Avesiar – Depok
Semangat ikhtiar untuk mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga sering membuat suatu hal yang tadinya tidak terbayang untuk dilakukan, justru bisa menjadi kebiasaan baru. Jika berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, maka intuisi bisnis harus dipikirkan, distimulasi, diwujudkan.
Hal ini berlaku bagi pasangan Oki Darmoyo dan Santi yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Enam tahun lalu, ketika mereka masih sama-sama bekerja, dengan ekonomi yang pas-pasan, mereka berpikir bagaimana bisa menambah penghasilan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga dan sekolah anak-anak mereka.
Untuk mewujudkan cita-cita menambah pendapatan bagi keluarga, Oki dan Santi mengikuti kursus membuat Siomay.
“Berawal dari 6 tahun yang lalu. Saat itu kami suami istri masih bekerja di perusahaan orang. Kondisi ekonomi pas-pasan. Mengharuskan untuk memiliki tambahan penghasilan. Kami pilih mencoba berjualan siomay. Untuk memahami resep siomay yang berkualitas dan lezat kami putuskan harus mengikuti kursus,” kenang Oki.
Setelah kursus, lanjutnya, mereka mulai jualan siomay beku dalam kemasan dengan sasaran teman-teman kerja, saudara, dan tetangga. Oki dan istrinya memberi nama produk siomay buatan mereka ‘Show My Mbak San”. Saat sang istri juga resign dari pekerjaannya, kata mantan karyawan sebuah perusahaan pupuk ini, usaha siomay tersebut terus berlanjut.
Bagi Oki dan Santi, kreatifitas dalam segala lini pengembangan usaha sangat dibutuhkan untuk mendapatkan pelanggan. Di antaranya membuat diferensiasi produk siomay, menambah portofolio produk seperti dimsum, batagor, maupun mie ayam. Mereka pun mengemas produk dengan lebih menarik agar memiliki nilai tambah.

“Usaha kuliner yang kami jalani adalah penyedia jajanan atau street food yang sangat umum dan mudah didapatkan di banyak tempat. Maka kami berusaha keras dengan satu-satunya pembeda yang layak didapatkan untuk pelanggan adalah pelayanan yang harus lebih baik. Misalnya penyajian dan kemudahan order kami sediakan online service, terdaftar di Gosend dan Grabfood, serta fasilitas delivery order untuk jangkauan dekat,” terang ayah 3 anak itu.
Promosi produk, tambah Oki, juga dilakukan di market place seperti Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia. Kemudian juga jejaring sosial, status Whattsapp, Facebook, maupun Instagram.

Oki mengakui bahwa saat ini usaha tersebut adalah usaha utama yang berkesinambungan sebagai penopang perekonomian mereka dan reseller-nya, serta mengharap keberkahan.
Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, menurut Oki, sangat terasa dampaknya. Karena penghasilan berkurang, sehingga sama halnya dengan jualan kuliner lain yang saat ini mengalami kurangnya pendapatan harian.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, selain berjualan secara online dan jaringan, Oki dan istri memutuskan juga berjualan langsung di teras rumah mereka dengan member nama “Warung Teras Paman OQ”.
“Kami buka dari jam 9 pagi hingga 10 malam. Didukung oleh Grabfood dan Gofood tadi. Karena selain makanan ready to eat, kami juga sediakan makanan frozen. Meskipun saat ini omsetnya belum besar, namun cukup untuk bayar listrik, bayar wifi, membeli kebutuhan pokok, maupun bayar sekolah anak-anak. Pendapatan per hari rata-rata baru sekitar 200 ribuan,” bebernya.

Oki berencana mengembangkan konsep warung teras ini dan berharap bisa menawarkan ke koleganya. Tujuannya untuk bersama-sama mengembangkan usaha dengan model warung tersebut dan mereka menyediakan produk frozennya. Sehingga jika itu bisa terwujud, omset mereka bisa bertambah karena hasil duplikasi usaha.
“Produk makanan frozen yang kami buat dengan merek “Mbak San” saat ini yaitu siomay, batagor, dimsum, mie ayam mewah, serta lauk pauk bersensasi nostalgia kedaerahan seperti brongkos, tahu bakso, sambel goring, mangut Pe, dan Asem-asem Daging,” kata pria yang juga berusaha menanamkan jiwa wirausaha ke anak-anaknya itu. (Ave Rosa A. Djalil)













Discussion about this post