Avesiar – Depok
Serba kepepet melahirkan ide-ide usaha brilian, bahkan tak jarang malah menjadi usaha yang menjanjikan dari yang dibayangkan. Lagi-lagi usaha kuliner yang menjadi rujukan usaha. Memang tidak mudah berbisnis kuliner, mengingat begitu banyak pesaing jika usaha tersebut di produk yang sama dan tanpa pembeda atau keunikan tertentu.
Andra Lesmana, seorang presenter berita televisi swasta nasional, punya cerita unik seputar usaha yang dilakoninya bersama keluarga. Jiwa wirausahanya terpantik ketika dia harus membeli kebutuhan rumah tangganya. Suatu ketika, mobil yang Andra miliki mengalami kerusakan dan membutuhkan sparepart pengganti.
“Mengingat biaya untuk membeli sparepart tidak murah, saya berinisiatif jualan martabak kare yang identik disiram kuah rasa rendang. Kebetulan saya punya keahlian membuatnya. Ternyata banyak peminatnya,” kenang pria dengan 4 orang anak itu.
Andra memberi nama martabak tersebut dengan nama ayahnya yaitu, Martabak Kare Haji Lasmono, agar mudah dikenal. Martabak Kare ini setiap porsinya dibuat dari 2 butir telur yang dibalut kulit martabak olahannya sendiri, kemudian disajikan dengan siraman kuah kare berisi kentang tumbuk, daging sapi, dan rempah-rempah. Menurut dia, rasanya lebih spesifik seperti rempah padang, tepatnya seperti kuah rendang.
Soal suka duka usaha, dia mengaku lebih banyak suka ketimbang duka. Karena, kata dia, menyenangkan ketika martabak yang dijual banyak peminatnya dan menjadi pemasukan tambahan. Dukanya, kalau ada pesanan mendadak, stoknya habis dan tidak bisa melayani karena keterbatasan waktu.

Di saat banyak usaha terdampak karena pandemi yang berlangsung, Martabak Kare Haji Lasmono justru meningkat karena pemesan secara online. Salah satu media sosial yang digunakannya adalah Instagram dengan alamat IG, “Martabak Kare Haji Lasmono”. “Alhamdulillah, dengan skema berdagang online, usaha saya tidak terdampak. Bahkan makin meningkat dengan pemesanan secara online,” beber kelahiran Palembang, 39 tahun silam.

Harga martabak kare yang dijualnya pun relatif terjangkau, hanya Rp17.000,- per porsi. Harga itu, kata dia, jauh lebih murah dibandingkan harga martabak kare yang biasa dijual di daerah Roxy Jakarta yang dibanderol Rp35.000,- sampai Rp40.000,- per porsi.
Selain harganya jauh lebih murah, lanjut Andra, rasa dari martabak kare sudah dimodifikasi, agar menyesuaikan lidah orang Jakarta dan Jawa serta bisa masuk ke pasaran Jabodetabek.
Meskipun demikian, usaha sampingan yang sangat menopang ekonomi keluarganya itu, kadang juga memiliki omset yang naik turun. Namun, tambahnya, itu memang tantangan bagi pedagang dalam memasarkan produknya.
“Kuncinya, selalu menyerap dan mengakomodir masukan dari pelanggan, meski kadang pahit. Tapi itu jadi strategi untuk memperbaiki kualitas rasa dan produk yang kita jual,” ujar lulusan Universitas Negeri Yogyakarta jurusan bahasa Jerman itu.

Diakuinya, saat ini Martabak Kare Haji Lasmono sementaar hanya melayani para pelanggan melalui media sosial Whatsapp dan Instagram terlebih dahulu. Menurut Andra, sebelumnya memang sempat menggunakan aplikasi beberapa jasa belanja makanan online antaran sepeda motor.
“Karena keterbatasan waktu, saya sering tidak bisa melayani pesanan yang tiba-tiba datang. Untuk pemesanan, rata-rata pelanggan saya memesan 1 hari sebelumnya,” jelas penghobi sepak bola dan badminton itu.
Khusus omset, ternyata usaha martabak kare yang ditekuni sebagai usaha sampingan keluarganya ini tergolong lumayan. Kata Andra, sehari omset bisa mencapai Rp800.000,-. Harapannya, usaha tersebut bisa berkembang di beberapa kota di Indonesia. Saat ini, tambah penyuka bakso itu, sudah ada cabang di Baturaja, Sumatera Selatan dan Berau, Kalimantan Timur.
Andra saat ini mengaku fokus menjual martabak kare saja. Untuk segmen, menurut pria yang suka memasak itu, yaitu orang Palembang yang sudah lama tinggal di Jabodetabek.
“Tapi ada juga beberapa orang asli Betawi dan Jawa yang jadi langganan lho. Dan yang bikin daya tarik lebih dari Martabak Kare Haji Lasmono ini adalah ada beberapa pelanggan berlatarbelakang public figure, misalnya Iis dahlia dan Nola AB Three juga sering pesen. Yang jadi langganan tetap itu Habieb Ahmad Alhabsy,” ungkapnya.
Ditanya mengenai dukungan istri dan anak pada usaha sampingan tersebut, Andra dengan enteng menjawab bahwa mereka sangat mendukung. Karena, kata dia, sangat berpengaruh untuk menambah kebutuhan ekonomi keluarga mereka. (Ave Rosa A. Djalil)













Discussion about this post