Avesiar – Jakarta
Puasa dan ibadah dengan pahala yang berlipat ganda sebentar lagi akan ditemui oleh setiap Muslim dan Mukmin di bulan Ramadhan. Meskipun hanya 1 bulan dalam setahun, namun ada tantangan yang harus kita kerjakan.
Nah, apa yang harus disiapkan dan diikhtiarkan sebelum puasa agar kita menjadi Muslim yang lebih baik dari sebelumnya serta mendapat keberkahan Ramadhan dalam diri? Dikutip dari berbagai sumber, berikut yang perlu dipersiapkan dan dilakukan.
1. Berserah Diri kepada Allah
Para sahabat Rasulullah tentu memiliki pemahaman yang tinggi perihal Islam karena kedekatan dan bimbingan dari Rasulullah, salah satunya tentang berserah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Para sahabat menyerahkan semua ketentuan yang Allah berikan.
2. Berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Para Ulama menyebutkan bahwa, “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang bulan Ramadan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadan.”
3. Memohon Ampunan dan Bertaubat kepada Allah
Membersihkan hati dengan selalu memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah. Setelah bertobat dianjurkan juga untuk senantiasa berhati-hati dalam menahan diri dan bersikap. Para sahabat senantiasa memohon ampunan atas segala khilaf yang telah diperbuat untuk membersihkan hati dan jasmani. Jadi, dalam waktu 6 bulan sebelum Ramadan para sahabat melakukan amalan ini untuk menyambut bulan Ramadan karena sesungguhnya puasa tidak hanya membersihkan jasmani namun rohani juga.
4. Mempersiapkan Hati dengan Memperbanyak Istighfar
Ramadhan adalah waktu untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu, perbanyak istighfar dan muhasabah diri agar kita memasuki bulan suci ini dengan hati yang bersih dari dendam, iri, dan kesalahan masa lalu. Jangan lupa untuk meminta maaf kepada keluarga dan sahabat sebelum Ramadhan tiba.
5. Menggantikan Puasa yang Tertinggal
Bagi sahabat wanita yang mana mengalami haid yang terjadi di bulan Ramadan sebelumnya, sehingga mereka tidak melaksanakan ibadah puasa, maka mereka akan segera menggantinya sebelum bertemu Ramadan kembali.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Kami dulu mengalami haid. Kami diperintahkan untuk mengqadha (mengganti) puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqadha salat.”
6. Mendalami Ilmu Agama
Mempelajari ilmu seputar hukum Islam termasuk dalam pilar pikiran. Tujuan dari persiapan ini agar apa yang diamalkan dalam ibadah puasa sesuai dengan ajaran Islam dan hasilnya akan maksimal.
Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menyebutkan, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah SWT tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”
7. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Meningkatkan doa dan dzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat dianjurkan untuk memohon kekuatan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Amalan ini menjadi sumber ketenangan dan energi spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan selama berpuasa.
8. Memperbanyak Membaca Al-Quran
Membaca Al-Quran secara rutin dapat memperdalam pemahaman terhadap makna dan isinya serta memperkuat keimanan. Selain itu, aktivitas ini juga mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah.
9. Menjauhi Maksiat
Menghindari perbuatan maksiat serta menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa sangat penting. Dengan menjaga diri dari maksiat, hati akan lebih bersih dan ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk serta penuh konsentrasi.
10. Berkumpul dengan Orang-orang baik
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
11. Memperkuat Keimanan
Meningkatkan keimanan dapat dilakukan dengan mendalami ilmu agama, mendengarkan ceramah, serta rutin membaca Al-Quran. Hal ini membantu menjaga ketulusan niat dan konsistensi dalam beribadah sepanjang bulan Ramadan.
12. Mulai Meninggalkan Segala Jenis Perselisihan
Pada zaman dulu, para sahabat sering sekali dipertemukan dengan berbagai peperangan dan pertikaian dengan golongan yang menentang ajaran Islam. Namun, dengan meniatkan menyambut bulan Ramadan mereka mulai meninggalkan perselisihan dan menghilangkan prasangka buruk yang tumbuh antar saudara.
13. Menjaga Kesehatan Tubuh
Hal yang tidak kalah penting diperhatikan para sahabat yakni menjaga kesehatan saat menjelang Ramadan. Kondisi tubuh harus tetap fit agar dapat dengan lancar menjalankan berbagai kegiatan ibadah. Jika tidak, maka setiap berkah dan mukjizat di bulan tersebut bisa terlewatkan.
14. Meningkatkan Amal Sosial dan Sedekah
Menjelang bulan Ramadan, meningkatkan amal sosial dan bersedekah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri secara spiritual. Dengan berbagi rezeki kepada sesama, kita tidak hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga memperoleh keberkahan dan pahala yang berlipat ganda.
15. Memperbanyak Amalan Baik.
Salah satu amalan yang dilakukan oleh para sahabat adalah puasa di bulan Sya’ban. Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah! Saya tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan di banding bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”
Mendengarnya, Rasulullah pun menjawab, “Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan. Dia adalah bulan amalan-amalan diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya suka jika amalanku diangkat dalam keadaan saya sedang berpuasa.”
(put/dari berbagai sumber)











Discussion about this post