• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Masjid & Activity

Terhalang dari Ampunan Allah pada Nishfu Sya’ban, Golongan yang Disebutkan dalam Hadis Beserta Penjelasannya

by Avesiar
2 Februari 2026 | 23:27 WIB
in Masjid & Activity
Reading Time: 3 mins read
A A
Kisah Nabi Ayyub AS, Penyabar serta Istiqomah Atas Penyakit yang Doa Kesembuhannya Kita Amalkan

Ilustrasi. Foto: Pexels/Faical Zaramod

Avesiar – Jakarta

Nishfu Sya’ban menjadi saat yang bernilai bagi seorang Muslim menjelang bulan Puasa Ramadhan. Saat itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni hamba-hamba-Nya. Namun seperti apa penjelasan dan jenis ampunan yang Allah berikan.

Dilansir laman Majelis Ulama Indonesia, Senin (2/2/2026), Syekh Mulla al-Qari (wafat 1014 H) dalam kitabnya, Mirqah al-Mafatih Syarh Misykat al-Masabih menjelaskan, bahwa pada malam Nishfu Sya’ban Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni hamba-hamba-Nya dalam perkara yang berkenaan dengan hak-hak Allah (ḥuqūq al-illāh), kecuali kekufuran.

Sedangkan dosa-dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia (ḥuqūq al-‘ibād), seperti permusuhan, kezaliman, dan pelanggaran sosial, maka pengampunannya ditangguhkan hingga pelakunya benar-benar bertaubat atau menyelesaikan hak-hak tersebut terlebih dahulu.

Sikap permusuhan dan kebencian inilah yang dinilai sangat berbahaya, sebab dapat berkembang menjadi konflik yang lebih besar, berujung pada pertumpahan darah, bahkan menyeret seseorang kepada jurang kekufuran:

Artinya: “Kesimpulannya, pada malam itu Allah Ta’ala memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya atas hak-hak-Nya, kecuali kekufuran kepada-Nya dan perkara-perkara yang berkaitan dengan hak sesama hamba. Adapun hak-hak sesama hamba, maka Allah menangguhkan urusan mereka hingga mereka bertaubat atau mengazab mereka. Imam ath-Thībī berkata: Asy-syaḥnā’ di sini berarti permusuhan dan kebencian. Barangkali maksudnya ialah permusuhan yang terjadi di antara kaum Muslimin akibat dorongan hawa nafsu yang selalu memerintahkan kepada keburukan, bukan karena faktor agama. Dalam kondisi demikian, seseorang tidak merasa aman dari gangguan saudaranya, baik dengan tangan maupun lisannya, sebab hal itu dapat berujung pada pembunuhan, dan bahkan terkadang berakhir pada kekufuran, sebab sering kali seseorang terdorong untuk menghalalkan darah dan harta musuhnya. Sehingga, orang yang bermusuhan dalam riwayat lain disandingkan dengan pembunuh jiwa, dan keduanya merupakan bentuk ancaman yang disampaikan dengan penekanan keras (taghlīẓ).” (Mirqah al-Mafatih Syarh Misykat al-Masabih [Beirut: Dar al-Fikr], vol 3, h 975)

Pandangan ini dikuatkan oleh Imam as-Shan’ani (wafat 1182 H), beliau menegaskan bahwa dosa yang tidak diampuni pada malam Nishfu Sya’ban adalah syirik dan permusuhan yang berakar pada kedengkian serta kebencian.

Sebagian ulama bahkan memasukkan pelaku bid’ah yang gemar memecah belah umat ke dalam kategori ini, apabila diiringi dengan sikap permusuhan dan kedengkian:

Bacaan Terkait :

Penjelasan Soal Beriman Kepada Qada dan Qadar serta Bagaimana Mereka Menjalankannya

Istiqomah atau Bersikap Tegak Lurus, Penjelasan Al Qur’an dan Hadits

Load More

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menampakkan (perhatian-Nya) pada malam pertengahan bulan Sya’ban), yaitu malam di mana dipisahkan dan ditetapkan setiap urusan yang penuh hikmah, (lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali perbuatan syirik), karena sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik kepada-Nya, (atau orang yang bermusuhan). Yang dimaksud orang yang bermusuhan ialah orang yang menyimpan kebencian dan kedengkian, sebagaimana makna syahnā’ yaitu dendam dan iri hati. Sebagian ulama menafsirkannya sebagai pelaku bid’ah yang memisahkan diri dari jamaah, bukan semata-mata berdasarkan makna bahasa, kecuali apabila mereka juga benar-benar menyimpan permusuhan dan kebencian.” (At-Tanwir Syarh al-Jami’ as-Shagir [Riyadh: Maktabah Dar as-Salam], vol 3, h 344)

Malam Nishfu Sya’ban merupakan malam yang sarat dengan rahmat dan ampunan Allah SWT. Meski begitu, keluasan rahmat Ilahi tersebut tidak semestinya menjadikan seorang mukmin lalai dan merasa aman tanpa upaya perbaikan diri.

Justru, malam yang mulia ini hendaknya dijadikan sebagai momentum muhasabah, membersihkan hati dari segala bentuk kesyirikan, dendam, permusuhan, serta dosa-dosa yang berkaitan dengan hak sesama manusia. Melalui taubat yang tulus dan hati yang bersih, seorang hamba berharap dapat termasuk ke dalam golongan yang diselimuti ampunan dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada malam Nishfu Sya’ban yang penuh keberkahan. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb. (adm)

Tags: Ampunan AllahNishfu Sya’banPenjelasan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Publik dan Parlemen Prancis Marah, Perusahaan Jasa Digital Negaranya Terlibat Membantu Penegak Hukum AS ICE

Next Post

Masih Ngebet Incar Kendali Atas Greenland, Trump Pakai Alasan Keamanan Nasional

Mungkin Anda Juga Suka :

Hukum Berkurban dengan Kambing yang Kerdil

Hukum Berkurban dengan Kambing yang Kerdil

9 Mei 2026

...

Mencermati Hukum Shalat Fardhu di Akhir Waktu Beralasan Menjaga Wudhu

Mencermati Hukum Shalat Fardhu di Akhir Waktu Beralasan Menjaga Wudhu

3 Mei 2026

...

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Menyukai 3 Ucapan Bermanfaat Ini dari Hamba-Nya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala Menyukai 3 Ucapan Bermanfaat Ini dari Hamba-Nya

4 April 2026

...

Kegiatan yang Dikerjakan Mu’takif Saat Itikaf, Waktu Terbaik, Rukun serta Syaratnya

Kegiatan yang Dikerjakan Mu’takif Saat Itikaf, Waktu Terbaik, Rukun serta Syaratnya

12 Maret 2026

...

Bacaan Niat atau Bernadzar Itikaf di Masjid

Bacaan Niat atau Bernadzar Itikaf di Masjid

11 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Masih Ngebet Incar Kendali Atas Greenland, Trump Pakai Alasan Keamanan Nasional

Masih Ngebet Incar Kendali Atas Greenland, Trump Pakai Alasan Keamanan Nasional

Bayu Ananta, Remaja Juara Dalang Sejak Usia 2,7 Tahun dan Pernah Mengisi di Istana Negara

Discussion about this post

TERKINI

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video