Avesiar – Depok
Beda jaman, beda generasi, beda juga teknologi dan tantangannya. Era internet dan digital kini menjadi satu dalam harmoni yang ditujukan untuk memudahkan serta memuaskan keinginan manusia.
Di Indonesia, hingga era 90 an awal, untuk memuaskan kebutuhan informasi dan menyebarkan informasi, masyarakat menggunakan media-media umum dan popular seperti media cetak, radio, serta televisi.
Kemudian berangsur teknologi internet merambah untuk menjadi salah satu teknologi maya yang penting. Teknologi ini didukung dengan pembuatan jejaring, situs, alias web sebagai media pemuatan berbagai konten informasi.
Membuat situs atau web bukan perkara mudah. Ada begitu banyak keahlian koding yang harus dipelajari dan dikuasai. Dari kemampuan ini, penghasilan yang lumayan besar bisa didapatkan.
Seperti yang dijalani oleh Ananda Puja Wandra ini. Sebagai seorang web developer muda yang terbilang sukses, dia mengaku sangat menikmati kegiatannya tersebut. Meskipun sebenarnya, Puja adalah jebolan jurusan jurnalistik di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.
Pekerjaan Puja membuat sebuah website atau aplikasi sesuai dengan fitur-fitur yang dibutuhkan klien. “Saya bisa bekerja sendiri atau dengan tim. Tergantung tingkat kesulitan fitur yang dibuat dalam sebuah project,” kata kelahiran Padang, Desember 1989 itu.
Menurut suami dari Nurazmi Batubara ini, dia menekuni profesi web developer sejak tahun 2012. Puja memutuskan alih profesi sebagai web developer karena melihat prospek yang baik di bisnis tersebut.
“Memang jatuhnya jadi hobi. Jadi saya terkadang ngoding karena hobi bukan karena lagi pekerjaan. Malah untuk pekerjaan-pekerjaan yang sederhana, saya lebih senang pakai tools sehingga mempercepat project selesai,” beber ayah dari 3 anak itu.
Pekerjaan yang dilakoninya tersebut justru belum pernah dikerjakan oleh anggota keluarganya yang lain. Puja mengaku baru dia yang berani menjalani profesi yang identik dengan koding tersebut.
Lucunya, penyuka gulai tauco buncis Padang ini mengaku bahwa profesinya itu berawal dari hobi yang datang mendadak.
“Malah jadi penghasilan untuk menghidup keluarga. Kalau untuk menjamin masa depan, tidak bisa dikatakan demikian. Karena semua bisnis pasti mengalami pasang surut. Dan tidak ada bisnis yang 100 persen terjamin stabil,” ujarnya.
Klien pertama yang cukup menantangnya untuk kreatif, lanjut Puja, adalah calon bupati Papua almarhum Melkias Suwae sekitar tahun 2012.
Menurut pria yang pernah mengikuti Hacktiv8 Bootcamp Jan – June 2020, Full Stack Javascript Programming ini, waktu itu media sosial tergolong belum seramai sekarang.
“Sukanya dapat kontrak yang lumayan, 15 juta Rupiah. Dukanya tidak ada. Tapi lebih ke tantangan, bagaimana cara cagub ini ramai di media social. Dan Alhamdulillah berhasil, meski di lapangan kalah dengan gubernur Papua sekarang Lukas Enembe,” ujarnya mengisahkan.
Bagi Puja, kesulitan dan tantangannya yang jelas adalah pertama harus mencari klien. Karena, kata dia, jika tidak ada klien, tidak ada penghasilan. Puja mengaku penghasilannya sebagai web developer tersebut pernah mencapai 600 juta Rupiah dalam setahun..
“Dari sisi teknis, lebih ke tantangan. Yang jelas, programming pasti bikin otak ngebul. Tapi semakin sulit sebuah persoalan, semakin tertantang untuk menyelesaikannya,” bebernya.
Profesinya menjadi web developer mendapat dukungan penuh dari sang istri yang dinikahinya pada 2014 silam. Puja bersyukur istrinya mendukung profesi yang ditekuninya. Meskipun, tambahnya, waktu itu sebulan setelah menikah dia memutuskan untuk resign dari kantor dan mulai usaha sendiri.
Digital team leader di Idebaru ini mengaku semua yang dia inginkan sudah tercapai. Bahkan, dia berencana pulang kampung ke Padang sebelum usia 40 tahun.
Misi ke depan, kata pria dari 2 bersaudara ini, sebenarnya ingin fokus digital marketing untuk income dan lanjut ngoding sebagai hobi.
Pesan Puja, anak-anak muda saat ini dari sisi kemampuan serba dimudahkan untuk berkembang. Hanya mungkin dari sisi attitude saja yang perlu diperbaiki.
“Saya bersyukur karena orang tua saya mendukung pekerjaan saya ini dan tidak pernah menuntut saya harus menjadi ini dan itu. Mereka serahkan saya memilih profesi yang saya jalani ini. Dukungan orang tua dan istri yang membuat saya semangat,” ungkap anggota aktif di komunitas WordPress Jakarta sejak 2014 ini. (Ave Rosa A. Djalil)













Discussion about this post