Avesiar – Surabaya
Pandemi ini memang memberikan makna bagi setiap makhluk Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bagi yang senantiasa istighfar, bersyukur, bersabar dan berdoa, selalu saja ada kemudahan yang Allah berikan.
Pun dalam ikhtiar mencari rizki. Di setiap situasi, selalu ada ceruk pasar yang menanti. Demikianlah salah satu teori pasar, yang sudah jamak didengar.
Namun, sering kali ceruk pasar itu, tak semudah mempelajari teorinya, sulit didapat. Namun kadangkala, hidayah (petunjuk) Tuhan, dan jurus kepepet, berhasil menemukan ceruk itu.
Seperti yang dialami Moch. Nuruddin Ali, seorang pengusaha kecil bidang minuman herbal dari kota Pahlawan, Surabaya.
Ditemui di rumahnya, di bilangan kampung Margorejo, Wonocolo, Surabaya Selatan, sehari setelah hari raya Idul Adha, Nuruddin dengan ramah menerima wartawan Avesiar.
Mantan wartawan Surabaya Post pada 1987 – 2012 dan beberapa media massa lainnya di Surabaya yang akrab dipanggil Nuruddin dan istrinya Liris Wijiani, sudah dikenal sebagai produsen minuman herbal, di kampung Margorejo. Khususnya minuman andalan Kopi Jahe Merah yang dia racik.
Namun Avesiar kali ini lebih ingin mengorek fenomena produk usaha kecil yang fenomenal di era pandemi Covid ’19 dan Covid Delta, yakni Semunir Instant, yang bermanfaat meningkatkan imunitas.
Sekedar informasi, Nuruddin beserta istrinya telah membuat Kopi Jahe Merah pertama di Indonesia sejak 12 tahun lalu. Kopi Jahe Merah dikemas dalam 3 varian. Boks saset isi 10, Boks saset isi 5, dan Kopi JM original dalam toples isi 150 gram.
Selain Kopi JM, produk yang cukup handal adalah Ramuan Le Ba Madu, yakni sebuah ramuan yang mampu membersihkan pembulu vena. Sehingga penderita sakit Jantung, bisa terhindar dari operasi by pass atau pemasangan ring. Menurut Udin, cukup mengkonsumsi 5 – 10 botol ramuan Le Ba Madu tersebut.
“Penyakit jantung saja bisa diatasi, apalagi untuk penyakit lainnya yang lebih ringan. Seperti lemah imun, migran, ostheoartristis, pengentalan darah dan lain sebagainya,” jelas Direktur Pemasaran CV Panji Perkasa Indah Food yang menaungi produk-produk herbal yang diracik dan dijual itu.

Produksi Semunir
Menurut Nuruddin, awal Januari 2020, dia sudah merasakan adanya penurunan daya beli di pasaran, akibat pemerintah terlalu terkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur. Kondisi itu, kemudian di perparah dengan datangnya badai pandemi Virus Corona 19 pada Maret 2021.
“Sejak itu, penjualan minuman herbal kami menurun. Tagihan-tagihannya di distributor Surabaya, Malang, Batu, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo dan Gresik, banyak yang macet,” keluh pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 57 tahun silam itu.

Sebenarnya, lanjut dia, Kopi JM dan Le Ba Madu juga mampu meningkatkan sistem imun bagi peminumnya. Namun, opini atau brand Kopi JM dan Le Ba Madu di masyarakat Jatim, kata Nuruddin, sudah lama dikenal untuk khasiatnya masing-masing. Bukan untuk mengantisipasi pandemi yang berlangsung.

Sebagai pengusaha kecil, ia pun bingung tujuh keliling. Pengeluaran pasti, pemasukan jadi tidak pasti. Mau produksi, daya serap pasar turun drastis. Jika tidak produksi, pekerjaan yang ditekuni cuma itu.
Sebagai pengusaha Muslim, kenangnya, Nuruddin pun kemudian mengadu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sholat malam, memohon hidayah. Namun ia tunggu hingga 3 bulan, hidayah itu pun belum datang-datang juga.
Nuruddin tak putus asa. Dibukanya media, youtube, dan lain sebagainya, hanya ingin mendapatkan ide, bagamana cara supaya bisa bertahan di masa pandemi.
Sampai suatu Ketika, di WAG-nya muncul video viral, Presiden Jokowi minum jamu gepyokan (istilah Jawa) dari aneka rimpang. Dan beliau mengatakan, untuk menjaga stamina, tiap hari minum jamu Jawa tersebut. Mungkin beras kencur, mungkin kudu laos, atau koner, temulawak, tak disebutkan nama jamunya.

Saat itu juga pikiran Nuruddin memunculkan ide Membuat minuman herbal berbasis rimpang dan toga asli Jawa. Misinya, bisa mengantisipasi, meningkatkan imunitas tubuh, hingga tubuh seperti dilindungi tameng dari serangan virus Corona.
Sasarannya adalah, masyarakat menengah ke bawah, sehingga produk harus terjangkau. Dan masyarakat banyak bisa terhindar dari serangan Covid-19.
Maka Nuruddin dan istrinya berunding untuk mewujudkannya. Berbagai literature soal khasiat rimpang, mulai dari koner, koner putih, jahe merah, jahe gajah, jahe emprit, temulawak, dan lain-lainnya, dipelajari.
“Apa khasiatnya, apa efek sampingannya, bisa berfungsi dengan kadar berapa milligram, dan bisa bekerja bersama-sama dengan rimpang mana saja? Kami pelajari. Tidak ketinggalan juga survey pasar, seberapa banyak tingkat ketersediaan bahan baku, berapa harga masing-masing rimpang di tingkat petani, pengepul, agen dan eceran,” beber lulusan sarjana teknik mesin itu.
Kata Nuruddin, setelah dikonsep secara cermat, diciptakan formulasinya. Formulasinya, kemudian di coba. Menurut dia, selain untuk mendapatkan khasiat maksimal, juga untuk mendapatkan rasa yang nikmat di lidah.
“Begitu sudah ketemu, saya nggak langsung produksi. Namun saya konsultasikan pada seorang ahli herbal lulusan Unair (Universitas Airlangga, red). Setelah dianalisa secara klinis, akhir formula makin disempurnakan. Maka lahirlah Semunir Instant. Nama Semuniritu, saya ambil dari singkatan, Sere – Temulawak dan Kunir. Dan saya rasa cukup marketable,” ujarnya.
Teknik Promosi
Seperti diketahui, memasarkan produk baru, tidaklah mudah. Namun Nuruddin yakin, mengingat khasiatnya, sangat diperlukan masyarakat dalam menghadapi pandemi.
“Saya produksi terbatas dulu. Kemudian saya kasihkan ke saudara, tetangga, teman, relasi. Istilah ilmu promosinya, direct promotion, Bahasa Jawanya, getoktular, dari mulut ke mulut,” kata Nuruddin mengenang.
Dari situ, Nuruddin yang memakai merek KEDATON dapat pesanan sedikit demi sedikit. Ada empat kelompok pemasaran yang mampu berkembang menurut dia.
Pertama; banyak peminat dari kalangan masyarakat China keturunan. Baik di Surabaya maupun di Jakarta, Depok dan Tangerang. Konon mereka getoktular dari teman-teman jemaat gerejanya. Masyarakat China, memang lebih suka sesuatu yang bersifat alami (herbal).
Kedua; sentra pemasaran di pengurus pondok-pondok pesantren. Para pengasuh Ponpes, baik di Jatim, maupun di Jabar, banyak yang order, baik untuk keluarganya, dan bahkan untuk santrinya. Terutama pada saat ada even terima rapor, daftar ulang, dan lainnya.
Ketiga; sentra pemasaran di kalangan tenaga Kesehatan. Seperti perawat dan dokter. Namun kebanyakan yang berminat, para perawat.
“Ada beberapa perawat di sebuah rumah sakit di Surabaya, yang bertugas menangani pasien Covid, itu minum Semunir dulu, baru kerja. Kalau Semunir habis, mereka gabungan, suruh orang borong Semunir langsung ke rumah,” kata Nuruddin meyakinkan.
Keempat; adalah pemasaran umum melalui WAG (online). Khususnya ke perusahaan-perusahaan, agar mengganti minuman paginya, yang biasanya teh dan kopi, diganti dengan Semunir.
Satu bag berisi 250 gram Semunir instant. Dijual dengan harga Rp 60,000. “Sekarang, meski kami tiap hari produksi, tapi pembeli harus indent satu – dua hari, baru kami kirim,” kata Nuruddin.
Berapa bag dan berapa omzet penjualan. Secara implisit Nuruddin hanya mengatakan bahwa setiap hari sementara ini mereka hanya mampu produksi 200-300 bag. Hampir 80 persen mereka jual secara online dan langsung kirim ke konsumen di berbagai kota di Indonesia.
“Ya lumayan, meski produk kami lainnya macet, tapi Semunir ini cukup membuat kami mampu bertahan di tengah pendemi,” katanya.
Apakah ada rencana bikin produk seperti Semunir, namun dalam varian yang lain? “Yaa ada. Bahannya nggak hanya dari rimpang. Namun tanaman toga lainnya, baik dari daun, akar, bunga maupun kambiumnya. Namun mungkin dalam bentuk kapsul,” jawab Nuruddin bersemangat.
Konon, formula yang akan diproduksi ini, hasil istikhoroh dari seorang Kiai. “Insya Allah, ini formula dari langit. Namun tetap kami akan konsultasikan dengan ahli herbal dan uji klinis,” bebernya.
Kepada para rekan pengusaha, khususnya pengusaha kecil, Nuruddin berpesan untuk tetap eksis dengan cara mencari ceruk pasar. Kemudian mendekatkan diri pada Illahi. Mohon hidayah. Dan yang terakhir, pemasarannya mengikuti era sekarang, yakni melalui online, dengan berbagai aplikasi yang ada.
Bila ada pembaca yang tertarik dengan produk Semunir Instant, ingin menjadi reseller atau ingin memesan untuk proteksi diri, bisa langsung menghubungi Moch. Nuruddin Ali di nomor WA (whatsapp) 0812.3284.726. Insya Allah akan siap melayani. (din/ave/pro)













Discussion about this post