Avesiar – Jakarta
Semua Muslim pasti merindukan untuk bisa pergi ke Tanah Suci Mekkah melakukan ibadah Umroh atau Haji. Namun, banyak juga yang memiliki kendala. Terutama soal biaya, selain dari waktu dan kesadaran untuk beribadah Umroh dan Haji.
Bagi Muslim dan Muslimah yang belum mampu pergi ke Tanah Suci karena belum memiliki kemampuan biaya, ada ibadah yang tidak sulit dan bisa dilakukan untuk mendapatkan pahala setara Umroh serta Haji tersebut.
Ini bagian dari bagaimana mendapatkan pahalanya sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah melakukan shalat shalat Isyroq atau juga disebut shalat Syuruq.
“Siapa saja yang shalat subuh secara berjamaah, kemudian duduk dengan berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.”
(HR at-Tirmidzi. Hadits Hasan). (Al-‘Iraqi, al-Mughni ‘an Hamlil Asfâr juz I, halaman 337).
Maksud dari berdzikir kepada Allah hadits ini, merujuk pada orang yang berdzikir kepada Allah di Masjid/Musholla/tempat orang itu sholat sampai matahari terbit atau sampai masuk waktu shalat isyraq, dan tidak berbicara apapun kecuali berdzikir.
Dan jika orang tersebut wudhunya batal, maka diperbolehkan untuk berwudhu keluar Masjid/Musholla/tempat orang itu sholat dan setelah itu langsung masuk kembali ke Masjid/Musholla/tempat orang itu sholat. Berdzikir di sini mempunyai arti yang umum, dzikir disini bisa berarti membaca al-Qur’an, membaca zikir di waktu pagi, maupun zikir-zikir lain yang disyariatkan.
Waktu shalat Isyroq bisa dilihat di banyak jadwal shalat yang diterbitkan. Waktu antara shalat Isyroq menuju Dhuha adalah sekitar 15 menit. Untuk jadwal shalat Isyroq ini sering ditampilkan di jam digital yang ada di Musholla atau Masjid.
Jadi ketika kita sudah tahu pukul berapa waktu Isyroq tersebut, maka bersiaplah beberapa menit saat sedang berdzikir untuk melakukan shalat Isyroq. Kemudian setelah waktu Isyroq ini, akan masuk waktu shalat Dhuha yang jarak antara keduanya sekitar 15 menit.
Rakaat shalat Isyraq adalah dua rakaat; sedangkan surat yang sunnah dibaca setelah al-Fatihah adalah surat ad-Dhuha pada rakaat pertama dan surat as-Syarh (Alam Nasyrah) para rakaat kedua. (Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain, halaman 103). Namun, bisa juga membaca surat lainnya selain surat-surat yang disunnahkan tersebut.
Mengucapkan niat shalat Isyraq:
Ushallî sunnatal isyrâq rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Saya menyengaja shalat sunnah Isyraq dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Semoga bermanfaat. Wallahua’lam.
(ros/berbagai sumber)












Discussion about this post