Avesiar – Jakarta
Muslim dapat melaksanakan ibadah Umroh dan Haji jika mampu karena ganjaran pahalanya yang besar. Namun, bagaimana bagi Muslim yang belum mampu melaksanakannya karena masih memiliki keterbatasan.
Jangan kuatir, bagi Muslim yang belum mampu melaksanakan ibadah Haji dan Umroh, dikutip dalam laman BPKH, Selasa (10/3/2026), juga akan mendapatkan pahala yang sama dengan melakukan amalan dan ibadah berikut.
1. Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Amalan yang bila dilakukan maka pahalanya setara dengan haji dan umroh yaitu menghormati orang tua. Ini sebagaimana perkataan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika ada seorang pria yang datang kepadanya dan berkata,
”Saya ingin berjihad tapi tidak mampu melakukannya.” Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya, “Apakah orang tuamu masih ada?” Lelaki itu menjawab, “(Ada), Ibu.”
Kemudian Nabi bersabda, “Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan berbuat baik pada ibumu. Jika kamu berbuat baik padanya, maka kamu menjadi orang yang telah berhaji, umroh, dan seorang mujahid tentu bila ibumu telah meridhoimu. Maka bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan hormati ibumu.” (HR Ath-Thabrani)
2. Keluar dari Rumah untuk Shalat Wajib
Pusat Al-Azhar Internasional untuk Fatwa Elektronik menyampaikan penjelasan ihwal salah satu perkara yang jika dilakukan seorang Muslim maka pahalanya setara dengan ibadah haji. Ada pula amalan yang sebetulnya setara dengan ibadah umroh.
Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“Siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju (untuk melaksanakan) sholat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji. Siapa yang keluar untuk sholat Sunnah Dhuha, yang dia tidak melakukannya kecuali karena itu, maka pahalanya (setara dengan) orang yang berumroh. Dan (melakukan) shalat setelah shalat lainnya, tidak melakukan perkara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya ditulis dim ‘illiyyin (kitab catatan amal orang-orang shalih).” (HR Abu Daud dan Ahmad)
3. Sholat Subuh Berjemaah, Berzikir, dan Shalat Isyraq
Salat Subuh berjemaah memiliki keutamaan yang luar biasa. Dari Anas bin Malik ra, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Barangsiapa yang melaksanakan salat Subuh berjemaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian melaksanakan salat dua rakaat (shalat Isyraq), maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umroh, sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi).
Oleh karena itu, memulai hari dengan salat Subuh berjemaah dan melanjutkannya dengan dzikir hingga matahari terbit adalah amalan yang sangat dianjurkan.
4. Berzikir Setelah Sholat
Amalan lain yang pahalanya setara dengan ibadah haji dan umroh ialah sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah. Suatu ketika orang-orang miskin mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Mereka pun berkata,
“Orang-orang kaya telah memborong derajat-derajat ketinggian dan kenikmatan yang abadi. Mereka sholat sebagaimana kami sholat, dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki harta yang banyak sehingga bisa berhaji, umroh, berjihad, dan bersedekah.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“Maukah aku ajarkan kepada kalian sesuatu yang karenanya kalian bisa menyusul orang-orang yang mendahului kebaikan kalian, dan kalian bisa mendahului kebaikan orang-orang sesudah kalian, dan tak seorang pun lebih utama daripada kalian selain orang yang berbuat seperti yang kalian lakukan?” Lalu mereka menjawab, “Baiklah, wahai Rasulullah?” Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid setiap habis sholat sebanyak 33 kali.” (HR Bukhari)
5. Menghadiri Majelis Ilmu di Masjid
Menghadiri majelis ilmu di masjid tidak hanya meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga mendatangkan pahala menunaikan ibadah haji, sehingga menjadikannya salah satu amalan yang sangat bermanfaat dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Hal tersebut berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,
“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani)
6. Umroh di Bulan Ramadhan
Melaksanakan umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang istimewa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada seorang wanita,
“Jika Ramadhan tiba, berumrohlah saat itu karena umroh Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menegaskan bahwa umroh yang dilakukan di bulan Ramadhan memiliki nilai pahala yang setara dengan ibadah haji. Itulah amalan yang pahalanya setara haji dan umroh. Secara garis besar, melaksanakan haji dan umroh merupakan ibadah yang memiliki banyak keistimewaan dan impian bagi setiap Muslim.
Wallahua’lam. (adm)













Discussion about this post