• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ave Menulis

Block Note vs Voice Recorder. Beda Alat, Beda Kerumitan

by Ave Rosa
19 Mei 2021 | 14:34 WIB
in Ave Menulis
Reading Time: 3 mins read
A A
Block Note vs Voice Recorder. Beda Alat, Beda Kerumitan

Foto ilustrasi : Saat penulis wawancara khusus Menteri PAN RB Yudy Chrisnandi sekitar 2016. Menggunakan voice recorder.

Avesiar – Jakarta

Zaman wawancara pakai block note, saat narasumber ngomong, kami akan secepat kilat ambil poin-poin inti dari ulasan yang layak jadi berita. Kami tidak mengindahkan kalimat-kalimat yang tidak perlu. Cukup meringkas, lalu dengan sedikit improvisasi kalimat yang seakan pas dengan karakter si narasumber, kami untai kalimat bijak.

Meskipun sebenarnya saat sedang membaca tulisan di block note itu sendiri, sering kami lupa apa yang tertulis. Akibat terlalu cepat, sehingga entah apa tulisan terpampang di atas lembaran buku catatan kecil itu.

Huruf “a” bisa terlihat seperti “o”, apalagi istilah bahasa Inggris. Alamakkk.. Dokter bukan, tulisan ngalah-ngalahi profesi mulia itu. Kami sangat jago urusan ini, berharap tidak ada yang luput atau salah, dan narasumber pun tidak ingat sepenuhnya apa yang sudah dia katakan.

Yang penting, dia ingat pokok ulasan. Sisanya, asal nggak parah-parah amat, masih aman lah. Zaman itu, narasumber belum aware rekam-merekam pernyataannya sendiri.

Namun, kami juga tidak bisa sembarangan. Harus tetap pada koridor penulisan yang fair dan berimbang. Dengan cara begitu (menulis di block note, red), proses menulis berita lebih cepat. Paling tidak, ulasan mendalam atau wawancara yang butuh data lebih banyak, bisa lebih cepat terselesaikan.

Di jaman yang maunya “santai di depan,  ‘bonyok’ belakangan” ini, menggunakan voice recorder alias perekam suara sering disengajakan.

Bukan tidak bisa dihindarkan lho. Malah disengajakan, direncanakan. “Ah, nanti tinggal pakai voice recorder saja”. Baik alat recorder khusus, maupun voice recorder yang ada di ponsel.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Mirisnya, ketika data dari ulasan mendalam atau wawancara khusus itu ada tambahan ngalor-ngidulnya, proses menulis menjadi njelimet, ngabisin waktu.

Bukan saat menyusun kalimat dari data-data yang ada, tapi proses transkripnya. Makan waktu, kadang harus diulang (rewind), itu barusan kalimat apa, ejaannya seperti apa. Karena bisa jadi suara lirih, atau ada noise dari sekeliling.

Ini yang disebut “santai di depan, ‘bonyok’ belakangan”. Isi rekaman wawancara khusus misalnya 30 menit atau 1 jam (termasuk ngalor ngidul), proses transkripnya bisa jam berjam-jam.

Kenapa? Karena sudah menjadi sebuah rekaman, maka kadang naluri tidak tegaan main ‘hajar” atau “potong kompas’ dari isi asli rekaman tersebut. Alhasil, harus pelan-pelan, takut salah. Takut si narasumber juga merekam wawancara dirinya itu.

Awal wawancara memang begitu santai, tinggal duduk manis, sodorkan voice recorder atau ponsel yang sudah “on” voice recorder-nya, lalu bertanyalah sesuka hati sesuai konteks isu yang dimau. Nggak perlu pakai catat sana sini, atau pegang pulpen sampai tangan pegal dan leher tegang, bolak-balikin block note ganti halaman. Nggak perlu.

Risiko proses transkrip rekaman suara yang bakal jadi sebuah ‘teror’ deadline seakan belakangan. Apalagi kalau harus buru-buru diterbitkan. Ini dia, buat yang nggak kuat-kuat iman, kuatir malah pakai gaya block note yang main ‘improvisasi’ meskipun sudah pakai voice recorder.

Bagi yang tekun alias berintegritas namun ‘tersiksa’,  bakal mencatat data dari menit ke menit sampai tuntas.. tass.. Dan itu artinya, “Jangan Ganggu, Gue Lagi Ribet”. (ave)

Tags: Block NoteMenulis Berita dengan CepatTeknik Wawancara BeritaVoice RecorderWawancara CepatWawancara Narasumber
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hapus Unggahan kekejaman Israel, Rating Facebook Dibikin Anjlok

Next Post

Asperindo Berharap Konsumen dan Kurir Saling Menjaga Kesantunan

Mungkin Anda Juga Suka :

Prof Deddy dan Saya, Communication and Mass Media

Prof Deddy dan Saya, Communication and Mass Media

26 Juli 2025

...

Ode untuk Mama, Sepanjang Masa

Ode untuk Mama, Sepanjang Masa

14 Maret 2024

...

‘Menyebalkannya’ Prof Deddy, Kenapa “Absurditas Komunikasi” untuk Pendekatan Kasus Baru Terbit

‘Menyebalkannya’ Prof Deddy, Kenapa “Absurditas Komunikasi” untuk Pendekatan Kasus Baru Terbit

27 Februari 2023

...

Cara Mudah Membuat Media Massa yang Tepat dan Bikin Untung

Cara Mudah Membuat Media Massa yang Tepat dan Bikin Untung

21 Juli 2022

...

Sembilanbelas Hari ‘Bersama’ Eril dan Seuntai Kisah Uwais al-Qarni

Sembilanbelas Hari ‘Bersama’ Eril dan Seuntai Kisah Uwais al-Qarni

15 Juni 2022

...

Load More
Next Post
Asperindo Berharap Konsumen dan Kurir Saling Menjaga Kesantunan

Asperindo Berharap Konsumen dan Kurir Saling Menjaga Kesantunan

Aksi Bela Palestina Digelar di Sejumlah Kota di Brasil

Aksi Bela Palestina Digelar di Sejumlah Kota di Brasil

Discussion about this post

TERKINI

Jangan Salah, per 1 Juli 2026 Jemaah Umrah dan Haji Khusus Wajib Lewat Terminal 2F

27 Juni 2026

Semakin Keruh, Israel Ngotot Tidak Mau Menarik Pasukannya dari Lebanon, Gaza, dan Suriah

26 Juni 2026

Penuhi Komitmen, 4,7 Juta Akun Anak Sudah Dinonaktifkan Platform Sosmed

26 Juni 2026

Nestapa Venezuela, Gempa Kembar Dahsyat 7,5 Magnitudo Mengobrak-abrik dan Dikhawatirkan Ribuan Tewas

25 Juni 2026

Sampai Kapan Anak Yatim Disebut Yatim, Termasuk Saat Ibunya Menikah Lagi

24 Juni 2026

Suhu Ekstrem di Prancis Lebih dari 40 Derajat Celcius Termasuk Negara Eropa Lainnya, Masyarakat Disarankan WFH

23 Juni 2026

Inilah Nasab atau Silsilah Suci dari Nabi Muhammad SAW yang Mulia dan Terjaga

23 Juni 2026

Resign Berikutnya, PM Inggris Keir Starmer Umumkan Mundur Karena Tekanan Politik

22 Juni 2026

Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Jatim Soroti Tingginya Perceraian dan Krisis Mental Remaja

21 Juni 2026

Sudah Kembali ke Tanah Air 62 Persen, Sebagian Jemaah Masih Bergerak dari Makkah menuju Madinah

20 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video