• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Khutbah Rasulullah di Pernikahan Ali dan Fatimah

by Avesiar
23 Juni 2020 | 21:46 WIB
in Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Reading Time: 3 mins read
A A
Khutbah Rasulullah di Pernikahan Ali dan Fatimah

Khutbah Rasulullah di Pernikahan Ali dan Fatimah. Foto: Mencintai Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (ilustrasi).

“Allah Yang Maha tinggi dan Maha mulia telah menjadikan perkawinan sebagai sarana perolehan keturunan. Itu dijadikannya jalan yang wajib, ketetapan hukum yang adil serta dijadikan-Nya sarana perolehan kebajikan yang sempurna. Dengan perkawinan, Allah memperkukuh tali kekerabatan, lalu itu semua diwajibkan-Nya kepada putra-putri Adam. Allah Yang Mahatinggi dan Mahamulia berfirman: ‘Dia lah yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia menjadikannya berpotensi memiliki keturunan dan menjalin ikatan periparan dan adalah Tuhanmu Mahakuasa’.” (QS al-Furqan: 54).

“Semua urusan Allah mengalir menuju qadha dan qadar-Nya meng alir menuju takdir-Nya. Segala sesuatu ada batas waktunya dan setiap batas waktu termaktub dalam kitab-Nya. Allah menghapus yang Dia kehendaki dan Dia juga menetapkan apa yang Dia kehendaki. Namun, di sisi Allah, ada induk al-Kitab, yakni pengetahuan Yang Maha luas dan yang tidak pernah berubah.”

Demikian kutipan khutbah pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat menikahkan Sayyidatina Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib RA. Dalam khutbah yang singkat tersebut, Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam berulangkali mengingatkan tentang kodrat kuasa Allah. Kuasa-Nya itu bukan saja dalam ketentuan-ketentuan hukum agama yang harus ditaati, baik dalam memilih calon pasangan maupun dalam proses ijab dan qabul. Namun, juga kuasa-Nya menetapkan sistem yang dapat melahirkan kelanggengan perkawinan atau kegagalanna bahkan kuasa-Nya menjalin cinta antarmanusia.

Tiada sesuatu pun yang luput dari kuasa dan urusan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam urusan perkawinan, ada sistem yang ditetapkan-Nya. Ia bisa langgeng dan bahagia apabila pasangan bersangkutan meng ikuti sistem yang ditetapkan-Nya untuk kelanggengan dan kebahagiaan- Nya. Sebaliknya, pernikahan akan gagal bila ada langkah yang kadarnya dalam sistem yang ditetapkan-Nya itu melahirkan dampak kegagalan. Itu sebagian yang dimaksud ucapan Nabi SAW: “Segala sesuatu ada batas waktunya dan setiap batas waktu termaktub dalam kitab-Nya.”

Baik kelanggengan dan perceraian tidak keluar dari sistem yang telah ditetapkan-Nya dalam tak dir-Nya. Manusia dipersilakan memilih dan menelusuri jalan-jalan yang sudah tersedia. Sebagai makhluk yang kerap khilaf, tidak heran manusia kerap salah lang kah. Termasuk dalam memilih jalan perkawinan ini.

Kendati demikian, Rasulullah mengingatkan pula dalam akhir sabdanya bahwa meski sudah ada sistem yang ditetapkan-Nya, masih ada juga rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dia masih dapat mengubah ketetapan- Nya karena itu dalam pesan di atas, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melanjutkan dengan membaca firman Allah: “Allah menghapus yang Dia kehendaki dan Dia juga menetapkan apa yang Dia kehendaki, namun di sisi Allah ada induk al-Kitab.” (QS ar-Ra’d: 39).

Induk itu adalah pengetahuan yang mahaluas dan yang tidak pernah berubah. Allah menghapus kalau ada kesungguhan berdoa setelah upaya maksimal sudah dilakukan untuk mewujudkan apa yang didambakan. Karena itu, setiap orang dituntut untuk berdoa agar Allah menetapkan yang terbaik untuknya.

Tujuan Pernikahan
Selain berkembang biak, manusia memiliki tujuan pernikahan yang berbeda dengan binatang. Tujuan tersebut adalah agar manusia menjadi khalifah di dunia ini. Mereka bisa bekerja sama membangun alam sesuai dengan tuntunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan-Nya) adalah bahwa Dia yang menciptakan untuk kamu (hai manusia) dari jenis kamu sendiri pasanganpasangan agar kamu merasa tenteram kepadanya dan dijadikan di antara kamu (potensi) mawadah dan rahmat.” (QS ar-Rum: 21).

Bacaan Terkait :

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

Load More

Potensi cinta kasih, mawadah, dan rahmah yang dianugerahkan Allah kepada pasangan suami istri adalah untuk satu tugas yang berat tetapi mulia. Malaikat pun berkeinginan untuk melakukannya. Namun, kehormatan itu Allah serahkan kepada manusia.

Agar tugas itu dapat dipikul, maka Allah menciptakan naluri kecenderungan kepada lawan seks, anak, dan aneka harta benda. Naluri seksual itu menjadikan manusia mampu melanjutkan generasi dan membangun dunia ini.

Meski demikian, seksualitas bukanlah satu-satunya tujuan pernikahan. Tujuan terdekat yakni meraih sakinah yang bermakna ketenangan. Kata ini tidak digunakan kecuali untuk menggambarkan ketenangan dan ketenteraman setelah sebelumnya ada gejolak yang bernama cinta. Sakinah harus didahului oleh gejolak menunjukkan bahwa ketentangan itu merupakan ketenangan dinamis.

Tujuan akhir pernikahan yakni melaksanakan tugas kehalifahan dalam pengabdian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan maksud tersebut, lahir fungsi-fungsi yang harus diemban oleh keluarga.

*Disarikan dari Pengantin Alquran karya Prof Dr Quraish Shihab. (ave/dikutip dari republika.co.id)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Masih PSBB Proporsional, CFD di Depok Belum Diperbolehkan

Next Post

MCCC Tak Ingin Idul Adha dan Kurban Menjadi Klaster Baru Covid-19

Mungkin Anda Juga Suka :

Inilah Nasab atau Silsilah Suci dari Nabi Muhammad SAW yang Mulia dan Terjaga

Inilah Nasab atau Silsilah Suci dari Nabi Muhammad SAW yang Mulia dan Terjaga

23 Juni 2026

...

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

9 April 2026

...

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

25 Maret 2026

...

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

4 November 2025

...

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

3 September 2025

...

Load More
Next Post
MCCC Tak Ingin Idul Adha dan Kurban Menjadi Klaster Baru Covid-19

MCCC Tak Ingin Idul Adha dan Kurban Menjadi Klaster Baru Covid-19

Ini Bukti Hantu Resesi Makin Jelas Penampakannya di Indonesia

Ini Bukti Hantu Resesi Makin Jelas Penampakannya di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

AS Berencana Menjual F-35 ke Turki, Israel Ketar-ketir

7 Juli 2026

Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Negara Setara dengan Terorisme, Perpres Nomor 111 Tahun 2025 Disahkan

6 Juli 2026

Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei Dihadiri Jutaan Orang dan Teriakan “Matilah Amerika dan Israel”

5 Juli 2026

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

Warga Nahdliyin Diminta Gelar Munajat dan Riyadhoh Jelang Muktamar Ke-35 NU

4 Juli 2026

Aplikasikan 11 Tips Keuangan di Masa yang Tidak Menentu

3 Juli 2026

Perilaku LGBT Tidak Normal dan Ilegal, Ketum MUI Merespons Menteri HAM Pigai

2 Juli 2026

Kembali Rampas Tanah Palestina, Pemukim Israel Ilegal Bangun Pos Pemukiman Ilegal di Khan al-Ahmar

2 Juli 2026

Tiga Tanda Kucing Sedang Mengalami Tekanan Emosional yang Parah, Menurut Para Ahli

1 Juli 2026

Para Jemaah Haji Asal Aceh yang Terlilit Utang Akibat Banjir Menerima Bantuan Saat Kepulangan

1 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video