• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Change Entrepreneurship

Pensiun Dini, Gelar “Pawon Mbak Ami” Spesialis Paket Sedekah dan Sub-order

Bergeliatnya Wirausaha Sebagai Penopang Utama Maupun Tambahan Penghasilan (6)

by Ave Rosa
5 Juli 2021 | 23:34 WIB
in Entrepreneurship
Reading Time: 7 mins read
A A
Pensiun Dini, Gelar “Pawon Mbak Ami” Spesialis Paket Sedekah dan Sub-order

SPESIALIS PAKET SEDEKAH DAN SUB-ORDER KATERING : Ami (kiri) saat mengantarkan menu pesanan khusus untuk anak-anak di sebuah panti asuhan. Foto istimewa

Avesiar – Sidoarjo

Kreatifitas justru semakin terasah setelah tidak menjalani rutinitas sebagai seorang karyawan. Mungkin sebutan ini lebih tepat disematkan pada seorang pensiunan dini wartawan sebuah koran terbesar di Indonesia yang berpusat di Surabaya.

Amri Husniati atau akrab dipanggil Ami, memang sudah memiliki bibit jiwa wirausaha saat masih bekerja sebagai wartawan. Begitu pensiun dini saat pandemi melanda, dia langsung tancap gas menyelami seluk-beluk dunia kuliner sebagai tumpuan penghasilan keluarga.

“Lahir di awal pandemi 2020. Bermula dari kegabutan (gaji buta, red) saya dan suami. Sebelum Covid-19 diumumkan “resmi” masuk Indonesia, saya mulai ngantor bergantian dengan rekan satu tim. Ternyata, beberapa pekan kemudian kantor mengeluarkan aturan WFH,” beber wanita berkacamata ini kepada avesiar.com saat wawancara online, baru-baru ini.

Karena WFH, Ami merasa punya banyak waktu luang karena kehidupan sangat santai sekali. Begitu pandemi menggila, lanjut dia, suami pun full di rumah. Ngajar musik privat libur semua. Pekerjaan ngamen di mantenan, rumah makan, kata Ami, juga mandeg. Akhirnya, dia tawari suaminya untuk bantu jadi kurir makanan online yang dijualnya. Pucuk dicinta, sang suami ternyata siap membantu.

“Akhirnya saya start untuk jualan makanan. Waktu itu sistemnya masih reseller dan re-packing. Ada orang lain yang masak. Alhamdulillah. Respons jualan di luar dugaan. Bukan hanya dalam kota Sidoarjo tempat kami tinggal, permintaan sampai luar pulau. Kami kirim ke Balikpapan sampai Medan. Masyaa Allah,” kenang wanita kelahiran Malang, Jawa Timur itu.

Akhirnya, Ami sampai punya empat reseller di Sidoarjo. Tapi, lanjutnya, ada kelemahan jika tidak produksi sendiri. Bicara soal quality control, apalagi jika masih usaha rumahan. Dia mengakui beberapa kali produksinya mengecewakan karena partner kerja tidak bisa menjaga kualitas..

“Dari situ, saya berfikir. Kalau mau usaha kuliner, harus bisa masak sendiri. Mulailah saya belajar masak. Belajar dari internet. Saya jadi muridnya Mbah Google, gabung dengan komunitas-komunitas yang berkaitan dengan kuliner juga,” ujarnya.

Bacaan Terkait :

Mencari Cuan dengan Jualan Jajan Ringan

Jenis-jenis Pilihan dan Alternatif Usaha yang Minim Modal

Jenis Investasi dan Usaha yang Masuk Akal untuk Penganut Mendang-mending

Self-employed alias Wirausaha Kecil-kecilan ala Remaja, Memangnya Pernah?

Fikom Pancasila Undang Luna Maya, Talk Show Seru Soal Branding dan Usaha

Wujudkan KPN, Mahasiswa Mercu Buana Motivasi Siswa SMK Jadi Entrepreneur

JK Motivasi Umat Islam Indonesia Berwirausaha Agar Berkarakter Tangguh

Load More

Menurut Ami, satu yang harus diyakini bahwa siapapun bisa masak. Tinggal soal kemauan untuk belajar. Kalau dari awal sudah mager (malas gerak, red) atau pesimistis, tambahnya, lupakan saja untuk betah di dapur. Namanya belajar, jatuh bangun itu biasa. Makanan gosong atau rasa yang amburadul, beber Ami, Itu biasa juga. Kuncinya bagia dia adalah jangan patah semangat.

“Pertama kali bikin nasi kuning misalnya. Saya gagal total. Namanya kerak nasi itu tebalnya hampir sepertiga panci sendiri. Rasanya jelas sangit. Kecewa? Pastilah. Mbuang makanan kan jadinya. Padahal, saya termasuk aliran orang yang pantang mubadzir. Karena waktu kecil saya diajari oleh ortu mubadzir itu temannya setan,” papar wanita yang tinggal di kawasan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur itu.

Paket Nasi Tumpeng buatan Pawon Mbak Ami. Foto istimewa.

Gagal dengan nasi kuning pertama, Ami kemudian mengakui lanjut berselancar di YouTube. Dia cermati step by step proses pembuatannya. Dengan banyaknya resep pilihan, Ami bersyukur karena percobaan membuat Nasi Kuning berikutnya sukses.

“Saya sudah pede untuk terima orderan Nasi Kuning. Juga beberapa menu lain. Yang kemudian jadi andalan lapak saya yaitu Nasi Bakar, Sup Merah, dan Nasi Urap-urap,” jelasnya.

Paket Nasi Campur khusus pesanan sedekah yang dibuat Pawon Mbak Ami. Foto istimewa

Perjalanannya ini, lanjut Ami, adalah juga hasil flash back. Setahun sebelum pandemi, dia ikut pelatihan di kantor tempatnya bekerja. Pembekalan untuk calon pensiunan. Yang diikutkan pelatihan itu biasanya yang masa pensiunnya kurang 1 atau 2 tahun.

“Lha saat itu, saya yang masih kurang 2,5 tahun, kok diikutkan. Ya udahlah, ambil aja kesempatan tersebut. Toh pelatihan cuma dua hari. Anggap aja refreshing. Nah, saat pelatihan itu, dalam salah satu sesi, saya dapat “uang kaget” dari seorang narasumber, namanya Pak Djarwo. Mantan orang Jawa Pos Group yang sukses berwirausaha. Uang dalam amplop senilai 500 ribu. Diberikan karena saya dianggap termasuk peserta pelatihan yang aktif,” kenangnya gembira.

Berselang satu minggu setelah pelatihan, ujar Ami, semangat masih berkobar-kobar. Uang kaget yang didapatkannya tersebut dijadikan modal untuk jualan makanan di “kantin kejujuran”. Diberi julukannya kantin kejujuran, kata dia, karena di lapak itu pembeli ambil makanan sendiri, ambil kembalian sendiri.

Aneka menu ikan yang dibuat Pawon Mbak Ami. Foto istimewa.

“Menu jualan saya yang pertama kali, bakso. Bukan masak sendiri. Saya kulakan (belanja, red). Respons teman-teman kantor kok bagus. Besoknya saya ganti menu sate ayam. Ludes lagi. Akhirnya, tiap hari saya berangkat ke kantor sambil nyangking (membawa, red) makanan jualan. Saya cuek saja. Malah teman-teman sering membantu membawakan dagangan saya,” ujarnya kemudian terkekeh.

Dari satu menu, akhirnya lapak kantin kejujuran yang dibukanya menjual aneka macam makanan dan minuman. Ami malah sempat punya tempat penyimpanan khusus di kantor untuk dagangannya tersebut. Selain makanan berat, dia juga menjual buah, rujak manis, dan camilan. Meskipun, kata dia, lapaknya harus ditutup ketika mulai status WFH (work from home).

“Nah, jadi “bibit-bibit” wirausaha sebenarnya udah mulai tersebar saat itu. Benih bermunculan ketika pandemi. Dan terus saya pupuk ketika saya pensiun dini per 1 Agustus 2020. Dan sekarang ini jadi usaha pokok. Yang utama. Bisnis saya yang lain masih lesu. Seperti kos-kosan dan persewaan x-tra bed,” tegasnya.

Berbicara mengenai pedapatannya, pemilik usaha yang diberi nama “Pawon Mbak Ami” ini mengakui termasuk orang yang tidak berani untuk memasang target. Dia membiarkan omset mengalir. Karena menurut dia ada pasang surutnya. Saat Ramadan kemarin, tambah dia, merupakan titik tertinggi penjualan selama ini.

“Saya, suami dan anak anak harus kerja ekstra untuk melayani orderan. Kenapa tidak merekrut tenaga tambahan? Dalam kondisi sangat sangat diperlukan, itu saya lakukan. Ada tetangga dan saudara yang bisa bantu. Tapi, kalau untuk merekrut pekerja tetap, saya belum berani. Saya khawatir tidak bisa menggaji dengan layak. Orderan kan masih tidak bisa diprediksi,” terangnya.

Amri Husniati atau akrab dipanggil “Ami” bersama suami dan kedua putra-putrinya. Foto istimewa.

Untuk metode berjualan, Ami mengandalkan kekuatan media sosial. Untuk promosi masih lebih banyak lewat Facebook dan Whattsapp. Ami mengakui belum sempat berpromosi di Instagram karena waktunya tidak cukup.

“Cara lainnya, buka pasar lewat komunitas. Misalnya saya ikut senam. Niat awal memang ingin cari sehat. Alhamdulillah, ternyata teman-teman baru di komunitas sebagian jadi customer. Intinya, jualan apapun itu, termasuk kuliner, penjual harus grapyak (ramah, red) kata orang Jawa. Murah senyum dan komunikatif lah,” ujarnya.

Jika ada customer yang agak menjengkelkan, Ami menanggapi dengan senyuman. Dia mengakui bahwa pernah kena PHP kenalan baru di salah satu komunitas. Kenalan tersebut memesan menu yang dijual Ami. Namun, ketika makanan siapkan dan dibawa ke lokasi yang dijanjikan, si pembeli tidak muncul.

“Salah satu kelemahan saya, terlalu percaya pada orang lain. Makanya saya gak pernah minta harus DP sekian dulu kalau mau order. Suka suka pembeli lah. Syukurlah, kejadian kena PHP itu hanya satu kali saja. Lainnya, Alhamdulillahirobbil alamiin, dibayar semua. Bahkan, beberapa kali kejadian pembayaran malah dilebihi,” paparnya.

Menu yang dijual Pawon Mbak Ami utamanya makanan sehari-hari. Selain melayani orderan khusus, tambahnya, ada katering harian melayani ibu-ibu rumah tangga yang tidak hobi berurusan dengan dapur. Ada juga yang sibuk dengan kerja. Ada juga pelanggan yang merasa “nanggung” kalau masak sendiri karena hanya tinggal sendirian ataupun berdua saja.

Menu yang dilayani lapaknya tersebut antara lain; Gado-gado, Lontong Pecel, Lontong Lodeh, Soto Ayam, Kari Ayam, Ayam Bakar Bumbu Rujak, Ayam Rica-rica ala Manado, Nasi Bakar, Nasi Kuning, Nasi Urap-urap komplet dan Gudeg komplet.

Nasi Ayam Bakar Urap-urap. Foto istimewa

Pawon Mbak Ami, lanjutnya, juga sering mendapatkan pesanan paket nasi khusus untuk sedekah Jum’at dengan harga yang tidak mahal maksimal di kisaran Rp10.000 dengan menu yang nikmat. Pesanan jenis ini biasanya jumlahnya banyak dan membuat dia dan keluarganya harus ekstra kerja sama menyelesaikan pesanan. Hal ini, kata dia, juga berlaku saat menerima kerja sama dengan catering lain atau sub-order dengan tetap menggunakan label catering yang memesan ke Pawon Mbak Ami.

Ami menampilkan pesanan Tart Nasi Tumpeng. Foto istimewa

“Untuk selingan, sekarang saya juga belajar masak menu simpel dari daerah lain, juga negeri lain. Yang lagi trending. Misal, bikin tamagoyaki alias telur gulung ala Jepang. Ikan tuna saus Bulgogi ala Korea. Alhamdulillah, berkat kerja sama dengan anak-anak dan suami, kami bisa saling menguatkan menjaga periuk agar tidak ngguling saat situasi ekonomi sulit karena pandemi ini,” ulasnya bersemangat. (Ave Rosa A. Djalil)

Tags: kateringpensiun diniukmwirausaha
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dibuka hingga 15 Agustus, Berikut Link Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek

Next Post

Joe Biden : Kami Telah Menang Melawan Virus Ini

Mungkin Anda Juga Suka :

Program 100% untuk Indonesia, Semangat Bangkitkan Generasi Digital Indonesia dengan Berjuta Peluang

Program 100% untuk Indonesia, Semangat Bangkitkan Generasi Digital Indonesia dengan Berjuta Peluang

24 Mei 2023

...

D’nish Cake dan Dapur Medok Ertha, Usaha Kuliner yang Kalahkan Gaji Suami

D’nish Cake dan Dapur Medok Ertha, Usaha Kuliner yang Kalahkan Gaji Suami

4 Januari 2022

...

Konsep Palugada, Masakan “Dapur Mak Tris” Dinikmati Ribuan Orang

Konsep Palugada, Masakan “Dapur Mak Tris” Dinikmati Ribuan Orang

11 Agustus 2021

...

Martabak Kare H. Lasmono: Kepepet Beli Sparepart Mobil, Malah Iis Dahlia Langganan

Martabak Kare H. Lasmono: Kepepet Beli Sparepart Mobil, Malah Iis Dahlia Langganan

6 Agustus 2021

...

Lahir di Tengah Pandemi: Semunir, Herbal Peningkat Imunitas Racikan Mantan Wartawan

Lahir di Tengah Pandemi: Semunir, Herbal Peningkat Imunitas Racikan Mantan Wartawan

26 Juli 2021

...

Load More
Next Post
Joe Biden : Kami Telah Menang Melawan Virus Ini

Joe Biden : Kami Telah Menang Melawan Virus Ini

Nutrisi yang Diperlukan Dalam Masa Pandemi Rekomendasi WHO

Nutrisi yang Diperlukan Dalam Masa Pandemi Rekomendasi WHO

Discussion about this post

TERKINI

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video