba,” ungkapnya.

Sedangkan reaksi guru galak yaitu langsung berteriak keras di belakang Bunga dan menunjuk siswa yang bercanda tadi, sambil mencubit teman-teman Bunga yang bercanda dan bahkan bunga yang tidak ikut pun kena cubitan dari guru itu.

“Rasanya sakit dan Bunga nangis serta bertanya, kenapa Bunga, Bu? Bunga ga ngapa”in bahkan bunga diam saja, lalu ibu itu bersuara “tidak usah membantah, diam!” ucapnya mengisahkan.

Intinya bagi Bunga, emosi guru galak itu meledak, hukuman yang tidak mendidik, bahkan saat itu Bunga merasa trauma dengan kejadian itu karena ia merasa malu didepan teman-teman yang lain.

Sedangkan pengalaman dengan guru tegas menurut Bunga, saat terlambat masuk sekolah, karena pada saat itu susah mendapatkan angkot di pagi hari. Pada saat sampai di sekolah, gerbang sekolah sudah ditutup dan disuruh berbaris diluar

Reaksi guru tegas, lanjut Bunga, melihat dengan senyuman dan tenang. Lalu sambil mendekati Bunga dan bertanya “kenapa terlambat, Nak? tidak sholat Subuh kah tadi” pertanyaan yang sama sekali tidak ada amarahnya.

Setelah Bunga jelaskan bahwa bunga kesulitan mendapatkan angkot di pagi hari, dan reaksi guru tegas pada saat itu memberikan pengertian dan berbicara, “Kalau susah dapat angkot di pagi, coba nunggu angkotnya lebih pagi lagi, dan jangan milih milih angkot ya, dari rumah bunga ke sekolah lumayan jauh, jadi coba belajar disipilin ya, Nak. Jangan terlambat lagi karena terlambat memang melanggar peraturan sekolah, adapun konsekuensinya, Bunga harus membersihkan sampah-sampah yang ada ditaman samping ya dan setelah selesai tolong apa yang harus Bunga lakukan agar tidak terlambat lagi. (adam/rizka)

Tags: Belajar di KampusBelajar di SekolahContoh GuruGuru GalakGuru Tegas
ShareTweetSendShare
Previous Post

Penyiksaan dan Pelecehan Tentara Israel Dibenarkan Aktivis Inggris di Armada Gaza, di Antaranya Merobek Hijab dan Mencuri Obat-obatan

Next Post

Menimbun Sembako dan Kebutuhan Pokok atau Monopoli Disebut Ihtikar, Bagaimana Hukumnya?

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Menimbun Sembako dan Kebutuhan Pokok atau Monopoli Disebut Ihtikar, Bagaimana Hukumnya?

Menimbun Sembako dan Kebutuhan Pokok atau Monopoli Disebut Ihtikar, Bagaimana Hukumnya?

Pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Presiden Menegaskan Agar Pejabat Baru Berkomitmen dan Amanah

Pelantikan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Presiden Menegaskan Agar Pejabat Baru Berkomitmen dan Amanah

Discussion about this post

TERKINI

Imbas Serangan AS-Israel ke Iran yang Membuat Selat Hormuz Ditutup, 13 Juta Barel Hilang Setiap Hari

25 April 2026

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

Trump Ngebet Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia Sejak Maret, Italia Tidak Sudi

24 April 2026

Negara Asal Merek-merek Handphone yang Pernah dan Masih Diproduksi

24 April 2026

Pemilu Pertama Gaza Sejak Lebih dari Dua Dekade Kosong Akan Berlangsung di Deir al-Balah Sabtu Ini

23 April 2026

Iran Peringatkan Negara-negara Teluk Agar Tidak Mengizikan Wilayahnya Jadi Tuan Rumah Serangan

22 April 2026

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

22 April 2026

Trump Posting di Truth Social Ngamuk-ngamuk Dianggap Dirayu Netanyahu untuk Perang Lawan Iran dan Kredibilitasnya 32 Persen

21 April 2026

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026

Negosisasi Putaran Dua Akan Kembali Dimediasi Pakistan dalam Beberapa Jam, Iran Belum Konfirmasi dan Trump Kembali Ancam

20 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video