KAMU KUAT – Jakarta
Menjelang bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan, setiap Muslim akan memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk meningkatkan ibadah serta mempererat hubungan dengan keluarga dan teman.
Untuk menjalani bulan suci ini dengan maksimal, banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari menjaga pola makan, memperkuat mental, hingga mengatur kegiatan agar tetap produktif. Selain sebagai bulan ibadah, Ramadhan juga menjadi ajang bagi setiap Muslim untuk melatih kesabaran dan memperbanyak amal kebaikan.
Beberapa remaja berbagi pandangannya tentang bagaimana mempersiapkan diri, menghadapi godaan, serta menikmati momen-momen berharga selama bulan suci ini kepada kanal KAMU KUAT! avesiar.com. Seperti apa ya?
Galih Farras Hazim, siswa kelas 10, SMK Letris Indonesia 2

Galih mempersiapkan diri menjelang bulan Ramadhan, dengan cara refleksi atau introspeksi. Dengan mengingat kembali pengalaman Ramadhan sebelumnya, ia bisa mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki dan apa yang ingin ditingkatkan dalam ibadahnya tahun ini.
“Saya biasanya melakukan introspeksi diri, melihat kembali bagaimana Ramadhan tahun lalu berjalan,” ujarnya.
Ia mengakui tidak memiliki tradisi khusus menjelang Ramadhan. Galih hanya menjalani seperti biasa. Meski begitu, ia tetap berusaha mempersiapkan diri secara pribadi agar bisa menjalani bulan puasa dengan lebih baik.
Ketika ditanya tentang target ibadah, ia memiliki resolusi sederhana namun bermakna. “Paling sholat dan ngaji aja,” ungkapnya singkat. Ia bertekad untuk lebih banyak membaca Al-Qur’an selama Ramadhan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui tilawah.
Bagi Galih, Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam yaitu bulan yang penuh ampunan.
Putri Olivia Yasmin, siswi kelas 7, SMPN 7 Bogor

Bagi banyak Olivia, persiapan Ramadhan tidak hanya sebatas mempersiapkan fisik untuk berpuasa, tetapi juga menyiapkan mental dan spiritual. “Lebih ke siapin diri buat nahan lapar nanti sih, Terus, kebiasaan tertentu pasti berdoa biar puasanya full, insyaAllah nggak ada yang bolong,” ujarnya dengan semangat.
Baginya, memastikan puasa penuh sepanjang bulan Ramadhan adalah sebuah target yang harus dicapai. “Pastinya harus puasa full dan insya Allah jangan ada yang bolong. Selain itu, harus buat kebaikan sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Salah satu tantangan utama saat menjalani puasa adalah menghadapi godaan, baik itu rasa lapar, haus, maupun hal-hal lain yang bisa mengurangi nilai ibadah. Oleh karena itu, memiliki niat yang kuat menjadi kunci utama. “Harus punya niat yang tinggi dan tidak gampang kebawa godaan, apapun itu,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa setiap amal baik yang dilakukan di bulan Ramadhan akan mendapatkan balasan yang lebih besar. “Amal baik apapun di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan, begitu pun dengan dosa,” ucapnya.
Kesadaran ini menjadi motivasi baginya untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan memperbanyak kebaikan selama bulan suci ini. Selain berpuasa dan beribadah, Ramadhan juga menjadi waktu yang penuh kehangatan karena kebersamaan dengan keluarga. Salah satu momen yang paling berkesan bagi remaja ini adalah saat berbuka puasa dan sahur bersama keluarga.
“Setiap bulan Ramadhan selalu ada momen yang paling berkesan, salah satunya adalah berkumpul bersama keluarga saat berbuka puasa atau sahur,” katanya dengan antusias.
Nazwha Archi Nawalita, siswi kelas 12, SMK Letris Indonesia 2

Salah satu tantangan terbesar saat berpuasa adalah menahan godaan makanan enak. Oleh karena itu, persiapan fisik dan mental menjadi hal penting bagi sebagian orang. “Biasanya saya menjaga pola makan dan mempersiapkan fisik dan mental karena saya sering tergoda makanan enak,” ujar Archi.
Selain itu, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman juga menjadi bagian dari persiapan spiritualnya. “Saya juga menjaga hubungan dengan keluarga dan teman,” tambahnya.
Sebelum memasuki bulan puasa, banyak remaja yang memanfaatkan waktu untuk berkumpul bersama teman. Kegiatan seperti mengatur acara buka bersama dan wisata kuliner menjadi salah satu tradisi yang sering dilakukan. “Biasanya saya sharing dengan teman untuk menentukan acara bukber dan kuliner sebelum puasa,” ungkapnya.
Agar tubuh tetap fit selama Ramadhan, menjaga pola makan dan tidur sangat penting. “Saya memastikan istirahat yang cukup, menghindari makanan pedas dan berminyak, serta minum air yang cukup saat sahur. Saya juga minum jamu untuk menjaga stamina,” bebernya.
Namun, rasa kantuk saat beraktivitas, terutama di sekolah, tetap menjadi tantangan. “Mudah mengantuk saat di sekolah, jadi cara mengatasinya adalah dengan mengobrol dengan teman,” ungkapnya.
Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk memperbanyak ibadah. “Saya memperbanyak baca Al-Qur’an dan amalan lainnya seperti tarawih, kajian Ramadhan, dan acara remaja masjid,” tambahnya.
Bulan Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal kesabaran maupun kepedulian terhadap sesama. “Saya berusaha lebih bersabar menghadapi pergaulan dan meningkatkan rasa peduli terhadap orang lain,” ujarnya.
Selain itu, kebersamaan dengan keluarga menjadi salah satu hal yang paling dinanti, terutama bagi mereka yang merantau. “Pulang kampung dan kumpul bersama keluarga saat berbuka puasa adalah momen yang selalu saya tunggu,” katanya dengan penuh antusias.
Guys, kalau kamu sendiri bagaimana? Pastikan yang terbaik ya! (Resty)













Discussion about this post