Avesiar – Jakarta
Pemilihan umum Bangladesh berhasil dimenangkan oleh Bangladesh Nationalist Party (BNP) atau Partai Nasionalis Bangladesh dengan menggadang Tarique Rahman, ketua partai tersebut yang memenangkan mayoritas dua pertiga dalam pemilihan umum yang baru saja diadakan, pada hari Sabtu (14/2/2026), dikutip dari TRT World.
Ia menyerukan persatuan nasional untuk membangun kembali negara Asia Selatan tersebut, usai BNP, meraih kemenangan telak dalam pemilihan hari Kamis dengan 209 kursi di parlemen yang beranggotakan 300 kursi, dan akan membentuk pemerintahan dengan Rahman sebagai perdana menteri.
Sedangkan aliansi yang dipimpin Jamaat-e-Islami memenangkan 77 kursi dan akan duduk di bangku oposisi, dan mirisnya, partai Awami League pimpinan Sheikh Hasina, yang pemerintahannya digulingkan pada tahun 2024 setelah protes mahasiswa dan penindakan yang menewaskan 1.400 orang, dilarang untuk berpartisipasi.
“Kita mulai menjabat pada saat kita harus memulai perjalanan kita melalui ekonomi yang rapuh, lembaga konstitusional yang tidak efektif, dan situasi hukum dan ketertiban yang lemah yang ditinggalkan oleh rezim fasis. Namun, jika kekuatan rakyat ada bersama kita, tidak ada halangan yang dapat menghentikan kita,” kata Rahman dalam pidato pertamanya sejak pemilihan hari Kamis.
Ia mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kebijakan yang berpusat pada negara, dan menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan diputuskan berdasarkan “kepentingan Bangladesh,” saat ditanya tentang kebijakan luar negerinya.
“Persatuan nasional adalah kekuatan kita, perpecahan adalah kelemahan kita. Kemenangan ini milik demokrasi, kemenangan ini milik Bangladesh, kemenangan ini milik rakyat yang mencintai demokrasi di negara ini. Mulai hari ini, kita bebas,” tegasnya.
Tarique mengatakan bahwa mereka tidak akan mentolerir segala bentuk ketidakadilan atau kegiatan ilegal. Terlepas dari partai, pendapat, agama, etnis, atau perbedaan pandangan, dan tidak akan menerima serangan apa pun dari yang kuat terhadap yang lemah dengan dalih apa pun. (ard)











Discussion about this post