• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Harmoni Keluarga

Bagian 4 – Habis : Anak Perempuan Sepandai Anak Laki-laki Dalam Mengerjakan Matematika

by Avesiar
25 November 2019 | 13:45 WIB
in Harmoni Keluarga
Reading Time: 1 min read
A A
Bagian 1 : Anak Perempuan Sepandai Anak Laki-laki Dalam Mengerjakan Matematika

Ilustrasi. Anak-anak bermnain. Foto: Ard/Avesiar.com

Apa yang dapat dilakukan orang tua?

Untuk membantu anak perempuan dan anak lainnya mencapai potensi maksimal mereka pada matematika, Casad menyarankan orang tua dan para pendidik mengutamakan pengembangan cara berpikir.

Daripada memperlakukan kemampuan matematika anak-anak seadanya, Casad mendorong mereka untuk mengakui bahwa otak dapat ditempa, dan anak-anak dapat mengembangkan kemampuan matematika mereka dengan latihan dan dukungan.

“Jika seorang anak tengah mendapatkan tantangan dalam matematika atau sains, pesannya adalah mereka harus berlatih lebih giat dan mendapatkan dukungan yang tepat. Apakah bentuknya les atau PR ekstra atau apapun yang memungkinkan,” ujarnya.

Dia melanjutkan bahwa murid-murid dapat mencapai harapan kita. Jadi jika kita menetapkan harapan yang tinggi, mereka akan melakukannya dengan baik. Namun, jika harapan kita rendah, mereka akan mewujudkannya menjadi rendah.

Mengajarkan anak perempuan tentang dampak negative dari stereotip akan membantu mereka memahami dan mengatasi perasaan cemas tersebut.

Bagi anak-anak yang sedang berjuang dengan kecemasan matematika, akan lebih membantu apabila mereka menuliskan perasaan mereka dalam beberapa menit kepada guru sebelum adanya tes matematika.

“Tuangkan dalam selembar kertas, tulis selama 5 menit tentang bagaimana perasaan mereka, dan hal itu dapat membuang kecemasan agar memori yang sedang bekerja dapat melakukan lebih baik pada tes yang diadakan,” kata Herts menyarankan.

Bacaan Terkait :

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

Load More

Hal itu juga membantu para orang tua dan pengajar untuk mengolah kesadaran yang lebih besar dari kecemasan yang ada pada matematika.

“Saya rasa penting untuk memikirkannya. Apakah saya membeli lebih banyak mainan bertema matematika untuk anak laki-laki daripada anak perempuan saya? Apakah saya berharap lebih banyak pada anak laki-laki saya daripada anak perempuan saya?” kata Hutchison.

Lalu, lanjutnya, coba perbaiki hal itu dan pahami bahwa anak laki-laki dan perempuan memiliki kapasitas yang sama untuk sukses. (ave)

Berita asli dapat dibaca pada :

https://www.healthline.com/health-news/seriously-girls-are-just-as-good-as-boys-at-doing-math#What-parents-can-do-

ShareTweetSendShare
Previous Post

PKS Minta Pemerintah Tunda Naikan Tarif Listrik

Next Post

Opsi Pilkada DPRD dan Asimetris Masih Dikaji DPR

Mungkin Anda Juga Suka :

Sampai Kapan Anak Yatim Disebut Yatim, Termasuk Saat Ibunya Menikah Lagi

Sampai Kapan Anak Yatim Disebut Yatim, Termasuk Saat Ibunya Menikah Lagi

24 Juni 2026

...

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

...

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

...

Menciptakan Keluarga Samawa atau Harmonis ala Imam Al-Ghazali

Menciptakan Keluarga Samawa atau Harmonis ala Imam Al-Ghazali

31 Maret 2026

...

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

Tuntunan dan Cara Membayar Utang Puasa Ramadhan Bagi Muslimah

12 Februari 2026

...

Load More
Next Post
Opsi Pilkada DPRD dan Asimetris Masih Dikaji DPR

Opsi Pilkada DPRD dan Asimetris Masih Dikaji DPR

Pelapor Sukmawati Didampingi 4 Pengacara Saat Diperiksa Polisi

Pelapor Sukmawati Didampingi 4 Pengacara Saat Diperiksa Polisi

Discussion about this post

TERKINI

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

6 Juli 2026

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

4 Juli 2026

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

3 Juli 2026

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

2 Juli 2026

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

Tiga Tanda Kucing Sedang Mengalami Tekanan Emosional yang Parah, Menurut Para Ahli

1 Juli 2026

Para Jemaah Haji Asal Aceh yang Terlilit Utang Akibat Banjir Menerima Bantuan Saat Kepulangan

1 Juli 2026

Porak-porandanya Venezuela, Lebih dari 58.000 Bangunan Rusak dan Hancur Menurut Penilaian Awal NASA

30 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video